[EunHae Moment] Still You -Ficlet-

Still You

 CoverVixx

Awal tahun yang payah. Oh, ya. Bagaimana tidak, bila aku harus melewatkannya di atas tempat tidur. Menyebalkan! Usus ini tidak kenal kompromi. Seharusnya sepulang dari China, aku bisa menikmati waktu liburku bersama Eunhee dan anak-anak dengan jalan-jalan ke taman bermain. Tapi, apa yang terjadi sekarang? Gara-gara makanan sialan itu, ususku jadi bermasalah. Dan aku harus merelakan lengan mulusku untuk diinfus agar cepat sembuh. Sial!

Kudengar decit pintu terbuka. Ah, itu pasti Eunhee. Sudahlah. Lupakan tentang kemalanganku ini. Aku akan memanfaatkannya untuk mendapat perhatian Eunhee. Akhir-akhir ini kulihat dia terlalu sibuk dengan anak-anak dan kegemarannya menulis. Oh, aku tidak mau dianaktirikan lagi. Ya, aku harus bisa mendapatkan perhatiannya lagi.

“Ini, aku buatkan sup ayam gingseng. Kau harus makan,” katanya sembari meletakkan sup itu di meja nakas.

Cepat, aku menggeleng. Detik berikutnya kudengar ia mendesah. “Kenapa? Kau takut aku menambahkan racun dalam makananmu?”

Ah, payah! “Hee, aku sedang sakit. Harusnya kau berhenti marah-marah terus,” rengekku manja. Cepat, kutarik lengannya hingga ia kembali duduk di tempat tidur. “Aku tidak mau makan kalau bukan kau yang menyuapi.”

Desisan pelan keluar dari mulutnya. Meski terlihat kesal, ia tetap meraih mangkuk sup yang tadi dibawanya dan mulai meniup sesendok untukku. Segera kusembunyikan seringaiku, ketika perhatiannya kembali padaku.

“Ayo, makanlah!”

Aku menurut, dan membuka mulutku lebar-lebar. Kurasakan kehangatan mengaliri tenggorokanku ketika sup itu tertelan. Enak. Tapi…

Sengaja aku menggeleng ketika ia menyodorkan sesendok lagi untukku. “Kenapa? Baru satu sendok. Kau harus menghabiskannya.”

Pura-pura lemah, aku menggelengkan kepalaku. “Aku tidak mau ususku makin sakit dengan makan, masakan itu. Oh, aku mual!” Melalui mataku yang setengah terpejam, kulihat Eunhee mengerutkan kening bingung. Lalu, kurasakan sepasang lengan menyentuh pundakku.

“Kau tidak apa-apa? Mau muntah?”

Lagi, aku menggeleng. Sekuat tenaga menahan untuk tidak menghancurkan sandiwaraku dengan tertawa. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sup itu. Tapi, seperti yang kuniatkan sejak awal tadi. Aku ingin mencari perhatian Eunhee. Dan, aku nyaris berhasil.

“Apa… rasa supnya separah itu?” Kudengar Eunhee bertanya dan aku langsung menjawabnya dengan anggukan.

“Ya, bahkan lebih parah dari makanan di China kemarin,” tukasku sembari merengut. Padahal sebenarnya aku ingin tertawa terbahak-bahak. Melihat ekspresi khawatirnya yang sangat jarang dia tunjukkan itu… membuatku ingin tertawa.

“Kau tidak bohong, kan? Atau aku akan—“

“Oh, perutku!”

Kurasakan tangan Eunhee menyentuh perutku tepat setengah detik setelah aku memekik. “Kau tidak apa-apa? Apa perlu kupanggilkan Dokter Min?”

Kugelengkan kepalaku sambil terus meringis memegangi perutku. Hangat menjalar ke sekujur tubuhku ketika tangannya yang lembut mengusap perutku pelan. Oh, sudah lama aku tidak merasakannya. Dan aku merindukan sentuhannya ini.

“Kau yakin?”

“Ya, aku tidak apa-apa,” kataku dengan suara direndah-rendahkan. Ada bagusnya aku pandai berakting, dengan begitu… aku bisa mendapat perhatian Eunhee lagi.

“Sebaiknya kau minum dulu,” katanya lalu meraih segelas air yang ada di samping mangkuk sup.

Aku bergerak sedikit untuk meninggikan posisi dudukku dan meneguk air itu sedikit demi sedikit. Sialnya, lambung laparku berbunyi nyaring tepat ketika Eunhee meletakkan gelas itu di nakas.

“Oh, kau pasti lapar,” katanya penuh sesal. “Sebentar, aku akan mengecek persediaan roti. Mungkin kau bisa mengganjal perutmu sebelum aku memesan makanan lain untukmu.”

Sial! Terpaksa aku mengangguk ketika ia beranjak dari tempat tidur. Padahal aku masih ingin lebih lama lagi bersamanya. Aku bahkan hampir lupa betapa wangi vanilla dan citrus itu begitu menyenangkan saat ia berada di sisiku. Eunhee, aku benar-benar merindukanmu!

Nah, perutku berbunyi lagi. Kulirik sup ayam gingseng di nakas. Tidak ada salahnya kalau aku makan satu atau dua sendok, iya kan? Kurasa Eunhee tidak akan menyadarinya. Sayang sekali makanan enak itu dibuang begitu saja hanya karena sandiwaraku.

Pelan, kuraih mangkuk itu. Kusuap satu sendok. Enak. Dua sendok. Nikmat. Tiga sendok. Ah, tubuhku terasa lebih hangat. Satu sendok lagi, ya satu sendok lagi. Hmm… enak sekali—oh, kuletakkan kembali mangkuk itu ketika pintu terbuka dan Eunhee mendekat padaku dengan sepotong roti di tangannya.

“Makan roti ini dulu,” katanya sembari mengangsurkan makanan itu padaku.

Sengaja aku tidak merespon, hingga kudengar Eunhee bersuara lagi. “Hae, ayolah!”

“Tanganku pegal semua. Sakit sekali kalau harus kuangkat,” rengekku berlebihan. “Bisakah kau menyuapiku lagi, Hee?” Aku memonyongkan bibirku ketika kudengar desisannya. “Ayolah! Aku lapar, tapi—“

“Baiklah-baiklah…” katanya, tapi tangannya berhenti bergerak sesaat setelah ia melirik mangkuk sup di nakas. Oh, tidak! Jangan bilang dia…

“Kenapa supnya tinggal sedikit?”

“Oh, benarkah?” Aku pura-pura terkejut. “Mungkin ada tikus yang baru memakannya. Ah, kuharap tikus itu tidak mati setelahnya.” Bodoh! Lee Donghae, apa yang kau katakan, huh?”

“Tikus?”

Aku mengangguk. Oh, oh, oh… bolehkah aku bersembunyi? Sepertinya akan ada gunung meletus, sesaat lagi.

“TIKUS?!” Suara Eunhee meninggi.

Ringisanku mungkin sama sekali tidak membantu mencegahnya. Sial! Lee Donghae, kau ceroboh sekali! “Iya, tikus.” Aku tertawa kecil. “Kudengar… ehm… kudengar banyak sekali tikus di kamar ini,” tambahku masih dengan ringisan aneh.

“Ya.” Eunhee mengangguk, ekspresi marahnya berganti prihatin. “Kasihan tikus itu. Apa perlu kusiapkan makam untuknya? Kurasa, ia akan membutuhkannya sesaat lagi.”

“Hey! Kau mendoakanku cepat mati?” Otomatis aku memekik.

Eunhee memasang tampang terkejut dan menatapku seolah aku ini makhluk aneh yang baru pertama kali ditemuinya. “Oh, jadi kau tikusnya?”

Sial! Aku salah bicara. “Hee, ayolah! Aku tahu kau tidak bodoh—”

“Sekali lagi kau membohongiku, aku tidak akan membuatkanmu makanan lagi!” Ia berdiri dan berkacak pinggang. “Dan ya, aku memang tidak bodoh! Aku hanya tidak mengerti mengapa suamiku jadi kenak-kanakan begini hanya karena sakit yang sebenarnya tidak terlalu parah.”

“Tidak terlalu parah katamu?” Eunhee langsung menghentikan langkahnya ketika aku bersuara. “Jadi kau ingin tahu apa alasanku melakukan ini?” Ia masih tidak berbalik dan hanya diam memunggungiku.

“Baiklah, akan kukatakan,” kataku lambat-lambat. Menyadari ia tidak akan merespon, aku melanjutkan. “Aku kesal karena selama beberapa bulan terakhir, kau jarang memerhatikanku lagi.” Jeda sejenak, yang terasa seperti bertahun-tahun. “Kau terlalu sibuk dengan hobby barumu itu. Ya, aku tahu mengurus anak-anak juga salah satunya, tapi… tidak bisakah kau membagi waktumu juga untukku?”

Hening. Masih tetap hening. Aku tidak tahu mengapa dadaku terasa sesak mengingat hubungan kami yang semakin renggang dalam beberapa bulan terakhir. Ia memang ada di sini. Di rumah. Setiap kali aku pulang, ia selalu ada. Tapi, ada yang berbeda. Ia bukan lagi Eunhee yang dulu. Eunhee yang meski tidak bisa bersikap manis, masih selalu memerhatikanku dengan baik. Ia berubah, benar-benar berubah. Aku merasa kehilangan dirinya yang dulu.

“Aku lelah, Eunhee. Kesibukan sebagai idola mengambil sebagian besar waktuku. Dan saat aku pulang, aku ingin… aku ingin sekali merasakan kehangatan seorang istri. Tapi apa yang kudapat? Kau mengabaikanku. Kau malah sibuk dengan notebook-mu dan terus mengetik hingga larut malam.” Dengusan pelan meluncur dari tenggorokanku. “Sampai-sampai aku berpikir, aku ingin menjadi notebook-mu, agar kau terus memerhatikanku, menyentuhku sepanjang hari dengan jari-jarimu yang lembut dan hangat.”

Jeda yang cukup panjang. Namun Eunhee belum juga memutar tubuhnya menghadapku.

Sembari mendesah panjang, aku menambahkan. “Aku tahu. Aku memang kekanak-kanakan, cengeng dan bodoh. Cemburu pada benda mati seperti notebook hanya karena kau terlalu sering memerhatikannya daripada suamimu sendiri. Tapi, salahkah jika aku melakukan semua ini untuk mendapatkan kembali perhatian darimu? Salahkah jika aku bersandiwara untuk mengetahui apa kau masih mencintaiku atau—“

Kehangatan pekat mengaliri jantungku ketika dengan cepat Eunhee berbalik dan mendekapku erat. Aku tidak ingat sejak kapan air mata menetes di pipiku dan memburamkan seluruh penglihatanku. Hangat. Ya, dia masih sehangat dulu. Aku lupa kapan terakhir kali ia mendekapku seerat ini. Yang jelas hari ini, aku merasakan kebahagiaan yang melimpah hingga rasanya jantungku akan meledak saking gembiranya.

“Maafkan aku… maaf.”

Isakan Eunhee terdengar, dan itu terasa seperti pisau yang mengiris hatiku. Sakit. “Sudahlah. Aku juga minta maaf karena membohongimu.”

Kubelai rambutnya dengan lembut. Beberapa saat kami hanya saling mendekap. Saling berbagi kehangatan di tengah cuaca awal tahun yang semakin dingin.

Eunhee melepaskan dekapannya dan menatapku serius. Sepasang mata indahnya menelusuri wajahku dengan seksama. “Aku janji, akan lebih memperhatikanmu lagi. Sungguh.” Ia diam sebentar, lalu kembali bersuara. “Memang, aku terlampau sibuk mengejar targetku. Tapi kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun soal perasaanku padamu. Semuanya masih sama. Ya, masih sama besarnya seperti dulu.”

Dia tersenyum. Maniiis sekali. Oh, apa aku pernah bilang kalau ia adalah wanita pemilik senyum paling menggetarkan di seluruh dunia? Haha, katakan aku berlebihan! Tapi setidaknya, begitulah menurutku.

Aku menangkup wajahnya dengan kedua tanganku. Mendekat, semakin dekat. “Ya, seharusnya kau memang melakukan itu,” bisikku tepat di depan wajahnya. “Dan sebagai hukumannya, sekarang kau harus—“

“Tidak, aku tidak mau!”

Tersentak mundur, mataku melebar ketika Eunhee menjauh. “Tapi—“

“Aku tidak mau mencium Tikus!”

“Hey! Apa kau bilang?”

“Kau tikus bodoh, menyebalkan!”

“Eunhee, ke mari kau!” Sial!

FIN

Oh My God!!! This is WEIRD. Ya, ya… I Know. It Suck. Sorry, Mates! I give you another Trash Fict in 2nd Anniversary of EunHae FictionLand. But I wish, you can enjoy it! Haha… Sorry…
#Slapped

Get Well Soon, Donghae!

And, Happy Anniversary to this ‘Absurd’ Blog! Yay! Haha😀

53 thoughts on “[EunHae Moment] Still You -Ficlet-

  1. hahaha…..
    klo dah skit aj, bru dech mnja na klewatan…..
    crita na singkat tp so sweet bgt….
    GWS bwt uri handsome prince…..

  2. pengen lagi~ kangen masa sama couple ini~
    hahaha #GetWellSoonDonghae and Happy anniversary to this blog! semoga blog ini makin rame,makin banyak fanfic,tidak sepi lagi~ aku berharap ini terjadi~

  3. Kocak bgt, poor donghae. Lagi2 serius menikmati sweet moment ehh eunhee malah mengacaukan dgn menyebutnya tikus hahaha…wahhh kangen sama ff ini. Ditunggu ya next storynya ya

  4. kirain dari awal sampe ending bakalan ngocol terus, ehhhh taunya malah jadi mengharu biru.. tapi aku justru paling suka pas scene itu sih, lebih menyentuh(?)
    soalnya emang katanya gitu kan kalo udah punya anak mah kek mana pasti rada berubah intensitas(?)nya #halahhh #sotoy
    pas pula chara dongdong manja gitu :p

    HAPPY 2nd ANNIVERSARY EUNHAE!!!

  5. Ouuuuh manis bgt..(´⌣`ʃƪ) si tikus tampan ygmanja+cengeng ga ketulungan ini…
    Untung lg sakit kalo ga pengen nyubit tu perut sixpack… (ˇ▽ˇ)-c<ˇ_ˇ)

  6. Hahaha.. I’m sorry eonnie, entah kenapa di ff ini kurang ngerasain feelnya:-/ tp overall keren bgt, aku suka analogi EunHee dengan notebook. Oh romantis sekalee :-*

  7. Tikus yang manja dan cengeng tapi tampan. Wkwkwkwk… Kangen EunHee couple. Btw, nggak ada rencana untk JGM sequel kah?

  8. Hahahaha tikus,. TikusX pinter bgt makan sup,.!!
    Ni bakalan jadi julukan baru,.;)
    Hae,.Hae,. Sakit ja masih bisa bikin ngakak,.!! Pake boong bwt dapetin pRhatianX Eunhee gi, cemburu ma notebook,. Sekalian ja cemburu ma haejin N heejin biar Eunhae makin meradang,.

  9. Happy 2nd Anniversary to EunHae Fanfictionland,.:*

    moga makin baxak karya2 yg disuguhkan N yg jelas makin rame readerX,.
    Yg paling pentin AuthorX sehat selalu,.
    Biyar ga’ ya’ Hae ga’ bisa tahun baruan ma keluarga ragara sakit gTu,.

  10. euhhhhh manjaaaanyaaaa kelewatannnb .hahaha
    donghae donghae bgus juga sandiwaranya ..
    klo ngbyangin klkuan donghae kek gitu pas lagiii sakittt gelii rasanyaa
    minta d perhatikan dgn cra yg teramat kekanakan haha😀😀😀
    hiyaaaaaa kerennn eonn
    aku suka..
    jempol dehh😀😀

  11. Cobaaa… Ajah kalo aku jadi istri mu, hae!!! Kamu ga usah pura2 bohong kaya gitu! #plaaak *ngaur* ‘eunhee asah golok’
    #just kidding

  12. aaaaaaaaaaaaaaaa EunHae *.*
    sumpehh eon imey ngakak pas TIKUS itu mwahahahahaha hae hae hae lagi sakit juga ttep yeee bikin ngakak lucu banget sih kamu :**
    tpi sukaaaa pas hae lagi manja ke eunhee😀

  13. hahhaha..
    kangen ama couple kocak ini ><V

    si ikan kalo atit manja bgt yak –"
    *plok !!

    keren eon keren
    ヽ(^。^)丿

  14. kangen sama eunhae moment >_< akhirnya kesampean juga baca ini😀

    behh.. setelah jadi ikan, kerbau sekarang tikus, ntah besok donge berubah jadi apa jadi pangeran kodok kali :p

    cerita yg begini ni yg bikin aku kangen donge❤ agaknya emang sedikit lupa donge klo ga ada berita, this is another funny story, looking forward for next story ^^

  15. Aduh, itu Donghae oppa kenapa memanfaatkan keahliannya dengan tidak benar… #DicubitDonghaeOppa
    ok ok aku juga merasakannya akhir2 ini, si Myungsoo Oppa lagi sibuk sama jadwal tournya smenjak gabung sama SM Ent. #DiHajarEunheeOnniSamaDonghaeOppa *CurhatModeOn

    ah eonni juga jangan gitu. kasian kan ikannya. Klo ikan di anggurin nanti di comot sama kucing yg lain loh #Plak *GakJelas

    Intinya di cuekin itu gak enak #PengalamanPribadi

    terakhir titip salam sama si kembar yaaaaa

  16. huuaaaa…..kngn eunhae!!!!!!^.^
    dh lma g liat onge yg pabo,cengeng,manja,dan kkanakan🙂
    bca ini sprti bysa,snyum2 sndri eon,kkkkk
    g nygka liat brita kmrn onge skit,pdhl mlmny msh perform d china,ksian oppadeul gr2 jdwlny yg padat mrayap😦

  17. Aku telat ya? Huuuuuuuuuhhhh kesel, kenapa satu harian gak update akunya? =,=

    lupakan!

    Kyaaaaaaa! EunHae aku miss banget ama kalian…. mana Jin Twins? Kenapa gak muncul? #nongolkekamarkeponakan

    Ngakak dah lihat tikus babo itu! Basi, abaaaaaaang! Cari perhatian masa begitu… udah gak jamaaaaaaannn!
    Wkwkwkkwkwkwkwkw

    Tapi, kasihan dianya meluapkan semua kekesalannya lewat kata2nya yang sok teraniaya itu…. ngahahahahaa….
    Tikus babo! Cepet sembuh ya…
    Jangan makan Taco lagi, kalau bisa tutup aja tuh kede(?) #ditendang

    Jangan sakit lagi. Ntar gak bisa jejalan ama Jin Twins ama Eunhee juga…. kapok loh!!!

    #GetWellSoonDonghae

    Eonni…. rilis FF yang lain donk!!!! SERIES BARU MISALNYA!!!😀

  18. Ketinggalan eonn…
    HAPPY 2nd ANNIVERSARY EUNHAE!!!
    Love Ya!

    Semoga kau selalu punya mood yang baik, and yang pasti selalu sehat biar selalu ngeluarin FF baru buat Mates…

    FIGHTING EONNI!!! #nyodorinsiripNemo

  19. Seru…seru abiz,ya meskipun ceritanya pendek tp sngat menghibur,,,,,oia meskipun telat mau ngucapin HAPPY 2ndANNIVERSARY to eunhae fictionland moga dgn bertambahnya usia mkn banyak ff ff yg seru lg dan ff yg msh ngegantung di lanjutkan,pokoknya semangat….semangat….semangat

  20. Happy anniversary 2nd ya Ny.Lee
    wahhh hebat euyy dh ampe 2 taon… semoga panjang umurnya nie blog dan aku akan ttp jadi readers s3tiamu walaupun sering telat baca.. heheh

  21. Yeay🙂 New comer here🙂
    Annyeong ,,,
    Viaa imnida , kekasih tercinta kyuhyun oppa😀 *lohhh

    Happy annv. Ya .. eunhae land🙂 *maaf telat* soalnya baru berjumpa dengan blog inii saya …

    Sekali lagi salam Kenal ..

  22. annyeong haseo ka Aika ^^
    saya new reader padahal nge-bookmark wp kaka itu lama tapi baru smpet mampir hehe.
    ini ff pertama kaka yng saya baca, bagus kak. saya suka ceritanya. itu si dongeknya shy shy cat pas yng dia laper. udahma mengkambinghitamkan tikus bener-bener engga berkepri-tikus-an *pukpuk tikus.
    segitu dulu kak perkenalan dari saya, saya mau baca ff kaka yng lainnya dulu ^^
    sampai ketemu di kolom komentr ff selanjutnya CIAO^^

  23. Aku telat! Ner reader hehehe
    Paling suka ff beginia. Manis, dan menghiibur. Bagian Donghae makn supnya dan mekik itu aku suka. Kebayang ekspresi kesalnya dia yang ngegemesin. Tuhan, aku suka sifat manja Lee Donghae di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s