Haeundae in Love (OneShot)

Kyura

Author: Aika Lee

Cast: Cho Kyuhyun, Cho Neora, Lee Jonghyun

genre: Romance, Friendship

***

“Manekin sialan itu lagi!” jerit Neora sebal sambil menggigiti bibir bawahnya.

Mentari bersinar terik di atas langit Haeundae. Musim panas kali ini terasa lebih panas bagi Cho Neora. Gadis manis asal Seoul yang tengah menghabiskan waktu liburannya di Haeundae itu terlihat menekuk wajahnya sejak pertama sampai di Busan.

Bagaimana tidak?

Cho Kyuhyun. Sahabat baiknya sejak kecil. Sahabat yang selalu menemaninya ke manapun ia pergi, kemarin terpaksa membatalkan janjinya ikut berlibur ke Busan.

Bila alasan tak ikut sertanya ia adalah karena hal lain selain penembakan pada si gadis manekin—gadis yang diketahui Neora sedang dekat dengan Kyuhyun—mungkin perasaan Neora akan jauh lebih baik.

“Jadi, gadis manekin itu jauh lebih penting dariku, Cho Kyuhyun?” Neora masih menggerutu. Menghiraukan orang-orang di sekeliling yang menatapnya dengan pandangan aneh.

Masa bodoh, batin Neora. Ia memang datang ke pantai ini untuk menghindar dari lelaki bernama Cho Kyuhyun itu. Entah mengapa, kedekatan Kyuhyun dengan gadis cantik berwajah mirip boneka dengan tubuh langsing ala model-model dunia hasil tangan-tangan pintar para bedah kecantikan itu menganggu Neora.

“Apa si bodoh itu tak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu?” gerutu Neora sebal.

Neora menghentak-hentakkan kaki di pasir putih pantai dengan bibir mengerucut marah saat mengingat hari itu, di Myeong-dong. Kyuhyun memintanya ikut berbelanja hanya untuk memilihkan sebuah gaun untuk si gadis manekin.

“Sialan—hey!”

“Eh, maaf… aku tak sengaja.”

Refleks, Neora mundur beberapa langkah ketika merasakan sesuatu yang dingin dan basah mengaliri bagian depan sundress jingganya.

“Apa kau tidak punya—“ Neora seketika menghentikan omelannya. Lelaki itu. Lelaki yang tak sengaja menumpahkan orange juice di pakaiannya, adalah lelaki yang sangat tampan. Tubuhnya tinggi dengan otot lengan dan perut yang terbentuk sempurna. Matanya bersorot tajam dengan iris berwarna hitam, hidungnya mancung, bibirnya merah dan sungguh terlihat kontras dengan kulit putih pucatnya yang menawan. Untuk beberapa saat, Neora benar-benar tak bisa mengalihkan perhatiannya dari lelaki itu. Entah mengapa, Neora merasa akrab dengan wajah itu.Wajah tampan itu mengingatkannya pada…

“Air liurmu akan menetes bila terus menganga begitu, Nona!”

Neora terkesiap. Sontak, gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat. Sial! Ia sama sekali tak sadar telah memandangi lelaki itu dengan mulut menganga seperti orang dungu.

Bodoh! batin Neora frustasi.

“Pakaianmu basah, apa perlu kuantar kau ke hotel untuk—“

“Tidak usah,” tolak Neora cepat. “Kau lihat matahari sangat panas, aku yakin bajuku akan segera kering beberapa saat lagi.”

“Hmm… baiklah! Kalau begitu, urusan kita selesai,” Lelaki itu baru akan memutar tubuhnya ketika Neora memanggil.

“Tunggu!” Lelaki itu berbalik dan menatap Neora bingung. “Setidaknya… bawakan aku segelas jus jeruk sebagai permintaan maafmu!” Neora menyembunyikan seringainya ketika menambahkan.

“Baiklah kalau begitu, tunggu di sini!”

Binggo! Cho Kyuhyun… kau pikir selamanya aku tak akan bisa berpaling darimu? Batin Neora puas, Jangan lupa bila aku adalah gadis cantik yang akan dengan mudah menjerat lelaki manapun yang kumau.

Lima belas menit berlalu, lelaki itu muncul dengan segelas orange jus di tangan. “Apa ini cukup?” tanyanya sembari mengangsurkan gelas itu pada Neora.

Dengan senyum terkembang, Neora menerima gelas itu. Untuk sejenak gadis itu terdiam, sengaja berpikir apa yang harus dilakukannya untuk menahan pria itu lebih lama. Neora bosan jalan-jalan sendirian. Ia butuh teman. Setidaknya untuk menemaninya mengobrol sembari menguburkan diri di pasir pantai yang dipercaya sangat baik untuk kesehatan kulit.

“Emm… apa kau juga sedang berlibur di sini?” Neora sengaja bertanya setelah menyesap sedikit jus jeruk di tangannya.

Lelaki itu menggeleng. “Tidak. Aku bekerja paruh waktu di kedai itu,” Neora mengalihkan pandangannya mengikuti arah telunjuk lelaki itu.

“Oh, kenalkan. Aku Cho Neora dari Seoul!” Mengabaikan ekspresi heran lelaki itu, Neora mengulurkan tangannya. Dalam hati Neora berharap, lelaki itu tak membuatnya malu lagi kali ini.

“Lee Jonghyun!”

Senyum Neora terkembang tepat saat lelaki bernama Jonghyun itu menjabat tangannya. Usahanya tak sia-sia!

“Jadi tujuanmu berlibur ke Busan adalah untuk mencari teman lelaki?”

Sontak Neora terkesiap. Suara berat itu… “Cho Kyuhyun?” Neora benar-benar tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Bagaimana tidak?

Bila lelaki yang selama ini selalu menemaninya kemana pun ia pergi. Sahabat karibnya sejak kecil, juga lelaki yang diam-diam dicintainya… tiba-tiba muncul tanpa terduga.

“Kenapa? Kau kaget?” Kyuhyun mendekat. Lalu menjitak pelan puncak kepala Neora. “Bodoh! Kenapa kau tak bilang kalau kau akan berangkat ke Busan? Apa kau lupa kalau kita akan pergi bersama?” omel Kyuhyun.

Sembari mengusap-usap kepalanya yang sedikit nyeri, Neora memandangi Kyuhyun bingung. “Bukankah kau sendiri yang bilang tak bisa ikut ke Busan?”

“Aku tak bilang begitu!” bantah Kyuhyun cepat. “Aku hanya bilang, bahwa aku sibuk karena harus mempersiapkan sesuatu untuk gadis yang kucintai.”

“Itu sama saja!” sungut Neora. Entah mengapa, mendengar Kyuhyun menyebut dua kata itu membuat emosinya meninggi.

“Sama sekali berbeda, Itik!”

“Hey! Berhenti menyebutku Itik! Aku bukan Itik buruk rupa seperti di cerita-cerita itu!” Neora menjauh ketika Kyuhyun mencoba mengacak-acak rambutnya.

“Oh, benarkah? Jadi kau apa? Musang? Anjing? Monyet?”

“Setan bodoh! Aku bukan—“

“Hyeong!”

“Eh?” Kyuhyun dan Neora menoleh. Terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, mereka sama sekali tak menyadari panggilan Jonghyun sejak tadi.

“Oh, Jonghyunnie!”

Kali ini Neora terbelalak. Dengan pandangan heran, ditatapnya dua lelaki tampan itu bergantian. Kyuhyun dan Jonghyun… saling mengenal?

Jonghyun terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya heran sembari berdecak sebal. “Kupikir aku baru saja masuk ke dunia lain dengan dua orang suami istri yang sibuk bertengkar tanpa mempedulikan sekitarnya.”

“Suami istri?” Neora dan Kyuhyun kontan berteriak hampir bersamaan.

Neora masih diliputi kebingungan. Saat ini, ia, Kyuhyun dan Jonghyun tengah berjalan melintasi deretan rumah di kawasan Yeonje-gu menuju rumah keluarga Jonghyun. Neora terpaksa tidak pulang ke hotel tempatnya menginap, karena Kyuhyun memaksanya tinggal bersama di rumah Jonghyun.

Kyuhyun dan Jonghyun bersaudara. Ayah Kyuhyun adalah sepupu Ibu Jonghyun. Bila sedang berdiri beriringan begini, Neora bisa melihat dengan jelas kemiripan kedua pria bertubuh jangkung itu. Hanya saja, tubuh Kyuhyun lebih kurus dibanding Jonghyun.

Pantas saja aku merasa akrab saat pertama kali bertemu Jonghyun, pikir Neora dalam hati.

“Sampai kapan kau akan terus memandangi kami?” Neora bisa mendengar Jonghyun bertanya.

Refleks, gadis itu mengalihkan perhatiannya pada deretan bunga lily yang tertanam di pinggir jalan. Menyembunyikan pipinya yang memerah karena kedapatan mencuri pandang.

“Jangan mengganggu itikku, Jonghyunnie!” Neora terkesiap ketika Kyuhyun melingkarkan lengan di bahunya.

Itikku?

“Aku bukan—“

“Ya, ya… kau bukan Itik, tapi musang betina—aww!”

Neora mencubit gemas pinggang Kyuhyun sembari bergerak menjauhi pria itu. “Cho Kyuhyun, kalau kau berniat membuatku kesal. Sebaiknya pulang saja!”

“Apa hakmu menyuruhku pulang? Aku datang ke mari dengan uangku sendiri. Aku juga datang ke mari tanpa meminta persetujuanmu. Kenapa kau seenaknya saja menyuruhku pulang?”

“Bukankah kau bilang akan menyatakan cinta pada gadis itu? Lalu kenapa kau masih di sini?” Neora menyesal kenapa tiba-tiba mengungkit masalah itu. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ia hanya bisa berharap Kyuhyun akan mengatakan sesuatu seperti ‘ia jauh lebih berarti daripada gadis itu makanya ia datang ke mari untuk menyusulnya’.

“Oh, ya. Aku lupa mengatakan padamu bahwa gadis itu juga sedang berlibur di sini. Makanya aku datang dan berniat menyatakan perasaanku di pantai Haeundae. Sebuah rencana yang romantis bukan?”

Neora terdiam dengan bibir terkatup rapat. Sekuat tenaga menahan diri untuk tak menangis. Neora bisa merasakan hatinya sakit. Seperti ada sebuah anak panah tak terlihat menghunjam tepat di jantungnya. Perih.

Jadi, kedatangan Kyuhyun ke mari juga karena gadis itu? Betapa bodohnya bila ia mengira bahwa Kyuhyun sengaja datang untuknya.

“Hey, kucing-kucing di rumah akan memakan habis ikan bakar buatan Eomma bila kita tak segera sampai!” celetuk Jonghyun yang begitu disyukuri Neora karena ia terbebas dari kewajiban menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Kau menyukai Kyuhyun Hyeong!” Kalimat itu tak diucapkan Jonghyun dengan nada bertanya, tapi entah mengapa Neora mengangguk.

Hari sudah beranjak sore, dan Neora masih saja merasa sedih ketika mengingat pembicaraannya dengan Kyuhyun tadi. Membayangkan apa saja yang akan dilakukan Kyuhyun dengan gadis itu nanti malam, sungguh membuatnya muram.

Neora melihat Jonghyun duduk di ayunan di sisinya. Menatap gadis itu dalam diam.

“Apa Hyeong sudah tahu kalau kau menyukainya?”

Tanpa repot-repot menoleh, Neora menggeleng pelan. Tanpa bisa dicegah, air mata mulai menetes di pipinya. “Aku bodoh, kan?”

“Ya.”

Otomatis, jawaban Jonghyun membuat Neora menoleh. “Apa katamu? Tak bisakah kau sedikit berbohong untuk menenangkan hatiku?”

Jonghyun mendengus. “Untuk apa berbohong bila kebohongan hanya mampu menunda kesedihan dalam waktu singkat? Jika aku jadi kau… aku tak akan memilihnya, karena ada banyak lelaki yang bisa mencintaimu dengan tulus. Kau tahu kan? Lebih baik dicintai daripada mencintai.”

“Aku tak sependapat denganmu,” komentar Neora pendek.

“Ah, aku tak pernah mengerti wanita. Mereka lebih suka menyusahkan diri sendiri daripada mencoba menikmati kenyataan yang ada.”

“Kau sebenarnya ingin menghiburku atau bagaimana?” gerutu Neora mendadak kesal. Gadis itu sudah beranjak dari ayunan yang didudukinya. “Sebaiknya aku pulang ke hotel saja kalau begini.”

“Pulang saja.”

“Hey!”

“Bukankah itu yang kau inginkan? Aku tak akan mencegahmu,” Jonghyun mengangkat kedua bahunya tak peduli.

Sial! Lelaki itu tak jauh berbeda dengan Kyuhyun. Sama-sama berwatak setan!

“Oh, jangan-jangan kau memang tak benar-benar ingin pergi,” komentar Jonghyun santai ketika Neora tetap tak beranjak dari tempatnya berdiri.

“Kau—“

“Baiklah. Kutunggu kau jam 7 malam nanti.”

“Eh?” Neora melongo sembari memandangi kepergian Jonghyun.

“Bodoh! Bagaimana ini?” Neora mondar-mandir di samping tempat tidur. Karena menuruti kemauan Kyuhyun yang memintanya menginap di rumah Jonghyun, Neora tak membawa satu stel pakaian pun. Saat itu Kyuhyun bilang, Neora bisa meminjam baju milik Ibu Jonghyun. Tapi bagaimana bila pada kenyataannya ia harus jalan-jalan malam ini? Tak mungkin kan jika ia harus meminjam baju Ibu Jonghyun?

“Kau itu memang bodoh! Kenapa baru sadar, huh?” Neora menoleh dan didapatinya Kyuhyun menyembulkan kepala di ambang pintu. Sejak selepas makan siang tadi, Neora baru bertemu Kyuhyun lagi.

Mungkin ia baru saja selesai mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyatakan cinta pada gadis manekin itu nanti malam, batin Neora muram.

“Aku dengar dari Jonghyun kau akan berkencan dengannya malam ini? Benar?”

Neora mendengus. “Itu bukan urusanmu!”

Neora bisa mendengar langkah Kyuhyun semakin dekat. “Oh, benarkah? Ya sudah… silakan jalan-jalan dengan pakaian it—“

“Semua ini salahmu! Jika saja aku tak menuruti keinginanmu untuk menginap di sini. Aku pasti sudah bersenang-senang di kamar hotel saat ini.”

Kyuhyun menghela napas berat. “Baiklah. Maafkan aku. Sebagai permintaan maafku padamu, kau bisa memakai gaun ini.”

Neora terbelalak. Gaun itu… gaun yang dibelinya tempo hari di Myeong-dong. Gaun satin abu-abu dengan pelipit hitam dan pita putih di bagian pinggang.

“Bu-bukankah… gaun ini harusnya kau berikan pada—“

“Aku lupa memberikannya. Lagi pula, kau lebih membutuhkan gaun ini daripada dia,” potong Kyuhyun santai sembari melempar gaun itu ke tempat tidur.

Bila tak dalam keadaan sedih, Neora pasti akan langsung menghambur ke pelukan Kyuhyun. Tapi sayang, mood-nya terlanjur buruk. Apalagi dengan kenyataan, Kyuhyun akan segera bersama dengan gadis manekin itu.

“Jonghyun lelaki yang baik, selamat bersenang-senang!”

Jembatan Gwang-an menjadi saksi bisu betapa perihnya hati Neora malam ini. Gadis itu berjalan dalam diam di pinggir jembatan sepanjang 7,4 km itu, menatap keindahan pantai Gwanggalli, Pulau Orkyudo dan Gunung Hwangnyeongsan dengan hati teriris.

Walaupun kini ia berada di sana, tapi pikirannya melayang memikirkan apa yang sedang dilakukan Kyuhyun bersama gadis itu.

“Aku seperti sedang berjalan dengan orang bisu.”

Celetukan pelan Jonghyun menyadarkan Neora. Kontan gadis itu merasa bersalah. Ia yang merengek meminta dihibur, tapi sekarang dirinya malah mengabaikan Jonghyun.

“Maaf, aku—“

“Aku tahu,” potong Jonghyun pendek. “Jujur, aku malas mengikuti rencana ini. Karena entah mengapa… sejak pertama kali bertemu, aku merasa ada yang berbeda denganmu.”

Neora terdiam dengan tatapan bingung. Jelas sama sekali tak mengerti dengan arah pembicaraan Jonghyun. “Apa maksudmu, Jonghyun-ssi?”

“Tapi kurasa… keputusanku tidak salah. Kau memang pantas mendapatkan semua ini.”

“Keputusanku? Mendapatkan apa? Jangan membuatku…”

Kalimat Neora terpotong ledakan kembang api yang menghiasi langit Busan. Namun yang membuat gadis itu membeku dengan kedua kaki nyaris lemas adalah kalimat yang terbentuk setelah kembang api itu menghiasi angkasa luas.

Itik Bodoh, maukah kau selamanya menjadi angsa-ku?’

Kontan, Neora menoleh mendengar suara berat yang sangat dikenalnya. Cho Kyuhyun. Sahabat karibnya. Tampak begitu menawan dalam balutan jas hitam resmi.

“Sebenarnya aku malas memakai semua atribut ini,” mulai Kyuhyun ketika Neora hanya diam memandanginya tak berkedip. “Tapi apa boleh buat? Kata Eomma dan Bibi Minyoo, seorang gadis akan lebih suka pada pria yang berpakaian rapi. Jadi dengan terpaksa… aku memakai jas ini.”

Masih bingung dengan apa yang dialaminya, Neora sengaja menoleh mencari keberadaan Jonghyun. Tapi pria itu tak berada di manapun. Seolah-olah ia hilang ditelan bumi. Jadi, semua ini memang sudah diatur?

“Jujur, aku malas mengikuti rencana ini. Karena entah mengapa… sejak pertama kali bertemu, aku merasa ada yang berbeda denganmu.”

Neora menegang ketika kalimat Jonghyun kembali terngiang dalam benaknya.

“Aku ada di sini, Itik! Apa sebenarnya yang kau cari?”

Neora buru-buru mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun. Lelaki bertubuh jangkung dengan kulit seputih susu itu kini sudah berdiri tepat di hadapannya. Begitu dekat, hingga Neora bisa merasakan perpauduan wangi amber, mint dan sabun yang dipakai pria itu.

“K-kyu… bisakah kau jelaskan semua ini?” Neora bertanya ketika merasa menemukan suaranya kembali.

“Setelah apa yang kulakukan, apa kau masih perlu bertanya?”

“Tapi, aku benar-benar tak mengerti—“

“Bodoh!” Kyuhyun menepuk puncak kepala Neora hingga gadis itu dengan terpaksa mundur selangkah untuk menghindar. “Kau hanya perlu menjawab, maukah kau menjadi angsa-ku?”

Seolah-olah ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. Menimbulkan berbagai sensasi aneh yang membuat Neora nyaris lemas. Cho Kyuhyun. Benar-benar menyatakan cinta padanya? Bukan pada gadis manekin itu?

“Hey! Tak perlu memandangiku begitu… aku memang tampan!”

Neora memukul lengan Kyuhyun pelan, lalu menyurukkan dirinya dalam pelukan hangat pria itu. “Kupikir kau benar-benar akan menyatakan cintamu pada gadis manekin itu!”

“Apa? Gadis apa?” Kyuhyun menjauhkan tubuh Neora. Menatap gadis itu meminta penjelasan.

“Sudahlah, lupakan!” sergah Neora. Ia terlalu bahagia untuk membicarakan gadis manekin itu. “Jadi, sekarang aku bukan itik lagi?”

Kyuhyun menyeringai. “Hmm… selama kau bersanding denganku yang super tampan ini. Kau bisa menjadi angsa.”

“Apa? Lalu bagaimana nasibku bila tak bersanding denganmu?”

Kyuhyun melipat tangannya di depan dada. “Kau tetap itik buruk rupa!”

“Yak! Kau—“

Kyuhyun terbahak. “Itu artinya, kau tak boleh menebarkan pesonamu pada pria lain selain aku. Bila kau melakukannya… aku akan mengurungmu di kamar mandi.”

Neora melotot. Tapi detik berikutnya, gadis itu kembali memeluk Kyuhyun. Begitu erat, seolah-olah ia benar-benar tak ingin kehilangannya. “Justru aku yang akan merantaimu bila sampai kau melirik gadis lain, Cho!”

Senyum Kyuhyun mengembang sembari terus mengeratkan pelukannya di tubuh ramping gadis itu. Beberapa saat, keduanya masih bertahan dalam posisi itu, hingga terdengar…

“Eh? Itu bunyi perutmu?” Neora menjauh dan menatap Kyuhyun yang kini memegangi perutnya. Gadis itu kontan terkikik geli mendapati ekspresi kesal Kyuhyun. “Kau lapar?”

Sial! Kenapa semua ini harus terjadi di saat suasana sedang romantis begini? Gerutu Kyuhyun dalam hati.

“Ini semua karena kau yang terlalu bodoh untuk memahami apa yang kulakukan. Hingga aku harus mengulur-ulur waktu—“

Kyuhyun terdiam ketika tiba-tiba entah atas dorongan dari mana, Neora berjinjit dan mendaratkan kecupan singkat, seringan bulu-bulu merpati, di bibirnya.

“Bagaimana kalau sekarang kita makan?”

Kyuhyun berdeham pelan. Berusaha mengatur detak jantungnya yang meningkat beberapa kali lipat dari sebelumnya. “Ayo!” sambutnya lalu membiarkan Neora menautkan lengannya.

“Kyu,” bisik Neora setelah sekian lama mereka hanya berjalan dalam diam.

“Hmm…”

“Sebenarnya… aku masih bingung dengan Jonghyun,” tambah Neora ragu.

Kyuhyun mengernyit. Dan menendang kerikil di bawah kakinya. “Ada apa dengan Jonghyun?”

Neora menghela napas sebelum akhinya melanjutkan, “Kurasa… dia menyukaiku.”

“APA?!”

FIN

29 thoughts on “Haeundae in Love (OneShot)

  1. aku datanggg~~~
    kukira tadinya kamu ganti dpt ide baru lee, taunya lanjut yg maren tapi awalannya diubah yaa itu?? *apa aku salah inget? :p

    fufufu~ aku daa duga, pasti sebenernya yg dimaksud si epil cwe yg dy suka tu si ChoCO neora :p
    si saeng dikasih sajen sweet gini MASIH niat PUTUS kah dari kyu?? fufufu~ tapiiiiii aku sukaaaaaaaaaaaaaaa ama sifat Jonghyun!! emang pantes jadi TEMAN PERTAMAku!! hahaaa..
    aihhh padahal lebii suka klo neora ama jong.. tp apa daya.. si neorak udh kejerat pesona si iblis sii *peyuk Jong #modus

    ini setting tempatnya ngedetail gitu kamu bener2 maksudnya bwt diva maren yak.. hahaaa.. sayang g sempet ngirim keburu abis waktunya…

    baeklaa~ lanjut ke eunhae moment..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s