[Another Story] Passionate Love -Chapter 1-

Hai, Guys! Lama yah aku gak post apa-apa di sini. Sebenernya aku gak mau post ff ini di EunHae FictionLand, karena di cerita ini pasangan Donghae bukan Eunhee, tapi karna aku gak nemu lagi tempat yang aman dan protektif buat nge-post FF yang ada adegan NC-nya tanpa proteksi yang jelas, akhirnya aku putusin buat numpang lapak (?) di FictionLand-nya EunHae. Moga penggemarnya EunHae Couple (?) *emang ada?* gak pada bertanduk yak? kekkekk

Bagi yang gak suka Couple baru ini, silakan dilewatin (?). Tapi klo yang penasaran, silakan dibaca. Dan aku udah ngingetin yah, klo di FF ini bakal ada adegan eheeemm… eheeemm-nyah.. sooooo, yang gak suka baca begituan, pergi saja dari lapak ini kkkkk

Okehsiippp, segitu aja cuap-cuapnya.
Silakan dinikmati FF baru dari sayah🙂

================================================================================

 

Chapter 1

 

 CoverPLfix

 

 Dia… laksana salju di musim panas. Terasa dingin dan hangat di saat bersamaan.

 

Cast:

Lee Donghae

Lee Donghae

 

Lee Yoohee

Lee Yoohee

 

 

Pagi ini langit cerah, berwarna biru dengan awan seputih kapas berderet seperti kumpulan domba. Meski cuaca di tengah udara pagi bulan Maret ini begitu baik, berbanding terbalik dengan suasana hatiku. Ada mendung kelabu yang bersiap menurunkan hujan di dalam sini. Hujan badai yang mencekam.

Duduk seorang diri di atas bangku kayu yang berderik ketika aku bergerak, mataku menatap nyalang ke depan. Ke samudera yang terbentang di hadapanku.

Setan dalam diriku berbisik, menggodaku untuk menenggelamkan diri di sana. Gagasan itu terasa menyenangkan bila aku berpikir masalah ini akan selesai bila melakukannya. Tapi, timbul keraguan di hatiku. Benarkah bila aku memilih mengakhiri hidup segala yang kuhadapi juga akan berakhir? Tidakkah semua itu menimbulkan masalah baru yang lebih menyakitkan dari sebelumnya?

Tentu saja, peryanyaan-pertanyaan itu tidak pernah terjawab dan hanya berputar-putar di kepalaku. Tepat ketika aku berdiri, angin dingin berhembus menerpa wajahku yang basah karena air mata.

“Appa, kenapa kau meninggalkanku seorang diri di sini? Dan sekarang, aku tidak bisa menolak saat Eomma menjodohkanku dengan lelaki yang sama sekali tidak kukenal.”

Aku menunduk menatap sandal rumah putihku yang kini telah berubah warna menjadi kusam. Ingat bahwa sandal inilah hadiah terakhir yang diberikan Appa padaku.

“Kudengar, keluarga lelaki itulah yang telah membuatmu menderita hingga akhirnya kau memilih untuk meninggalkan dunia ini.” Kugertakkan gigiku menahan amarah yang mulai memuncak, mengingat saat aku menemukan Appa tergantung di sudut ruangan dengan tali yang menjerat lehernya beberapa bulan yang lalu. “Jika itu benar, aku akan membalaskan dendammu padanya.”

“Yoohee… Apa yang kau lakukan di sana?” Suara eomma terdengar dari kejauhan. “Donghae tidak akan suka calon pengantinnya membuang waktu di sini menjelang pernikahannya.”

Aku menggeram rendah, berjuang menahan diri untuk tidak berteriak kepada wanita yang telah melahirkanku itu. Terbiasa bergelimang harta semenjak bisnis perumahan yang dirintis Appa berjalan dengan baik, ketiadaan semua itu membuat Eomma berubah sinis. Beberapa minggu sebelum Appa meninggal, usahanya mengalami kebangkrutan besar-besaran. Itulah dugaan kuat yang diberikan polisi, mengapa Appa sampai memilih mengakhiri hidupnya.

Tapi di dalam hati aku yakin. Ada sesuatu. Sesuatu yang mendorong Appa melakukan itu. Jika tidak, tak mungkin lelaki sekuat dan setangguh Appa memilih mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu!

“Yoohee! Kau dengar aku? Cepat pulang!”

 

***

 

Lelaki itu duduk di sofa ruang tamu dengan gaya angkuh yang menunjukkan otoritasnya sebagai seorang yang berkuasa, ketika aku tiba di ambang pintu. Seketika kuhentikan langkah, dan hanya berdiri diam menatap jijik ke arah lelaki itu hingga kurasakan sebuah dorongan pelan dari belakang punggungku untuk berjalan mendekat. Eomma. Dia mendorongku untuk segera duduk dan menyambut lelaki itu dengan ramah. Ia bahkan membisikkan kata-kata peringatan di telingaku agar aku dapat bersikap baik pada lelaki itu. Tapi tidak, aku tak mau repot-repot melakukannya.

Benar aku duduk, tapi sama sekali tidak ada senyum yang berusaha kutampilkan sebagai bentuk ramah tamah. Senyumku bahkan terlalu berharga untuk diberikan padanya!

Begitu pula dirinya. Meski terlihat begitu menawan dalam balutan setelan jas hitam mahal, dan rambut kelam yang disisir rapi layaknya seorang pengusaha muda, ada sesuatu yang membuat lelaki ini perlu diwaspadai. Cara dia bergerak dengan anggun, dan tatapan matanya seolah menyimpan misteri yang tak terpecahkan.

“Kau… Lee Yoohee…”

Tersadar dari lamunan singkat, aku begidik menatap sepasang mata beriris hitam pekat di depanku. Rasanya seperti ada bara api yang menjalar dari pipi sampai ke telinga menyadari mata itu memberiku tatapan menilai, seolah-olah aku adalah barang dagangan yang sedang ditawar di sebuah toko kelontong.

Sialan!

Matanya masih menelusuri tubuhku ketika aku beringsut menjauh dan mendengus pelan. Seketika kulihat bibirnya yang tipis menyunggingkan senyum ganjil.

“Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu lebih dari sekali.” Suaranya yang sengau terdengar. Aku mengutuk dalam hati karena sempat menciut dan menunjukkan kelemahanku.

Dia memang tampan. Tapi aku tidak bisa membayangkan dapat hidup bersamanya selama sisa hidupku. Dari struktur wajahnya yang keras, aku bisa melihat bahwa ia pria yang keras kepala. Dan aku yakin, cepat atau lambat, aku hanya akan menjadi budak rumah tangganya, alih-alih wanita yang disebutnya istri. Menyedihkan!

Terkadang untuk membalas dendam membutuhkan pengorbanan. Suara-suara kecil berbisik di telingaku. Ya, itu benar. Dan aku rela mengorbankan diri demi membalaskan dendam ayahku.

“Seperti yang kau tahu, aku menikahimu hanya untuk mendapatkan warisanku. Jangan pernah berharap apapun tentang cinta dan kasih sayang.” Setelah sekian lama, ia kembali bicara.

Otomatis, tawa sumbang mengalir dari tenggorokanku. “Aku lebih memilih mati cepat daripada mengharapkan semua itu darimu.”

“Bagus kalau begitu.” Ia menyeringai dan berdeham singkat seraya membenarkan letak dasinya yang berwarna maroon. “Jangan coba-coba melarikan diri dariku, atau kau akan menyesal seumur hidupmu,” pungkasnya dengan senyum miring yang membuat tubuhku merinding resah.

Appa, kuatkan aku untuk menghadapi lelaki ini!

 

 

“Harusnya kau bisa bersikap lebih ramah padanya.” Seperti yang sudah kupastikan, Eomma pasti akan menegurku selepas Donghae pergi. Aku tidak heran Eomma menganggap lelaki itu sebagai pahlawan keluarga ini karena menurutnya lelaki itu telah berhasil menyelamatkan kami dari ancaman menggelandang dengan mas kawin yang diberikannya. Oh, bagus! Sebuah skenario yang sangat patriotik darinya.

“Tidak tahukah Eomma bahwa keluarganya mungkin terlibat dalam hancurnya usaha Appa dan membuatnya sedepresi itu?”

Kudengar Eomma mendengus sembari melepaskan apron hijau muda yang dipakainya untuk menghampiriku. “Tidak peduli apa yang kau pikirkan tentang dirinya. Kau harus sadar, bahwa dia telah membantu keluarga ini dari keterpurukan.”

Aku mengepalkan tinju, menahan emosi yang meletup di setiap sel tubuhku. Berjuang untuk tidak melontarkan kata-kata kasar pada seorang ibu yang telah melahirkanku. “Ya, semua itu tidak diberikannya dengan cuma-cuma!” semburku marah.

“Jadi kau tidak bersedia membantu keluargamu sendiri?” Eomma memberiku tatapan menuduh yang sarat akan kebencian.

Ke mana hati nuraninya pergi? Tidak tahukah dia bahwa saat ini ia sedang menjual puterinya sendiri secara terang-terangan? Induk Harimau saja begitu protektif pada anak-anaknya.

“Aku masih bisa bekerja untuk membantu keluarga ini!”

Eomma melontarkan tawa mengejek yang kasar. “Apa yang bisa kau dapatkan dari bekerja sebagai penjaga perpustakaan? Makan semangkuk Jjajangmyun selama lima hari? Hal itu bahkan tidak dapat melunasi uang kuliah adikmu!”

“Dan karena itulah kau menjualku!” Seperti ada yang membelenggu jalan napasku dengan rantai, aku nyaris memekik dengan suara tercekik. “Di manakah kasih sayangmu sebagai seorang ibu? Kenapa bukan kau sendiri yang mengorbankan semuanya? Mengapa harus aku? Apa salahku padamu?”

Sepersekian menit berlalu tanpa ada jawaban darinya, yang terdengar hanya detak jam dinding dan hembusan napas kami yang tidak teratur. “Kalau aku bisa, aku rela menyerahkan diriku padanya sebagai ganti sejumlah besar uang yang dibayarkannya.” Suara parau Eomma membuatku terkejut. “Tapi dia menginginkanmu. Tidak bisakah kau berkorban demi adik-adikmu?”

Aku membeku. Berbagai emosi bercampur menjadi satu mendapati raut terluka Eomma yang selama ini ia sembunyikan dengan begitu baik dalam topeng ketidakpeduliannya. Bahkan kini, air matanya tumpah, dan membasahi kedua pipinya yang mulai keriput.

Eomma menangis. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Ia bahkan tidak menangis ketika menemukan Appa tewas gantung diri beberapa bulan lalu. Karena sikap dinginnya itu, aku sempat membencinya, mengira ia tidak lagi mencintai kami dengan membuang hati nuraninya jauh-jauh ke tong sampah. Tapi kini… kenyataan lain menghantamku. Memberiku pelajaran berharga bahwa tidak selamanya yang terlihat oleh mata itu sebuah kebenaran.

“Lagipula, pemuda itu tampan. Dia bukan lelaki tua gendut, bau dan tidak berguna yang hanya menginginkan gadis muda sepertimu. Tidak bisakah kau menolerirnya?”

Kebenaran itu menamparku. Menimbulkan rasa sesak yang membelenggu jalan napasku. Alih-alih melontarkan bantahan, aku malah diam sekaku patung lilin yang nyaris meleleh karena kuatnya amarah yang berkobar dalam diriku. Amarah yang sama sekali tidak pantas untuk kulontarkan pada wanita paruh baya yang tengah berjuang mempertahankan kehidupan anak-anaknya di hadapanku ini.

“Katakan padaku apa yang harus kulakukan agar kau mau melakukannya?” desak Eomma dengan suara yang nyaris terdengar seperti bisikan kacau. “Haruskah aku berlutut padamu?”

“Tidak, Eomma. Jangan!” Segera kutahan kedua bahu Eomma sebelum ia sempat merendahkan dirinya di hadapanku. Sepasang matanya menatapku. Mengirimkan sinyal permohonan dibalut luka yang begitu dalam ke dalam diriku. Eomma terluka. Luka yang sangat parah hingga tidak mampu dihapuskan hanya dengan menangis.

Masih pantaskah aku marah padanya? Masih berhakkah aku menyalahkan semua yang terjadi atas hidupku padanya? Tidak. Kau tidak pantas dan tidak berhak!

“Aku juga tidak sanggup melihatmu seperti ini. Tapi kumohon, lakukanlah! Demi—“

“Ya, Eomma. Ya. Aku akan melakukannya. Aku akan menikah dengannya!” Dan membalaskan dendam Appa.

 

***

 

Aku memeluk tubuhku sendiri, merasakan dinginnya angin malam menembus lapisan gaun sutera tipis berwarna putih yang malam ini kugunakan. Tadi siang telah dilaksanakan upacara pemberkatan pernikahanku dan Donghae di sebuah gereja kecil tempatku biasa datang untuk beribadah. Tidak banyak yang hadir. Hanya keluarga dan beberapa teman dekat. Bahkan, anggota keluarga Donghae yang terdiri atas Ibu, dua kakak perempuan dan satu adik lelakinya pun tidak memberiku kesan yang baik. Mereka mengabaikanku laksana penyusup yang hanya mengharapkan harta keluarga mereka. Resepsi malam ini juga berlangsung payah. Semua terkesan kaku dan dipaksakan.

Walaupun mengundang banyak tamu penting dari keluarga dan rekan bisnis mereka, tidak ada yang bisa kuharapkan dari semua itu. Mereka memandangku seolah-olah aku tidak pantas mendapat predikat sebagai istri seorang CEO muda kaya raya bernama Lee Donghae.

Oh, bagus! Aku bahkan tidak pernah mengharapkannya. Semua ini mimpi buruk. Mimpi buruk yang harus kujalani tanpa memiliki pilihan untuk bangun.

Kalau saja aku bisa berlari dan menolak pernikahan ini, aku akan melakukannya dengan senang hati. Aku tidak peduli dengan harta mereka. Karena pada kenyataannya, Donghae lah yang mengharapkan semua itu. Dia menikahiku sebagai syarat mendapat warisan! Walaupun aku tidak mememungkiri bahwa Eomma juga mendapat sejumlah won sebagai harga atas pernikahan ini.

“Masuk! Ini sudah larut!” Suara tegas Donghae terdengar di balik punggungku. Saat ini kami berdua telah sampai di sebuah kondominium mewah di tengah kota Seoul, tempat Donghae tinggal. Kondominium yang terdiri dari dua lantai ini hanya memiliki dua kamar tidur. Satu kamar tidur utama, dan sebuah kamar tamu.

Aku benar-benar berharap dapat melarikan diri darinya. Bersembunyi di kamar tamu yang memiliki dua tempat tidur terpisah berukuran single dan dibatasi tirai hijau berpola rumit itu, merupakan pilihan yang sangat baik. Tapi setelah menunjukkan kamar tamu itu padaku beberapa menit lalu, Donghae langsung mendorongku keluar dan menguncinya. Mungkin ia menyadari niatku untuk menghindar darinya dengan mengunci diri di sana.

Ia lantas menyeretku ke kamar utama di lantai dua. Sebuah tempat tidur berukuran king size dengan dua lampu tidur berbentuk bola menggantung di kanan kirinya, menjadi hal pertama yang menarik perhatianku ketika aku masuk. Kemudian sebuah pintu kaca geser yang mengarah langsung ke koridor, dan kolam renang pribadi berukuran 5 x 10 meter di luarnya. Sungguh sebuah properti mewah yang tidak akan pernah dimiliki orang-orang tanpa jutaan won di tangan mereka.

Dari sini aku bisa merasakan udara lembab malam musim semi kota Seoul yang menyegarkan. Meski telah berkali-kali mulut dan hidungku meraup oksigen baru sebanyak-banyaknya, tetap tidak mampu menenangkan kegelisahan yang kini kurasakan.

“Ingat, jangan pernah berpikir untuk menghindariku malam ini.”

Gelenyar dingin menakutkan menjalari punggungku ketika kedua tangannya meremas lengan atasku yang telanjang dari belakang. Aku menahan napas, menanti apa yang akan dilakukannya. Setelah sekian menit berlalu tanpa kudengar apapun darinya, aku nyaris melepaskan diri ketika suaranya yang parau berbisik tepat di telinga kananku.

“Kau milikku, Lee Yoohee! Aku telah membayar mahal untuk itu.”

Merasa tersinggung, secara refleks aku menjauh dengan berusaha mendorong tubuhnya menggunakan kedua sikuku. Aku berputar menghadapnya. Mataku memicing marah mendapati lelaki itu kini berdiri tenang dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana.

“Jangan berkata seolah-olah kau tidak mendapatkan keuntungan besar setelah menikahiku!” Butuh semua keberanianku, untuk berhasil meneriakinya.

Yang membuatku tercengang adalah kenyataan bahwa kini ia menertawaiku, seolah aku baru saja mengungkapkan lelucon aneh yang sama sekali tidak lucu. “Benar, aku mendapat keuntungan besar seperti yang kau katakan,” katanya dingin. “Aku tidak akan melakukan ini jika sama sekali tidak menguntungkanku.” Ia mengangguk tanpa sekalipun melepaskan pandangannya dariku. “Tidak kusangka kau berhasil mengenalku dengan baik meski kita baru bertemu dua kali.”

“Kalau begitu, lepaskan aku!” Aku mendesis disela-sela gigi. “Bukankah kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan?”

“Belum.” Seringai angkuh tersungging di bibirnya saat itu juga. “Kau masih bisa membatalkan pernikahan ini jika belum tidur denganku, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

“Kau—“

“Cepat masuk! Aku akan menunggumu di dalam.” Ia berputar, lalu berjalan anggun melewati pintu kaca geser di belakangnya. Membiarkan bantahanku menggantung di udara tanpa sempat diselesaikan.

Menyadari ia akan segera menanggalkan pakaiannya, bergegas aku memutar tubuhku ke arah berlawanan. Menghilangkan pikiran-pikiran kacau yang memenuhi benakku saat ini. Nyaris saja aku jatuh terpeleset jika tidak segera berpegangan pada dinding di sisi kiriku karena tak sengaja menginjak genangan air di pinggir kolam renang. Tidak ada gunanya aku mencari cara untuk kabur, karena aku ingat ancamannya sebelum menikahiku bahwa ia tidak akan pernah melepaskanku sampai kapan pun.

Demi Tuhan! Lelaki macam apa yang sedang kuhadapi saat ini?

Sekian lama keheningan menguasai suasana, hingga aku sempat mengira bahwa lelaki itu sudah tertidur. Sayangnya, harapan itu hanya ada dalam anganku. Karena, ketika aku berbalik dan memasuki kamar dengan langkah ragu, aku menemukannya di sana. Matanya nyalang di antara kegelapan malam.

Senyum keji yang tersungging angkuh di bibir pria itu, mengingatkan aku bahwa tidak selamanya lelaki berwajah polos bak malaikat seperti dirinya memiliki hati selembut sutera. Aku mendengus dalam hati, mengingat usaha bodohku meminta belas kasih darinya.

Sejak awal aku sudah tahu niatnya menikahiku hanya untuk mendapatkan warisan yang ia idam-idamkan, dan warisan itu hanya akan ia dapatkan jika dirinya telah menikah. Hanya satu yang masih menjadi pertanyaan terbesar dalam benakku saat ini. Kenapa? Kenapa harus aku yang dipilihnya sebagai istri? Aku yakin dia tidak sebegitu tololnya dengan memilih puteri dari musuh besar ayahnya sendiri, tanpa niat tertentu yang tentu saja menguntungkan baginya. Dan lelaki itu terlalu manipulatif untuk mengabaikan kenyataan itu.

“Apa yang kau lihat?” Suaranya terdengar di antara keremangan, menyadarkan aku bahwa ada bahaya besar mengancam dalam jarak tidak lebih dari dua meter. Pria itu duduk di ranjangnya yang besar, seperti predator buas yang siap memangsa korbannya. Jas dan kemeja yang tadi ia kenakan saat pesta pernikahan, sudah ditanggalkan. Kini pria itu membiarkan bagian atas tubuhnya telanjang dan hanya tertutup selimut putih sebatas dada. Jika bisa, aku lebih memilih ditinggalkan berdua di kandang macan, daripada terjebak bersama lelaki ini dalam satu ruangan yang remang. Untuk beberapa menit berikutnya, aku mengutuki diriku sendiri karena membiarkan pernikahan terkutuk ini berlangsung.

“Jangan membuang waktuku lebih lama lagi dengan terus berdiri di sana, Manis.” Donghae menatapku dari atas hingga bawah, mengirimkan sensasi aneh yang seketika melemaskan kedua lututku.

Tidak. Yoohee, kau harus tetap tenang!

“Lepaskan pakaianmu, kita harus mengesahkan pernikahan ini secepatnya!”

Apa? Tidak! Dia benar-benar iblis. Memperlakukan wanita seperti budak yang bisa dipaksanya dengan mudah.

Mengumpulkan segenap keberanianku, aku membalas tatapannya dengan penuh permusuhan. “Kalau kau berharap menemukan seorang gadis yang akan mematuhi segala perintahmu, kau melakukan kesalahan besar dengan memilihku!”

Dia bergerak di atas tempat tidur, menggeliat turun dan berjalan mendekatiku. Tubuh bagian atasnya yang telanjang dan dihiasi otot dada dan perut yang sempurna, menegaskan betapa besar kekuatan yang dimilikinya bila aku berani melawan kemauannya. Bibirnya menipis dengan marah dan ia menggeram rendah ketika telah berada di hadapanku. “Jadi, kau ingin aku yang melepaskannya sendiri?”

Sialan!

Aku menggigil resah ketika kedua tangannya mulai menyusuri punggungku. Mencoba menemukan risleting gaunku.

Seraya menggertakkan gigi dan berjalan mundur untuk menjauhinya, aku mendesis. “Jangan! Tolong, lepaskan aku! Aku janji tidak akan meminta pembatalan pernikahan, asal kau bersumpah tidak akan menyentuhku seujung jari pun!”

Lagi-lagi dia tertawa mengejekku dan melempar tatapan aneh yang mengisyaratkan bahwa ia sama sekali tidak memercayaiku. “Aku suamimu, Lee Yoohee. Kau punya kewajiban untuk melayaniku. Jangan membuatku terlihat seperti pria jahat yang akan memperkosa istrinya sendiri.”

“Tapi kau memang melakukannya!” Di luar dugaanku, kata-kataku hanya berupa satu gerungan rendah yang sama sekali tidak tampak seperti tuduhan.

“Manis, kau membuat kesabaranku habis.”

Double Sialan!

Ada dinding di belakangku, dan dengan seringai kemenangan, ia mengurungku di antara dinding dingin dan tubuhnya yang keras. Berdiri sedekat ini dengannya, aku bisa membaui parfum mahal beraroma bergamot dan musk yang berpadu dengan aroma kulit yang sehat. Mengutuk pelan mendapati diriku menyukai bau tubuhnya yang khas dan maskulin.

Refleks, aku meletakkan kedua tanganku di dadanya. Mencoba mempertahankan jarak di antara kami, dan aku sadar usahaku sia-sia. Kulit tubuhnya yang hangat, laksana lidah api yang membakarku perlahan.

Satu tangannya menyentuh tengkukku. Menahan agar aku tidak berpaling darinya. “Kita bisa mempercepat proses ini jika kau mau bekerja sama, Sayang.” Aroma wine berhembus dari mulutnya ketika mengatakan itu. “Dan aku hanya memintanya satu kali—sial kau!”

“Tunggu—“

Untuk pertama kalinya, aku merasakan tubuhku berkhianat pada diriku sendiri ketika tiba-tiba bibirnya melahap bibirku. Bukan dengan cara yang menyakitkan seperti yang selalu kubayangkan akan dilakukannya. Tapi, ciuman Donghae terasa begitu… lembut, hangat, dan menuntut balasan. Lututku seketika melemas dan mataku terpejam rapat. Kepalaku terasa kosong. Ada sensasi aneh yang menjalar ke sekujur tubuhku ketika lidah kami bertemu dan saling bertaut. Aku nyaris mengerang mendapati setiap syaraf tubuhku terbangun dan bernyanyi, mendambakan kehadirannya.

Demi Tuhan! Ampuni aku karena menikmati ciuman ini, dan setiap sentuhannya di tubuhku!

 

TBC

151 thoughts on “[Another Story] Passionate Love -Chapter 1-

  1. Keren ff nya dan pas baca gak terkesan berlebihan nc nya karena ceritanya fokus sama conflict I Like It!! Btw boleh minta passwordnya gak chingu? Uname aku @haekyura_ (93 line) thank’s before

  2. uda baca di wattpad tapi baca lagi di sini, hehe
    seneng banget ama karakter donghae yang grang. hihihi
    aku mau lanjut baca part 2 nya. he
    eonni tumben pasanganya bukan eunhee? tapi tetep suka.🙂

  3. Ceritanya keren juga… Eon suka ceritanya. Karakter donghae keren bgt, sosok yg arogan n ganteng pula hehehe. Pasti ada alasan yg tersembunyi sapa donghae milih yoohee ya. Jd penasaran sama klanjutannya.

  4. Oh my gosh.. Kenapa aq yg terbayang ceweknya itu Eunhee.. Hahahaha
    Lama bgt ga kesini dan kulihat ada postingan baru,,
    Kesannya Donghae di ff ini jd cowok dingin. Kaya , dan sombong.. Ahh seandainya bs membayangkan Lee Donghae seperti itu,, tp klo liat dr matanya ga dapet pasti ekspresinya..

    Btw ff nya berhasil bikin aq penasaran pengen ngelanjutin part 2nya.. Boleh minta pw kan?? Mungkin tar aq Dm aja. Don’t worry I am almost 25 years old..
    Thank you

  5. anyeong
    saya suka saya suka ( ngomong ala meymey “ipin upin” )
    author ku ini pandai sekali menggambarkan sosok abg ikan
    aku suka alur ceritanya,mudah utk di cerna.tp aku ngk suka kta TBC itu
    semangat terus,pantang mudur.
    lannjuuut…….
    mian,buat kmen yg ngk pnting ini

  6. wah ceritanya bagus nie aku suka,,, mereka menikah krna ada maksud tertentu yg namja ingin dpt warisan sedangkan yoeja mau bls dendam ayahnya,,,kira2 siapa yg bakal merasakan cinta duluan ya….
    jangan2 yoohee duluan nie yg punya rasa cinta baru dicium sama disentuh hae aja sudah menikmati gitu🙂 hae oppa memang keren memikat wanita…

    chingu mau baca part 2’a gimana cara dpt PW’a

  7. Anneyong , Saya reader baru unnie … ceritanya bagus, karakter donghae nya aku suka bgt.. penasaran lanjutannya, kalo boleh tau nama FB eon apa ya? Gomawo~

  8. anneyong eonni saya reader baru ,, karakter donghae nya aku suka bgt ,, penasaran kelanjutannya,, nama FB eonni apa ya? Gomawo~

  9. anneyong saya reader baru eon🙂 ,, ceritanya sgt menarik , karakter donghae nya beda🙂 , penasaran lanjutannya >,<

  10. kereenn jarang2 liat donghae dgn karakter iblisnya(?)
    suka ide ceritanya n penggunaan bhsnya bagus bgt! ff nya spertinya akn penuh dgn konflik” seruu
    btw, aku mnta pw part 2 ya..via dm
    gomawo^^

  11. awwww berjumpa lagi setelah sekian.lamaaaaa:))) tapi bukan eunhae.. its ok nope ceritanya menarik.. keep.writing!^^

  12. Uhuhu! dan aku tak akan menyentuhmu lebih dari sekali, yakin bang? kalo keterusan gimana? ekekeke. nggak nyangka abang dongek juga bisa maen peran jadi bad boy sekseh😀

  13. Aika……..
    Kangen sama tulisanmu.. akhirnya setelah sekian lama meninggalkan dunia perFFan aku akhirnya kembaLi. OadahaL cuma jadi Reader, hehehe
    Sbnrnya nyesel juga ga ngikutin PL dari pertama kamu share, tapi apa mw dikata otakku rasanya bebeL bgt buat baca. Dan skrg aku memulai bacanya lwt WP… nti dehh aku Lanjut baca yg chapt 2 di Page..

    Lebaiii banget yah comment sayah, hehehe
    Maafkan!!!

  14. Kangen bgt dg ff unnie, udah lama nggak berkunjung ke wp unnie setelah JGM.
    Aku nggak ngebayangin deh, donghae yg biasanya lemah lembut bisa segini buasnya. Wkwkwk
    Aku msh penasaran knapa dongek milih yohee?
    JANGBANGET deh ff unnie😀

  15. Baru part 1 aja udah seru nih. Disini donghae nya bad boy gitu jarang2 baca ff donghae antagonis gini. Author aku mau minta pw part selanjutnya boleh ya ??🙂

  16. kyaaaaa ad rhasia dibalik donghae lbih mmilih yoohae jd istrix:/ pnsrn bingit knp appa yoohae bunuh diri
    oh ya pas oemma yoohae td nangis knp ak gk dpet feel keibuannya
    berasa di buat” sm tuh oemma kerasa gk tulus ato cmn prasaan ku ajo_O
    onnie nnt ak inbox di fb ya mnta pw part 2 ^^

  17. OMO… Biasanya donghae selalu bersikap manis dan lembut, tapi di sini dia jadi bad boy. Tapi aku suka cerita2 begini, ada sedikit unsur pemaksaan gimana gitu. Good

  18. uwaaaaaah….
    Donghae badboy kah?
    Kenapa berasa d yg aneh z?
    Hae maksa nikah sm Yoohee demi harta
    Tp maksa jg wat berhub ‘intim’
    p d syarat lg selain nikah sm Yoohee wat dpetin tu harta?
    Keturunan kah?
    To ini smua cmn skenario Donghae wat dapetin Yoohee???

  19. annyeong author..
    bleh y ikut bca ff nie…

    wah karakter donghae bener”berbeda dg ff yg lainnya.. dingin bnget brbrbrrrrrrr…
    brarti yoohee nikah untuk bles dendam nih.. donghae buat dpet warisan.. bener saling menguntungkan wlupun bnyak tekanan yg ddapat yoohee..

    thor mintaa pw part 2 bleh.. ???

  20. mlm2 ga bisa tidur.
    trs nyari ff yang cast’a donghae eh ktmu ff ini.
    ceritanya keren,krakter donghae itu di sini jadi bad boy.tapi aku kasian sma yoohee dia di jual sma ibunya.

  21. Penasaran ama chap selanjutnya…
    Donghae jangan* emang suka ama yoohee tapi cara penyampaiannya yg kurang baik gt…
    Walau terpaksa tapi abang ikan tetep aja gak mw rugi…hadeh…

  22. wuuiiihh kereen banget ceritanya, aku suka sm karakternya donghae. aku kalo jd lee yoohee, psti aku mau bangrt nikah sm donghae. kkkkkkk
    #plaaakkkk
    oya annyeong thor, aku reader baru di sini. salam kenal^^ #telat heeheee

  23. aku dapet rekomendasi ff ini dari temenku dan sukaa :)) jarang bgt nemuin ff dgn karakter hae yg kayak gini, kan biasanya si gambler kyu yg sikapnya kek gini, terus berkarya dan fighting eonni!!!

  24. dapet rekomendasi ff ini dan temen dan suka😀 jarang bgt nemu ff dgn karakter hae yg kek gini, biasanya yg kek gini kan si gambler kyu jd anti mainstream>< btw blh yg unn minta pwnya? fighting n keep writing!!!!

  25. Annyeong aku reader baru disini, dan juga baru nemu ini blog Нę².. “̮ нę².. “̮ нę².. “̮ нę² … Kalo di wattpad gak tau kenapa setiap mau comment gak bisa terus, atau harus lewat pc … Yang pasti aku suka sama nih ff🙂 bener-bener bikin penasaran sama kelanjutannya … o.0

  26. setelah sekian lama aku mencari ff donghae yang baru, akhirnya dapt juga,,
    aku suka sama jalan cerita nya, ada unsur2 dewasa nya xD
    oh ya kak, dpt PW part dua nya lewat facebook bisa kan? nama fb ku rifa hayyuni kak 🙂

  27. sekian lama aku mencari ff donghae yang baru, dan ternyata aku ketemu di sini 🙂
    ff nya keren kak, apalagi donghaenya, berbanding terbalik sama karakter asli nya,,
    kak dapt pw nya bisa dri fb kan? nama fb ku rifa hayyuni kak 🙂

  28. Annyeong aku new readers🙂 lagi iseng2 cri ff castnya donghae eh ktemu ini.Aku suka banget karakternya hae disini.Bad boy abiss.Ijin lanjut baca part 2 nya😀

  29. hai hai hai… aku readers baru disini … nemu ff ber cast donge si ikan tampan dan ceritanya bikin nagih … bagua bangwttt aku bole minta PW? buat bca next.nya🙂 salam kenal

  30. Anyeongg…aku reader baru nih namaku Wenny salam kenal yo..
    Donghae nya keren lo..
    Dan jujur aku suka banget sm FF yang Passionate gitu..
    Ngomong ngomong minta pw part 2 nya dong..

  31. baru baca chapter 1 ajahh aq udah kelabakan niehhh…hihihi…aq suka peran lee donghae disini..garang!!! hahahha 😀

  32. Hai, Kak. Aku Vey. Salam kenal yaa. (readers baru)

    Ehh, aku baru nemu ff genre married life macam gini. Oke, sebelumnya aku jarang banget baca ff genre ini, tapi aku nemu blog Kakak karena ada temen fb yang nge-share. Bagus katanya. Eh, pas baca beneran bagus. ^^

    Walaupun karakter Donghae beda banget, tapi di sini penggambarannya kuat. Hehe, next yaa ke chapter 2. Penasaran kisah selanjutnya.

  33. Diberanda fb lagi heboh ff oenni yg ini..
    Krna penasaran jadi ikutan baca dech…

    Ceritanya korban perjodohan ini?tp kok rasanya si donghae kyakny emang cinta sama yohee ya?cuma dia kyaknya gak mau nunjukin ke yohee *sokTauBgt*

    Oenni aku lanjut dlu ke chapter 2 ya…

  34. hai eonni🙂
    ceritanya menarik banget pas awal bacanya. kasian sama yohee tapi dia harus berkorban dan suka banget sama karakternya donghae disini. donghae terlihat keren tapi bikin kesel sama sikapnya yang dingin itu.
    jadi penasaran sama part selanjutnya.

  35. Waaaah .. baru baca cerita ini dan aku sukaaaaa ..
    Suka banget sama cara penggambaran tokohnya. Terus Donghae yang jerk tapi ….. tapi apa ya? Pokonya jerk tapi ga jerk :3 hehe

  36. a… a … seru ceritanya disini karakter donghae disini keren bad boy
    jadi pengen tau gimana kisah percintaan donghae dan Lee Yoohee

  37. Akhirnyaaaa..sempet jg baca ni ff ^ – ^ ceritanya keren tp kali ini pasangannya bukan eunhee ya tp aq suka jg kok asal pemeran cowoknya hae, part selanjutnya pake pw y, boleh aq minta pw nya?

  38. Jujur aja sebenernya ini ff udah lama terabaikan sama aku karena cast oc-nya bukan Eunhee ㅋㅋㅋ tapi karna dirundung rasa penasaraaaan dan barusan nemu fp kakak aku jadi buka nih ff. Dan ternyataaaaa……… ewew Donghae karakternya jatoh banget dari yg di EunHae moment hihi, disini kayaknye garang yeeh. Buas. Semacam itulaaah..

  39. ahhh fmu emang selalu keren deh
    awalnya memang bingung sih tiap paragrap itu POV siapa hehe
    apa bener ayah mrek remang saling bermusuhan ya

  40. Anneyeong haseyo eonni
    aku boleh minta password ff eonni ???
    Klu d kasih sm eonni
    gumawo ,,, aku sdh kirim di inbox eonni d fb
    mohon di beri tahu :D:D
    aku sdh cantumkan nama sama umur aku eonni
    soalnya untuk mengisi hari libur dengan baca ff akhirnya ketemu sm ff eonni soalnya karakter donghae d sini beda dari pada ff yang lain krn karakter ini biasanya ff yang saya baca kebanyakan castnya kyuhyun oppa ,,,
    fighting eonni di tunggu cerita yang lebih bagus :):D
    nama : ummi kalsum
    umur : 17 thn

  41. huwaaa annyeon thor reafers baru ijin baca
    suka sama karakter hae yang dingin” gimana gitu
    next thor gak bisa ngomong panjang kali lebar aku pengen baca part selanjutnya gomawo thor fighting aku suka ff author

  42. Huwaa annyeong thor readers baru ijin baca ff nya ya.
    Huuf aku greget deh bacanya
    Aku suka karakter si hae dingin” gimana gitu
    Mian thor gak bisa ngomen banyak” aku masih penasaran part selanjutnya
    Gomawo fighting author

  43. Jarang banget ketemu karakter donghae yang begini.. jarang jarang ada karakter donghae yang dingin . Keren banget kak 👍

  44. kog aku ngerasa disini donghae lagi nyembunyiin sesuatu. dia nikahin yoohee bukan cuma pengen warisan tapi …. nah ini yg aku masih cari :v

  45. Penasaran sama ceritanyaaa, aku suka karakter donghae disini.
    Mau minta pw tapi gapunya tweeter/fb, minta id line ada gak eon????? T^T

  46. Aku udah tahan nafas tuh… eh tbc .-. Bagus ga tbc beneran aku…. aku baru baca sekarang telat banget dah yaaa ga apa apa kan yah .-. Ohiya yang part 2 aku belum nemu .-. Di password kah? Minta pw nya gimana? Aduh panjang banget ini maaf yaa hehe… lanjut teruuuus 😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s