It’s You -Part 5-

Part 5

 

 Its you

Author: EunheeHAE

Cast: Donghae (Aidѐn), Eunhee (OC), Cassia (OC), Adѐlle (OC), etc (selebihnya cari sendiri)

Genre: Fantasy, Romance, Family

Lenght: Chaptered

 

 

-Geopegeia-

Donghae terbelalak—terlebih Adѐlle—ketika mendapati dua sosok lain di hadapannya. Dua sosok pria dan wanita yang baru saja mendarat tepat di depan mereka. Terbang. Ya, mereka terbang. Cassia dan lelaki yang dikenal Donghae bernama… Lee Jonghyun?

Berbeda dengan sosok lelaki polos yang ditemui Donghae sebelumnya, kini Jonghyun menampilkan siapa dirinya yang sebenarnya. Kulit seputih susu yang berpendar keperakan, mata sewarna langit, rambut pirang keemasan, daun telinga yang sedikit lebih panjang dan ujungnya meruncing, juga yang tak kalah mencengangkan keberadaan sepasang sayap putih besar di punggungnya. Ouraeans. Makhluk kerajaan langit!

“Kau?” Donghae tak melanjutkan pertanyaannya ketika melihat senyum sinis Jonghyun.

“Apa kabar Pangeran Aidѐn? Aku Nyxie dari kerajaan langit!”

Donghae masih sedikit tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Diliriknya Cassia sekilas lalu kembali lagi menatap Jonghyun. “Tapi, bagaimana—“

“Seperti yang kau ketahui, Ayah Eunhee menemukanku saat dulu aku tersesat dan hingga berusia delapan belas tahun, aku dibesarkan olehnya,” jelas Jonghyun tanpa diminta. “Selama bertahun-tahun, aku sadar ada yang aneh dengan diriku. Aku merasa berbeda. Dan suatu malam di usiaku yang ke lima belas, aku menemukan jati diriku yang sebenarnya.”

“Jadi, selama ini kau meninggalkan mereka dan kembali ke kerajaan langit?” tanya Donghae tak percaya.

“Ya, dan aku kembali lagi saat menyadari sesuatu yang buruk terjadi pada adikku,” desis Jonghyun marah. “Aku bersumpah akan memberi pelajaran setimpal pada pengganggu itu. Ingat Pangeran Aidѐn, kau yang telah membuat adikku berada di ambang kematian. Kalau kau tak berhasil menyelamatkannya—“

“Bisakah kalian tak bertengkar?” gertak Adѐlle masam. “Aku tahu kau mahluk langit sombong, berhenti memamerkan kemampuanmu! Kalau-kalau kau memang ingin keselamatan adikmu terjamin,” tambahnya mengingatkan.

Jonghyun pura-pura terkejut melihat kehadiran Adѐlle di sana. “Oh, ya… aku lupa memberi salam padamu, Tuan Putri!”

Adѐlle mendengus. Gadis itu sudah bersiap memberondong Jonghyun dengan makiannya ketika Cassia menengahi.

“Nyxie, aku membawamu ke mari bukan untuk berdebat dan memperlambat proses penyelamatan adikmu,” katanya dengan nada manja seolah-olah ia dan Jonghyun telah saling mengenal cukup lama.

“Oh, benar. Aku lupa kalau sayap-sayapku yang telah membawamu terbang ke mari!” olok Jonghyun, memberi penekanan berlebih pada kata ‘sayap-sayapku’.

Cassia menyeringai tak peduli, Ia justru melirik Donghae yang hingga kini masih menatap Jonghyun tak percaya. “Dan Yang Mulia, kurasa Raja Marcus memperhatikan keberadaan kita sejak tadi,” katanya pada Donghae dengan kesopanan dibuat-buat.

Disinggung soal Marcus, Donghae tersadar dan sontak menoleh ke arah berlawanan. Benar seperti yang Cassia bilang. Lelaki dengan sorot mata tajam itu memang sedang memperhatikannya. Lengkap dengan seringai marah andalannya.

“Sial. Sepertinya ia semakin murka, kakak!” gerutu Adѐlle tanpa menyembunyikan keterkejutannya. “Dan ini karena kau!” tambahnya sambil menatap Jonghyun tajam.

 

-Donghae Beach-

Eunhee tertegun. Di tengah penerangan pantai yang temaram, Eunhee agak kesulitan menerka siapa pria berwajah tampan itu. Wajah itu… wajah pria mabuk yang tadi sempat menyerangnya itu… ia benar-benar merasa pernah melihatnya. Tapi di mana?

Pria itu kini tersungkur tak berdaya di pasir putih pantai. Bukan karena kekuatan Eunhee yang begitu besar hingga berhasil menjatuhkan lelaki itu dengan mudah. Tapi lelaki itu memang sudah mabuk.  Entah sudah berapa botol soju yang diminumnya.

Eunhee mendekat. Berjongkok di sisi lelaki itu. Dengan hati-hati, Eunhee menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah pria yang kini pingsan karena terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.

“Astaga!” jerit Eunhee dengan mata terbelalak ketika menyadari siapa lelaki itu. “Choi Siwon?”

Ya, Eunhee mengenalinya. Walau ia bukan gadis yang suka menonton televisi atau menghabiskan waktu senggangnya dengan berlama-lama menonton drama-drama romantis yang banyak digemari remaja belakangan ini. Tapi kebohongan besar bila ia tak mengenal seorang Choi Siwon. Aktor merangkap model terkenal yang banyak digilai remaja wanita saat ini.

Tapi… sedang apa ia di sini? Pikir Eunhee bingung.

“Uhuk… uhuk…” Refleks, Eunhee menjauh ketika Siwon terbatuk. “Nona Park… kau kah itu?” racau Siwon namun kedua matanya tetap terpejam.

Nona Park? Batin Eunhee bingung. Mungkinkah ia sedang pergi bersama wanita bernama Nona Park itu? Apakah wanita itu manajernya?

Buru-buru, Eunhee mengedarkan pandangan ke setiap penjuru pantai. Mencari keberadaan gadis yang disebut Siwon. Tapi nihil, pantai Donghae benar-benar sepi. Tak ada orang lain di sana. Hanya beberapa gerombol lelaki paruh baya yang sedang bersantai sambil bermain catur dan minum Soju.

“Park Daera… jangan tinggalkan aku!”

Eunhee terkesiap merasakan tangan Siwon tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya. Seketika itu juga Eunhee berusaha melepaskan diri. Namun, sepertinya tenaga orang mabuk akan lebih besar dari biasanya… ia tak berhasil. Cengkeraman Siwon di lengannya tetap tak mau lepas, justru semakin kuat seiring usahanya melepaskan diri. “Choi Siwon-ssi, aku—“

“Park Daera, aku tak peduli biarpun kau tak hanya melakukannya denganku. Aku tak peduli!”

“Eh?” Eunhee mengernyit mendengar racauan Siwon yang tak begitu jelas. “Dia bilang…”

“Park Daera-ssi, kumohon!”

Sepasang mata indah Eunhee terbelalak. Jadi ia tak salah dengar? Choi Siwon menyebut nama, “Park… Daera?” ulang Eunhee tak percaya.

Apakah Park Daera yang dimaksud adalah orang yang sama dengan yang kukenal? Eunhee bertanya-tanya dalam hati. Tidak! Pasti orang lain. Ada banyak nama Park Daera di negeri ini. Tapi… di pantai ini, mungkin hanya dia…

“Kalau benar begitu… Ya Tuhan, tidak!” Eunhee begidik ngeri. Membayangkan apa yang mungkin dilakukan gadis itu pada Siwon. Gadis jelmaan Nymph yang berbahaya. Seketika itu juga, memori Eunhee berputar pada kejadian sore tadi. Pembicaraan menyangkut pembuktian rumit yang membuat keningnya berkerut.

————————————————–

“Katakan! Siapa sebenarnya dirimu?!” nada suara Cassia memang terdengar ramah tanpa emosi, namun aura yang ditimbulkannya berhasil membuat Eunhee begidik.

Jonghyun meletakkan gitarnya, berdiri dan berjalan mendekati Cassia. Ekspresi takut Jonghyun sirna, berganti dengan seringai lebar yang terlihat aneh di mata Eunhee.

Tak ada yang disembunyikan kakaknya itu darinya, kan? Eunhee baru saja dibuat tak mampu berkata apapun saat tahu Donghae bukanlah manusia biasa seperti dirinya, tak perlu ditambah dengan kenyataan lain yang membuatnya semakin takut kehilangan orang-orang yang dicintainya.

“Kau tak bisa menebaknya?”

Cassia mengernyit mendengar pertanyaan Jonghyun. “Kau ingin bermain tebak-tebakan denganku?” ejek Cassia geli.

Sudut bibir Jonghyun terangkat. “Kalau kau memang hebat, kau pasti tahu!”

Dengan langkah pasti, Cassia mendekat. Mata hazel gadis itu meneliti penampilan Jonghyun dari atas hingga bawah. Mulai dari rambut, wajah, dadanya yang bidang hingga kaki panjang Jonghyun tak luput dari perhatian Cassia, namun yang membuat Cassia bingung semuanya tampak normal. Cassia nyaris tak menemukan petunjuk apapun. Jonghyun benar-benar tampak seperti manusia biasa. Tapi Cassia tak mau dianggap remeh, gadis itu yakin… bahkan sangat yakin bahwa Jonghyun bukanlah Neirdos seperti  Eunhee.

“Apa kau tak ingin menciumku sekalian?” tawar Jonghyun murah hati.

Bila gadis lain yang mendengar tawaran Jonghyun, pasti akan merona dan merasa malu, tapi tidak dengan Cassia. Nymph itu tersenyum tipis. Sembari melipat tangan di depan dada, Cassia melempar tatapan menantang yang sanggup membuat para lelaki bertekuk lutut pada kecantikannya. “Jadi itu yang kau harapkan?” olok Cassia. “Apa kau lupa siapa diriku?”

“Nymph cantik yang mempesona!”

“Tak ada yang bisa lepas dari pesonaku!” tambah Cassia penuh percaya diri.

“Lalu… apa kau sudah bisa menebak siapa diriku?” Cassia bisa melihat sudut bibir Jonghyun berkedut-kedut geli.

Ia ingin mempermainkanku? Batin Cassia masam.

Cassia diam sejenak untuk memperhatikan Jonghyun. Diam-diam Cassia mempertajam penciumannya. Benar kata Jonghyun tadi, harusnya ia mengenali dari aroma pria itu. Aroma Daisy dan Krisan. Bunga yang tumbuh subur di… kerajaan langit?

“Rupanya kau telah menemukan siapa diriku!” Jonghyun membuka keheningan panjang itu, sedang Cassia menyeringai puas.

“Oppa, tolong jelaskan padaku. Apa yang kalian bicarakan?” sambung Eunhee yang sejak tadi tampak semakin bingung mencerna pembicaraan mereka.

“Kasihan sekali adikmu!” komentar Cassia sembari menggeleng pelan.

Jonghyun menghela napas. Ia sadar seharusnya tak membicarakan semua ini di depan Eunhee. Tapi toh Eunhee sudah tahu semuanya. Bukankah akan lebih baik jika ia membuka rahasia terdalamnya juga?

“Oppa, tolong jelas—“

“Maaf Hee, aku tak bermaksud membohongimu!”

Eunhee terbelalak. “Jadi… k-kau, juga bagian dari mereka?”

“Aku bisa menjelaskan semuanya padamu!”

———————————————————-

“Daera… Daera… Park Daera, kembalilah!” Racauan Siwon mengembalikan Eunhee ke masa kini. Choi Siwon. Lelaki itu tampak begitu memprihatinkan. Aktor yang terkenal dengan imej sempurnanya itu kini begitu berantakan layaknya seorang pemabuk yang patah hati ditinggal kekasih.

Dengan pandangan prihatin, Eunhee bergumam lirih. “Aku tak tahu bila efek yang ditimbulkan makhluk bernama Nymph itu sekuat ini.” Eunhee berhenti bicara untuk menghela napas. “Choi Siwon-ssi, semoga aku bisa membantumu!”

-Geopegeia-

Marcus yang berpikir bahwa Aidѐn sengaja memanggil bala bantuan untuk melawannya, jelas merasa berang dan terkhianati. Ia telah membuat kesepakatan secara kesatria. Lantas mengapa pangeran dari negeri laut itu masih memanggil teman-temannya? Untuk melawannya? Untuk berjaga-jaga bila kelak ia kalah?

Pengecut! Umpat Marcus.

Raja Geopegeia itu merasa telah salah menilai. Bahkan tadi Marcus sempat merasa kagum karena keberanian Aidѐn menantangnya sementara ia hanya seorang diri. Tapi kini, kekaguman itu sirna seketika.

“Yang Mulia, apa Anda berubah pikiran?” Suara serak Jerome terdengar. “Anda masih punya waktu untuk merubah keputusan!” tambah lelaki itu diiringi anggukan beberapa pengawal lainnya.

Marcus menoleh sesaat sembari menerima tameng besi yang diberikan Jenderal muda itu. Diliriknya Donghae beserta tiga orang temannya. Dua anggota tambahan, satu dari bangsa Nymph dan satu lagi Ouraeans—makhluk langit.

“Yang Mulia, bukankah sangat mengejutkan bila makhluk langit juga ambil bagian dalam hal ini? Apakah pangeran muda itu semacam penghasut yang meminta bantuan pada kerajaan langit untuk menggempur kerajaan bumi kita? Bahkan mungkin, bisa saja mereka masih menyiapkan beberapa pasukan tersembunyi untuk mengecohmu!”

Mendengar pernyataan penuh hasutan Jerome, Marcus semakin berang. Ditariknya pedang besar dalam genggamannya hingga menimbulkan bunyi bergemerising nyaring. Marcus bisa melihat Donghae terkejut di arah berlawanan.

Bagus, pikirnya puas. Setidaknya pangeran laut itu sadar telah membuat kesalahan besar dalam hidupnya.

“Bagaimana, Yang Mulia?” untuk kesekian kalinya Jerome bertanya.

Setelah melemparkan tatapan tajam pada Donghae, Marcus memerintah dengan suaranya yang tegas tak terbantahkan. “Ser—“

“Sesuatu yang sudah diucapkan tak bisa ditarik kembali!” Suara wanita yang begitu akrab di telinga Raja Marcus menyela cepat. Seketika itu juga, Raja Marcus mengalihkan perhatiannya pada sumber suara. Iris matanya yang semula semerah darah, kini kembali menjadi hitam.

Wanita cantik bermata sipit dengan kulit seputih susu, rambut coklat keemasan yang mengikal di bagian punggung membingkai wajahnya dengan anggun. Wanita itu menggunakan gaun merah dengan sulaman benang emas berbentuk bunga Daffodil di beberapa bagiannya. Marilyn. Ratu Geopegeia. Wanita yang dinikahi Marcus enam bulan lalu. Sekaligus wanita yang membuatnya berhasil mendapatkan tahta Geopegeia.

“Ratu, apa yang kau lakukan di sini?” Suara Marcus yang biasanya terdengar menakutkan kini berubah lembut. Pada awalnya, Raja Marcus sama sekali tak menyangka akan jatuh cinta secepat itu pada calon pilihan sang Ayah. Namun dalam seminggu kebersamaannya dengan Marilyn, dengan mudahnya Marcus jatuh cinta padanya. Bahkan sampai sekarang, Marcus masih berpikir bahwa Marilyn sengaja menggunakan ilmu sihir untuk memikatnya.

“Seorang Raja yang baik tak akan menjilat kembali titah yang diberikannya. Apalagi tadi kau telah membuat perjanjian dengan pangeran dari negeri lain,” Marilyn melanjutkan, mengabaikan pertanyaan Marcus sebelumnya. “Apakah kau mau dicap buruk oleh mereka?”

Marcus diam seketika. Menyadari kebenaran dalam kata-kata Marilyn. “Tapi, dia telah melanggar kesepaka—“

“Itu tidak benar, Yang Mulia!” sela Marilyn tenang. “Kau tahu bagaimana kemampuanku, kan?” tanyanya untuk meyakinkan Marcus. “Pangeran itu tidak melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Nymph dan Ouraeans itu datang sendiri tanpa sepengetahuannya.”

“Begitukah?”

Marilyn mengangguk. “Lagi pula, aku melihat kehancuran setelah kau melawan mereka.”

“Apa maksudmu?” tanya Marcus waspada.

“Berdasarkan apa yang kulihat, mereka akan dengan mudah menghancurkan seluruh pasukanmu, Yang Mulia!”

Marcus mengernyit. “Separah itukah? Tapi mereka hanya berempat—“

“Jangan meremehkan mereka hanya dari segi kuantitas,” potong Marilyn yang terkenal dengan kepandaiannya membaca masa depan. “Nymph itu, memiliki kemampuan menghipnotis dengan suaranya yang akan dengan mudah memutarbalikkan kekuatan kita. Begitu pula putri kecil, adik dari sang pangeran yang memiliki kemampuan sihir yang cukup mumpuni. Belum lagi—“

“Sudah-sudah… aku tak perlu mendengarnya lagi.” Marcus menghela napas cepat.

Senyum Marilyn mengembang. Menampilkan deretan giginya yang tertata rapi. “Lakukan saja sesuai rencana semula—“

“Apakah aku akan menang melawannya?”

Baik Marilyn maupun Jerome terkejut mendengar pertanyaan Marcus. Tak biasanya Marcus bertanya seperti itu. “Sejak kapan kepercayaan dirimu hilang, Yang Mulia?” sindir Marilyn.

Sontak Marcus berdeham. Sial! Batinnya. Walau sang Ratu pandai meramal, wanita itu selalu menolak menceritakan secara keseluruhan tentang kejadian yang akan menimpanya di masa yang akan datang.

Sementara itu di sisi lain, Donghae menghela napas lega. Pangeran Aegeia yang memiliki kemampuan mendengar sangat hebat itu akhirnya bisa tersenyum. Ia bisa mendengar secara keseluruhan isi pembicaraan mereka. Marcus dan pengikutnya.

Rupanya, ada yang berpikiran positif juga, pikir Donghae. Tapi mungkin saja benar apa yang telah diramalkan Ratu Geopegeia itu. Mendadak kepercayaan diri Donghae meningkat beberapa kali lipat dari sebelumnya.

Di tengah keterpesonaannya, Donghae tersentak merasakan sesuatu yang dingin menyentuh telapak tangannya. Adѐlle. Adiknya itu meletakkan sebuah cincin. Cincin perak bermata safir gelap yang dikenali Donghae milik sang Ibu.

“Apa ini?”

“Sebenarnya aku menyimpan ini rapat-rapat,” terang Adѐlle. “Ibu, yang tahu benar tabiatmu menitipkan cincin ini padaku untuk berjaga-jaga.” Donghae melihat Adѐlle menghela napas frustasi. “Awalnya, aku percaya bahwa kau akan menuruti kata-kataku untuk membiarkan saja neirdos itu mati setelah kehilangan Merѐnia. Tapi Ibunda benar. Kau pasti akan membangkang dan memilih datang ke mari.”

“Adѐlle—“

“Cincin ini mustika rahasia Ratu Aegeia. Ibu memberikan ini untuk melindungimu bila hal ini benar terjadi.”

Donghae tertegun. Ia memang ceroboh. Karena kesalahannya, mereka semua harus menanggung beban seberat ini. “Aku tahu. Aku tak sebodoh itu,” gumam Donghae pelan. “Kau bisa pastikan, bahwa aku tak akan mengecewakanmu!”

“Aku tahu kau akan melakukan yang terbaik. Walau aku kecewa karena kau melakukannya hanya untuk neirdos bodoh itu!”

Donghae tak menjawab dan hanya tersenyum samar. “Terima kasih Adѐlle. Bila aku tak berhasil. Kau jadilah Ratu Aegeia yang terbaik.”

“Tidak. Kau akan berhasil, kakak!” sergah Adѐlle mendadak khawatir.

“Apakah acara reuni kalian sudah selesai?” sindir Jonghyun tak sabar.

“Jangan ikut campur!” sembur Adѐlle kesal.

Jonghyun mendengus jengkel. “Aku tak peduli dengan urusanmu, Tuan Putri. Aku hanya ingin mengingatkan bahwa Raja Marcus dan pasukannya sudah siap di tengah lapangan.”

Seketika Donghae tersadar. Benar. Raja Geopegeia beserta para pengikutnya telah menempati tempat di tengah lapangan. Bersiap untuk duel mereka.

“Yang Mulia, jika kau butuh bantuanku. Aku akan dengan senang hati membantumu!” bisik Cassia penuh aura menghibur ketika Donghae maju mendekat ke tengah lapangan.

“Terima kasih banyak, Cassia. Tapi itu tidak perlu!”

Donghae menghentikan langkahnya dalam jarak delapan kaki dari Marcus. Pada jarak sedekat itu, Donghae bisa melihat Raja Geopegeia itu menyeringai sadis dan Donghae hanya membalasnya dengan senyuman samar.

Kau pikir aku tak tahu bahwa kau sempat takut akan kalah melawanku, dengus Donghae dalam hati.

“Baiklah, karena kedua belah pihak sudah siap. Duel akan segera dimulai.” Suara berat Jerome memecah keheningan panjang mendebarkan di antara mereka.

Donghae bisa melihat Raja Marcus menghunus pedangnya hingga menimbulkan bunyi gemerising yang cukup keras. Dalam waktu beberapa detik, pedang besar bersepuh emas dengan ukiran berbentuk naga itu memanjang dan berbubah bentuk menjadi guan dao–sejenis tombak panjang denganmata pisau di bagian depan. Guan dao super besar dengan panjang dua kali lipat dari sebelumnya. Hingga memungkinkan Raja Marcus dapat melukai lawannya dalam jarak yang cukup jauh.

Raja Marcus menyeringai puas. “Apa kau membutuhkan senjata? Mungkin aku bisa meminjamkannya padamu!”

Donghae terkekeh pelan. Mengejek lebih tepatnya. Tanpa menjawab, Donghae yang sejak tadi menggenggam cincin perak milik Ratu Aeneth memejamkan mata. “Abruptio!”

Bertepatan dengan itu, pendar perak kebiruan muncul diikuti berubahnya cincin perak itu menjadi pedang transparan sewarna air. Memang tak sepanjang dan sebesar gada milik Marcus. Tapi warnanya yang transparan dan hanya adanya gelombang-gelombang air kecil yang membedakan, membuat lawan akan kesulitan mewaspadainya.

“Rupanya kau tak sebodoh yang kukira!” sindir Marcus.

“Kau saja yang tak tahu!”

Suara terompet menandai permulaan duel Raja Marcus dan Donghae. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Marcus langsung menyerang menggunakan guan dao super panjangnya. Dengan mudah, Donghae mengelak. Menunduk membiarkan gada besar itu melewati atas kepalanya. Dengan setengah menunduk, Donghae memutar tubuh dan balas menyerang menggunakan pedangnya. Seperti Donghae, Marcus berhasil menahan serangan Donghae menggunakan guan dao-nya hingga menimbulkan bunyi bergemerising nyaring.

Menit-menit pertama duel berlangsung, gemerising pedang Donghae yang beradu dengan permukaan besi gada Marcus mewarnai suasana. Baik Marcus maupun Donghae masih sama-sama kuat. Hanya ada beberapa luka gores di bahu dan lengan Donghae. Sedangkan Marcus, sama sekali belum tersentuh.

Donghae melompat tepat di sisi kiri Marcus yang mulai lengah, menggores lengan atas Marcus yang tak tertutup baju besinya. Marcus menggeram lalu melayangkan tendangannya pada kaki kanan Donghae. Tak terelakkan, Donghae jatuh betumpu pada kedua lututnya. Melihat adanya kesempatan, Marcus hendak menusukkan gadanya namun Donghae dengan cepat menghindar. Membiarkan guan dao Marcus menusuk udara kosong.

Tak menyerah, Marcus menggunakan kesaktiannya. Dihantamkannya tinjunya ke tanah. Sepersekian detik berikutnya, tanah yang ditumpu Donghae bergerak-gerak. Donghae nyaris sekali lagi terjatuh, namun pangeran Aegeia itu berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya dengan bertumpu pada pedangnya yang kali ini berubah wujud menjadi trisula.

Secepat kilat Donghae melemparkan trisula itu ke arah Marcus, dan nyaris saja mengenai leher Marcus bila tak segera menghindar. Trisula itu jatuh menghantam tanah. Namun secara ajaib trisula itu berubah menjadi air dan detik itu pula lelehan air itu kembali ke tangan Donghae.

“Sial!” Marcus menggeram tertahan.

Diputar-putarnya guan dao di atas kepalanya. Tiba-tiba angin kencang menerbangkan beberapa pohon yang tercabut dari akarnya di pinggir lapangan. Pohon-pohon itu nyaris menghantam punggung Donghae. Tapi dengan cepat, Donghae mengarahkan tangannya pada sungai yang membatasi lapangan itu dengan hutan. Seketika itu juga, gelombang air berputar-putar ke tengah lapangan. Gelombang itu menghantam batang pohon tadi sebelum sempat mengenai Donghae.

“Tidak akan semudah yang kau kira, Yang Mulia!” Donghae menyeringai puas mendapati ekspresi Marcus yang mulai kesal.

Raja Geopegeia itu lantas maju, kembali menyerang Donghae dengan guan dao super panjangnya. Tak memberi kesempatan pada Donghae untuk istirahat lebih lama. Dengan lincah, Donghae menghindar ke sana ke mari. Menggunakan kesempatan menunduknya untuk menjegal kaki Marcus. Namun malang, Marcus yang menyadari arah serangan Donghae berhasil memiting lengan pria itu dan langsung mengarahkan bagian tajam gadanya ke leher Donghae.

Marcus mengumpat. Bunyi terompet menggagalkan misinya menebas kepala Donghae. Seketika Marcus berputar dan mendapati Marilyn-lah yang baru saja meniup terompet itu.

“Babak pertama usai,” Marilyn mengumumkan dengan tenangnya. Mengabaikan ekspresi kesal Marcus.

 

-Donghae Beach-

Hujan dan petir menggelegar yang tak hentinya menyambar-nyambar mewarnai suasana malam itu. Eunhee merapatkan jaket coklat tuanya. Menghalau udara dingin yang menelusup melalui tirai bambu rumahnya. Gadis itu melongok sebentar ke luar rumah. Badai besar masih berlangsung. Membuat suasana malam sunyi itu semakin mencekam.

Eunhee menjauh dari jendela. Berjalan gontai ke ruang tengah. Gadis itu menghela napas lelah. Sunyi. Rumah itu semakin sepi setelah kepergian orang-orang yang disayanginya. Mulai dari sang Ayah, berikutnya Donghae dan kini… kakak yang baru saja muncul setelah bertahun-tahun menghilang pun meninggalkannya.

Diedarkannya padangan ke seluruh penjuru rumah. Rumah kayu sederhana dengan berbagai macam benda antik di dalamnya. Bila sedang sendiri, entah mengapa rumah itu terasa terlalu luas untuknya.

“Uhuk… uhuk…” Suara batuk yang berasal dari kamarnya menyadarkan Eunhee bahwa kini ia tak sendiri. Yeah, Choi Siwon. Lelaki itu sedang tertidur di kamar yang sebelumnya ditempati Donghae. Kondisi pria itu cukup berantakan. Memungkinkan orang lain tak akan mengenalinya dalam sekali pandang.

Eunhee menghela napas lelah. Gadis itu kini berdiri di ambang pintu. Mengamati Choi Siwon yang masih terlelap dalam tidurnya. “Seandainya aku tahu cara mematahkan sihir Nymph jahat itu. Dengan senang hati aku akan membantumu Siwon-ssi. Namun sayang, saat ini pun aku tak bisa melepaskan diri dari jerat maut pangeran laut itu.”

-Geopegeia-

Suara terompet untuk kesekian kalinya menggema. Donghae dan Marcus kembali bersiap di tempat masing-masing. Setelah di dua babak sebelumnya keduanya berhasil mengungguli. Di babak ketiga—yang merupakan babak penentuan—harus didapatkan pemenangnya, bahkan mungkin ada yang harus kehilangan nyawanya.

Marcus melesat cepat dengan guan dao-nya, mengarahkan guan dao itu tepat ke jantung Donghae. Donghae menangkis serangan tiba-tiba itu. Mengubah bentuk pedangnya menjadi tameng besar transparan yang berhasil melindunginya dari tusukan gada Marcus.

Menggunakan kesempatan dekatnya tubuh Marcus dengannya, seketika itu Donghae kembali merubah wujud senjatanya menjadi pedang dan menusukkannya pada Marcus yang berhasil berkelit dan hanya mengenai kaki kanan Marcus.

“Aku tak akan membiarkanmu menang kali ini!” desis Marcus penuh amarah. “Kepalamu, akan menjadi koleksi pribadiku!”

Donghae mendengus. “Coba saja kalau bisa!”

Seketika Marcus melompat tinggi-tinggi, dalam arah tegak lurus guan dao besarnya tepat terarah pada leher Donghae. Beruntung Donghae memiliki refleks tinggi yang dalam sepersekian detik berhasil menghindar. Adѐlle yang melihat kejadian itu nyaris maju untuk melindungi sang kakak, tapi dengan cepat Jonghyun menahan bahu gadis itu.

“Lepas!” Adѐlle memekik frustasi.

“Aku tak akan membiarkanmu menghancurkan segalanya!” desis Jonghyun tajam.

“Makhluk langit sialan!”

Jonghyun mendengus berbahaya. “Ini menyangkut nyawa adikku!”

“Juga kakakku, kalau kau tidak lupa!” geram Adѐlle tak mau kalah. Keduanya pun saling beradu pandangan tajam selama beberapa menit. Hingga nyaris melupakan bahwa kini Donghae dan Marcus masih terus terlibat dalam pertarungan sengit.

“Aku cemburu, Nyxie!” Suara lembut Cassia seketika itu juga mengalihkan perhatian Jonghyun dari Adѐlle.

Sontak Adѐlle menjauh setelah sadar tubuhnya berada begitu dekat dengan Jonghyun, bahkan nyaris menempel. Dan entah mengapa, ada sesuatu yang aneh menjalar di sudut hatinya. Sesuatu yang hangat dan menggetarkan.

Sial! Maki Adѐlle dalam hati.

Berusaha menghindar, Adѐlle kembali mengalihkan perhatiannya pada Donghae dan Marcus yang sampai kini masih berduel. Darah segar bahkan telah mewarnai pakaian mereka. Tapi seolah tak kenal lelah, kedua pria dari negeri berbeda itu tetap berusaha sebaik mungkin menunjukkan kehebatan masing-masing.

Kali ini Donghae dengan gelombang air yang bergulung-gulung berhasil menghantam Marcus hingga raja Geopegeia itu terlempar sejauh beberapa meter ke belakang.

Geraman Marcus meluncur dari tenggorokannya. Dengan cepat lelaki bersorot mata tajam itu bangkit. Diarahkannya guan dao miliknya ke arah Donghae. Memutar-mutarnya keras hingga sekali lagi angin keras menerpa. Kali ini angin kencang itu berhasil menerbangkan batu besar yang seketika itu juga mengarah pada Donghae.

Donghae tak menghindar, bahkan ia menjadikan batu besar itu sebagai pijakan untuknya melompat mendekati Marcus dan menghunuskan trisulanya tepat di dada Marcus. Sontak, Marcus memejamkan mata tak bisa berkutik karena tersudut di antara Donghae dan pohon besar di belakangnya. Pasrah. Mungkin ia memang harus kalah.

Namun anehnya setelah beberapa detik berlalu, Marcus tak merasakan sakit sama sekali. Ketika membuka mata, Marcus menyadari Donghae menghentikan ujung trisula-nya tepat beberapa mili di dada Marcus.

“Bunuh saja! Kau akan menyesal bila tak membunuhku!” geram Marcus dengan nada rendah.

“Aku ke mari bukan untuk membunuhmu!” desis Donghae, bertepatan dengan itu terompet kembali bergaung.

“Saat ini, telah didapatkan pemenangnya!” suara Marilyn menggema, “Yang Mulia, kurasa kau harus menyerahkan apa yang menjadi kesepakatannya,” tambah Ratu Geopegeia itu dengan senyum terkulum. Wanita itu senang? Yeah, Sebenarnya, Marilyn sudah tahu hal ini akan terjadi, dan ia sengaja membiarkan Marcus kalah. Ratu Marilyn berpikiran… sekali waktu, Raja Marcus memang harus dikalahkan untuk mengurangi kadar kesombongannya.

“Tapi sesuai kesepakatan, Galѐnia hanya akan diberikan bila ia berhasil membunuhku. Aku bahkan belum mati sekarang!” bantah Raja Marcus keras kepala.

“Semuanya juga tahu bahwa kau saat ini masih bisa hidup karena kebaikan hati pangeran Aidѐn,” ucap Marilyn bijak.

“Tapi—“

“Bahkan, aku harus berteima kasih padanya karena tak membiarkanku menjadi janda di usia semuda ini,” sela Marilyn, mengabaikan protes Marcus.

Raja Marcus tertegun. Apa itu artinya, Marilyn tak ingin kehilangannya? Seketika itu juga relung hatinya menghangat. Marilyn, mengkhawatirkannya! Ya, wanita itu memikirkan keselamatannya.

“Kita tak punya banyak waktu, kakak!” Suara Adѐlle memecah keheningan panjang itu.

Sadar, dirinya telah membuang waktu cukup banyak. Donghae segera menatap Raja Geopegeia itu. Dalam beberapa jam lagi jangka waktu kesepakatannya dengan sang Ayah akan habis. Dan bila itu terjadi… tidak, Donghae tak bisa membayangkan bahaya apa yang akan mengancam Eunhee saat waktunya tiba.

“Yang Mulia—“

“Ambillah!” potong Raja Marcus sebelum Donghae sempat melanjutkan kalimatnya. Walau tidak rela, Raja Geopegeia itu akhirnya menyerahkan juga apa yang diinginkan Donghae. Toh, benda itu dulunya memang milik Raja Aegeia yang sengaja dicuri untuk menguatkan pertahanan kerajaan bumi.

“Terima kasih, senang berduel dengan lawan sehebat dirimu!” gumam Donghae sebelum melesat pergi bersama ketiga teman lainnya.

Aku juga, batin Raja Marcus lengkap dengan seringainya.

-Donghae Beach-

Donghae disambut dengan pemandangan mengerikan setibanya ia di pantai. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, pantai itu sepi. Hanya tampak segelintir orang yang tengah menangisi puing-puing tempat tinggalnya. Hampir seluruh bangunan yang semula berdiri megah di pinggir pantai hancur mengenaskan. Sudah bisa dipastikan bahwa badai super besar telah memporak-porandakan tempat itu dengan tak manusiawi.

“Kita terlambat!” gumaman kaget Adѐlle menyentak Donghae.

Refleks, Donghae bergerak cepat menuju tempat yang sudah tak asing lagi baginya. Hatinya mencelos. Rumah kayu itu. Rumah yang menjadi tempat tinggalnya dengan Eunhee selama ini, hancur tak berbentuk. Atap dan sebagian besar dindingnya hancur terseret gelombang besar air laut. Hanya tinggal beberapa kursi kayu yang tersangkut pada bebatuan di pinggir pantai.

“Tidak!” jerit Donghae dengan perasaan hancur. “Eunhee! Di mana kau?”

“Kakak, Ayahanda pasti—“

“Kita hanya terlambat beberapa jam saja!” potong Donghae geram. “Tak bisakah ia menunggu sebentar saja?”

“Kau tahu bagaimana Ayahanda. Ia tak akan menarik ucapannya kembali,” Adѐlle bergumam skeptis.

Donghae menggeram frustasi. Genggamannya mengerat pada puing-puing kayu lapuk yang tersisa. Perjuangannya sia-sia. Ia bahkan telah mempertaruhkan nyawanya sendiri. Semua itu tak berguna bila pada akhirnya sang Ayah menghancurkan tempat itu tanpa ampun. Membunuh dengan tak manusiawi, gadisnya yang dengan sepenuh hati berusaha ia selamatkan.

“PECTEUUUS!!! Tak bisakah kau memberiku waktu sebentar saja?” teriak Donghae dengan geraman marah pada laut lepas di hadapannya.

“Apakah itu artinya, adikku tak terselamatkan?” desisan keras Jonghyun seketika itu juga membuat Donghae terhenyak.

Perjuangan panjang itu…

Tak akan ada artinya, bila dalam semalam semuanya berhasil dipatahkan begitu saja. Menyedihkan!

Donghae_

 

TBC

Hiyaaaaaahhh… akhirnya, semoga masii ada yg inget ama FF GaJeku yg satu ini yah?? maap karna lama nunggu dan maap juga klo mungkin hasilnya gak seperti yang kalian harapkan. Otakku makin aneh dan gak tau ke mana arah perginya. Ya sudah, mohon dibantai sajalah kalau begitu! *kabur naek sapu terbang*

47 thoughts on “It’s You -Part 5-

  1. hoakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk LEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!! bisaan bikin seobangkuh setragis ituuuu!! mana liat foto di dorm tadi.. hoakakkkkkkk.. berasa jahat benjet aku!!

    ahh~ ternyata g ampe ngissu si jonghyun?? :p
    eia, agak2nya aku nyium aroma2 awal percintaan siwon-eunhee?? kekeke~

    MEYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY!!! TAMATLAH RIWAYATMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!! BININYA MARCUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! hoakakkkkkkkkk *gulung2 keprerosok ke hati jonghoon❤

    cieeeeeeeeeeeeeeeee~~ mey jadi cenayang!! suitsuittt

    entah kenapa baca kata MUSTIKa langsung kebayang ojek elang!!! hoakakakkkk

    “Bahkan, aku harus berteima kasih padanya karena tak membiarkanku menjadi janda di usia semuda ini,” sela Marilyn, mengabaikan protes Marcus. <– adoooooooooooooooooohhhhhhh masihh ngakak aku bayangin mey suami istrian ama marcoooossss!!

    wadooohhh?? kena semacam tsunami gitu pantai donghae?? tp firasatku mengatakan eunhee aman ama siwon.. kekeke~

    LANJOTTTTTTTTTT!!!!

  2. PERTAMA!! LEE JONGHYUN!!! STOP TEBAR PESONA!!

    KEDUA!!! PARK DAERA!!!!! KAU INI…. pan udah dapet siwon eon… masak iyah mau godain Jong juga… dia masih bau kencur.. jelek.. abs-nya g sebagus siwon.. masih kecean siwon kemana-mana.. suer deh… *tebar kolor siwon

    KETIGA!! ATAS IDE SIAPA MARILYN DIMASUKIN KEMARI!!! makin menjadi pan nih kopel… bener deh.. lebih menyatan M2M daripada Kyutoria..

    KEEMPAT!! NAPA MOMENNTA ADELLE AMA JONG DIKIT AMAT EON????

    KELIMA!! aku pengen maki2 M2M… kapan bisanya???

    KEENAM!! hehehehe kenapa pas perang namanya Donghae yah.. pan dia disono jadi pangeran, asikan pake Aiden eon.. AIDEN vs MARCUS.. hahahha

    KETUJUH!! ibu author yang manis, unyu, dan minta di giles.. jangan bikin adelle makin menderita yah… jebbal.. T___T *dibunuh eunhee eon

    • Hoakakakakkakkkk… AMPOOOOONN!!! RIKA adikku sayaaaang yg paling manis *cuih* :p
      SarangHAE❤❤ _< #Plokkk

      Pan di awal aku daa bilang, kagak bisa ama KYU. Lagian ini Marcus bukan KYU. Klo KYU buat kamu daaah wkwkwkwkk *ngerayu*

      Ntar deee kubanyakin moment Adelle Jong, lagian pan ini masii perang masa iya mau mesra2an? huh?? EunHae malah kagak ketemuan noh di part ini ekekekkek

      Iyasii bagusan Aiden-Marcus… tapi udah terlanjur aku nyebut Donghae dari awal. Bakal aneh klo kurubah jadi Aiden ekekkeke

      Terakhir, SarangHAE❤❤❤

      • aku emang manis tau….😛

        hehehe lupa eon.. tapi kan ga ada adegan2nan M2M… eon mao bikin aku jantungan malem2 inih… fufufufuufu *siapin mantra buat marilyn

        asekkkk tpi feeling masih belom enak.. momment apaan dulu inih?? mesra apa tragis?? eon pan hoby mencabik-cabik perasaan orang.. >< *lebbe

        gimana mao adegan.. si eunhee lagi terperosok jurang pesonanya SIWON gitu,,,,

        ehh iya jugasiii.. gapapa deh.. tetep kece badai kok… ^_^

        eonni sekarang belajar ber-ALIBI kah??

      • Brrrrrrr…. gulanya kurang banyak, jadi kurang manis :p

        Hoakakkkkk… trus, kamu maunya apaan coba?? hmm?? *ditanya malah nanya*
        Halah… enggaklah, cintanya Eunhee cuma buat HAE seorang #ngoookkk

  3. KAGAK JADI BACA BESOK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    UDAH KESEL AMA ANDROID MAKIN KESEL LAT TULISAN TBC NONGOL >.<

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa AIDEN kau sungguh mnawan sayoooooooooooooooong *ciyum mesrah*
    duel sengit melawan Si marcus yang beristrikan…..MARILYN???????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    apakah ini pertanda bahwa LEE HYUKJAE aka EUNHYUK alias MONYET atau MONGKEH itu resmi kau ceraikan tante mey???????????

    HAHAHHAHA AKU SIAP MENAMPUNG*PLAK!

    si siwon kenpah jadi sekarat begitu dah??ntar cinlok lagiama eunhee yang menye-menye*ANDWAEEEH!

    itu si jong ngembat cassia ama adelle sekaligus???yasalaaaaaaaaaaaaaaaaammmmm -_-

    AIDEN BURUAN SELAMETIN NEIRDOS MENYE-MENYE EUNHEE!!!!!!!!!!

    eyaaaaaaa percikan api asmarah mulai menggelorah di mana-mana😉

    LANJOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT

  4. bwkwkwkwkwwkwkwkkwk
    siwok aka siwon brewok..tragis bener nasibmu bang..binimu aja sibuk tebar pesona dimanapun dan kapanpun..
    pas banget tadi aku post tu picku brewokan si siwok d dorm yah..
    hahahaahahhhaahahh
    TRAGIS😀

    tuYULLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL…!!
    APAAHHHHH??
    MENIKAH????
    JADI JANDA??
    ALLAHUAKBAR..!!
    pantesan sebelum baca ajah aku udah ngerasa aura membunuh inih gegara udah baca komenan d FB..
    >________________________<
    keknya si Adelle yg lebih napsu bikin aku jadi janda..
    saeng saranghae❤❤❤
    #ngacir k nyawamart belanja nyawa

    ntar mah aku banyakin baca FF fantasy dah cuy biar kagak ngesot2 amat akuh..
    wkwkwkwkwkwwkwkwkwk

    • kamu nulis Siwok, aku jadi inget ama Siwak…. hadeeeuhhh >_<
      Hoakakakakkkkkk…
      Lha?? bukannya dirimu udah jadi JANDAnya UNYUK yak? wkwkwkwkwkwk

      Iyah… baca FF fantasy yg banyak yak…. biar gak nemenin si Rika Ngesot :p

  5. setelah sekian lama nih ff menghilang (?) akhirnya nongol lagi kelanjutannya🙂
    oen penasaran bgt sama ceritanya,,,
    tapi lumayan terobati sekarang,,,,

    scene yg paling seru itu pas duel maut*apadah* antara marcus-donghae,,,,fantasinya bener” kerasa disitu,,,,
    jonghyun-adelle juga sweet deh,,,banyakin dong scenenya,,,,

    setelah eunhee tau semuanya,apa yg bakal terjadi???
    kemana pula si eunhee???
    oen selalu setia menanti kelanjutannya nih saeng,,,,
    semangat ya,,,,

  6. 2 hari ga OL jd ketinggaLan ma info inihh… ehh da lanjutan it‘s you part 5
    *lgsg meluncur ke WP*

    tapi..tapi.. pas baca kok rada lupa yah ma part sblmnya jadi rada ga nyambung githu. Hmmm… jadi saya harus baca lagi dehh…

    OkreLah kaLo begitu… *mundur ke part sblmnya*

  7. EUNHEEEEEEEEE …. DI MANA KAMU HAAAAAHHH??? YA AMPOOON, SINI AKU TABOKIN!!! Apa-apaan orang udah tarung ampe ekeh berjengit bacanyah, ettdah tiba2 rumahnya ancur aja gtu?? Woooooyyyy Eunhee babo, emangnya kaga ninggalin nomor hape ke abang aiden hah??

    Ini aku ga mau bantai ah, aku mau nangis aja rasanya… Ini ff detail ih pas berantem. Aku aja puyeng bikin scene berantem sungmin vs jungsoo dan lima pengawal -_-

    Aku cuma mau bilang, si adelle tiap manggil ‘kakak’ Mestinya huruf K diawal itu kapital. Dan ada typo pas “padangan” mungkin maksudnya “pandangan” yah… Aku jadi laper aja, inget makan padangan huahahahahah… Over all DAEBBAK!!!

    Dan sama ini : Memang tak sepanjang dan sebesar gada milik Marcus. (hoagahaaaha langsung mikir, oh donghae pendek yaahhhhahaahahahha) #okebecanda #abaikan

    Seriously, GADA ITU APA?? Setau aku, gada itu kayak yg ada di jaman batu, yg kayu panjang gtu.. Bulet gtu lah yah… Kayak pemukul kasti lah tauk dah… Lah di sini kok ada tusuk2an pake gada yah?? Bukannya yg nusuk itu pedang?? (bang umin punya pedang panjang kan yahh) #liatdonk #plakk

    Ya gtu dah. Dan tanggung jawab ih, Tuberculosis di saat2 kek begonoh??!!! Nyari masalah deh. RIBUT AJA YOKK!!!

    Lanjoooot… Ppaaaliiiiiiiiiii >.<

    • AAAAAAAAAAA!!!! GOMAMING Eonnieeeeeee!!!
      Miaaaann… iyanih, aku gegabah maen publish aja padahal belom riset juga bentuknya kek gimana, waktu aku browsing langsung cengo… dan ternyata aku udah salah hahaha…
      Gomawooo sekali lagi Eon, udah aku benerin sekarang. Lain kali jangan luoa dikasii koreksi lagi yak ^_^

      • Gyahahhahaa… Ternyata salah yah. Kekkeee Kirain kali gtu di korea ada gada versi lain. Sip siiipp… *pelluk ciyum D̸o̸n̸g̸h̸a̸e̸ Haejin dan Heejin* muahmuahmuaahh #sedotubunubunnya

        Lalala ƪ(ƪ’⌣’) (‘⌣’ʃ)ʃ yeyyee ƪ(ƪ’⌣’) (‘⌣’ʃ)ʃ.

  8. wahh…akhrny post jg ff nya,hmpir lp ma pangeran aiden gr2 pngeran haejong,hehe
    kq q bcnya jd kpkiran hae d spectrum y eon,hahaha
    hee g mgkn mti kn eon,q hrap happy ending ja,soaly hae uda sush pyah mlawan marcus dg prtrungn yg seru abis n super mnegangkn,q kira marcus bkal kalah dan mati,tp hae g sjhat it,jd lega🙂
    next part mg g lama2 dh,q tngu eon,fighting!!!!

  9. Akhirnya publish juga ya-_____- ff yg 1 lagi kapan dilanjut kaka??

    Eh itu ciusaaan eunhee nya kemenong? Uwooh terlambat dikit aja lgsg ┒(˘- ˘ )┎

  10. wuiihhhh akhirnya ff ini kamu lanjutin juga ssaeng.. (mian akunya yang telat baca kkk)
    hemm ternyata si marcus uda punya istri ya.. aku nggak nyangka..
    hoho kemana si eunhee ma siwon,, penasaraaannnnn
    lanjut lanjut.. lanjut lanjut…

  11. ONNIE, KAPAN DI LANJUTIIIIIIIIIIIIN?

    Udh lumutan nih nunggunya

    trus ntu oppa tiri aq *ngelirik siwon* ama onnie Eunhee kmna? Jgn lama2 di kurung

    #pletak *dijitak author*

    nyengir di pojokan
    ^^v

  12. dan TBC pun melanda…

    #gantungauthor

    hoakaakakkakakak…..
    untung marilyn gak jadi menjandaaa….

    ngakak pas baca dialog yang berterima kasih sama dong-dong…..

    itu sih jonghyun napa ngembat dua orang sekaligus?????
    #hadeeeuhh

    nanti itu adelle sama jonghyun kah????

    atau sama cassia?
    trus siwon kek mana?
    trus eunhee kemana ngilang?
    apa pectus beneran yang ngelakuin itu?
    kesian tahu!!!

    eeh… bang won ma eunhee kemna cobak diumpeti? atau ngabur mereka?
    andwae lah pokoknya, jgn smpe jatuh cinta ntu eunhee ma bang won, udah bang won sama casssia ajja…. #nyengir

    eh,,,, cassia malah enakan tebar pesona…
    hoakakakakakka, nasibmu malang bang!
    #akumenunggukok

    thanks banyak lah ma dewa neptunus #halah…
    itu si ikan lee-lee ku udah menang dari maskus horisontal…#haaahh?

    tapi, mengingat sambungannya belom ada, aku gak tenang nih…
    ngibrit ke tetangga nyaris tok FF? #apaansih

    lah, eonn kapan dilanjut sayang? kau tak mau membuat readers mendemo kan?
    atau udah pada demo?
    iyah, secepatnya ya eonni chagi…
    atau bakal ku demo ke gedung SME #jiaaahh
    sudahlah, udah cukup oneshoot nih komek ku…
    #kisseueonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s