BOY or GIRL?! –EunHae Moment-

EunHaeeditcroped

Allohaaaaaa…. Lama tak menyapa kalian MATES!! Dengan sangat menyesal aku terpaksa membatalkan FF Trilogy-ku sebagai FF Comeback-ku setelah sekitar dua bulanan ini aku vakum. Entah, pengerjaan FF itu cukup memeras otakku. Tapi karena tak ingin kehilangan moment bulan Desember 2012 ini yang artinya tepat bulan kelahiran anaknya EunHae, jadi yah… terpaksa aku jadikan FF EunHae moment ini sebagai FF comeback-ku. Ada yg kangen gak ama couple ini? klo ada, lets check this out, Mates!!!
Saranghae❤❤❤

-SM Building, 12 Desember 2012-

“Hari apa ini?” Donghae berteriak tepat saat sebelah kakinya turun dari van perusahaan yang mengantarnya dari bandara. Tanggal 11 Desember 2012 kemarin, Donghae dan kawan-kawannya di Super Junior M mengadakan Showcase di Malaysia dan dini hari ini mereka berdelapan telah kembali menginjakkan kakinya di Seoul.

“Bisakah kau tak berisik? Aku masih ngantuk!” gerutu Eunhyuk lalu melangkah melewati Donghae sembari menggaruk-garuk kepalanya.

“Hari Rabu,” sahut Sungmin sebelum Donghae sempat mengeluarkan omelannya. “Kenapa? Kau jadi membuka cafѐ-mu hari ini, kan?”

Donghae terbelalak lalu menepuk kepalanya sendiri. “Babbo!” desisnya pelan.

Melihat tingkah Donghae, kening Sungmin berkerut bingung. “Kau tidak sedang melupakan acaramu sendiri, kan?”

“Donghae Hyeong kan sudah tua, jadi wajar kalau dia pelupa,” celetuk Kyuhyun dari arah belakang.

Sungmin mendengus. “Lalu kalau Donghae kau bilang tua, aku apa?”

Kyuhyun menyeringai jahil. “Tua kuadrat!”

“Yak!” Sebuah jitakan keras mampir ke puncak kepala Kyuhyun sementara Donghae, Henry, Ryeowook dan Zhoumi yang menyaksikan adegan itu tertawa terbahak-bahak.

“Hyeong, jadi benar kau melupakan acara itu?” pertanyaan Ryeowook seketika menghentikan tawa Donghae.

Untuk kedua kalinya, Donghae menepuk kepalanya sendiri. “Tidak, bukan itu. Kalau acara itu aku tak mungkin lupa, Hyeong hampir setiap menit selalu mengingatkan aku,” jelas Donghae terburu-buru.

“Lalu? Kenapa ekspresimu seperti itu?” tanya Zhoumi penasaran.

“Aku lupa kalau ini hari Rabu. Dan bunga untuk Eunhee belum kubeli!”

“Apa? Bunga?” tuntut Zhoumi tak mengerti.

Sungmin terkekeh pelan. “Aigoo… pergilah Hae, belilah mawar yang banyak! Jangan lupa tambahkan puisi juga,” ledek Sungmin.

Kyuhyun mendengus keras. “Assshh… kupikir ada masalah besar karena kau melupakan acara pembukaan The Grand Place. Ternyata hanya masalah romantisme cengeng macam—Yak, Hyeong! Kenapa kau menyeretku?”

“Sebaiknya kau segera masuk sebelum membuat masalah lagi,” Sungmin membalas sambil terus menarik lengan Kyuhyun menjauh.

 

-Tra Palace Apartment-

Donghae menghentikan Audi putihnya tepat di basement gedung apartemennya. Setelah hampir dua jam menunggu toko bunga langganannya buka, akhirnya Donghae mendapatkan apa yang ia inginkan. Sebuket bunga mawar merah.

Yeah, semenjak secara diam-diam membaca Diary Eunhee tiga bulan lalu, Donghae memang berjanji setiap Minggu atau lebih tepatnya tiap hari Rabu ia akan membelikan bunga untuk calon Ibu dari anak-anaknya itu. Terbukti, selama tiga bulan ini Donghae tak pernah absen mengirimi Eunhee bunga setiap hari Rabu tiba. Kendati ia berada di luar kota atau luar negeri, Donghae akan menyempatkan menelepon toko bunga langganannya untuk mengirimkan buket bunga itu pada Eunhee.

Sejatinya, hari ini Donghae juga berencana mengirimkan bunga itu saja karena beberapa saat lagi ia harus kembali terbang ke Taiwan untuk pembukaan The Grand Place. Tapi setelah membaca pesan yang dikirimkan Eunhee beberapa saat lalu, Donghae terpaksa mengurungkan niatnya menghadiri acara pembukaan cafѐ-nya itu. Eunhee sedang hamil besar. Menurut perkiraan dokter kandungannya pun, kemungkinan bulan ini akan melahirkan. Bukan hal yang lucu kalau ia memaksa berangkat, sementara Eunhee harus berjuang seorang diri melahirkan anaknya. Tidak, Donghae bukan suami seperti itu!

Dengan langkah tergesa, Donghae menaiki lift menuju apartemennya. Bahkan karena panik, Donghae hampir saja melupakan buket bunganya.

“Babbo!” gerutu Donghae setelah kedua kalinya memasuki lift. Ya, Donghae benar-benar khawatir dengan kondisi Eunhee. Tidak biasanya, wanita yang hampir dua tahun ini dinikahinya itu mengirim pesan memintanya cepat kembali. Bahkan kalau memungkinkan, Donghae ingin terbang saja ke lantai 12 di mana apartemennya berada. Tapi sayang, Donghae tak punya sayap!

Setelah membuka pintu apartemennya, Donghae langsung menghambur ke kamar tidur utama. “Hee, kau tidak apa… apa…” pertanyaan Donghae menggantung mendapati kamar bernuansa putih dan biru itu kosong. Seketika itu juga kekhawatiran menyergapnya.

Tidak. Tak mungkin Eunhee dilarikan ke rumah sakit tanpa memberitahuku kan? Batin Donghae panik.

“Hee, kau di mana?” teriak Donghae untuk kesekian kalinya ketika tak menemukan Eunhee di manapun. Dapur, kamar mandi, kamar tidur utama dan ruang tengah. Buket bunga yang tadi didekapnya pun, tak tahu ia tinggalkan di mana. Hanya satu tempat yang belum didatangi Donghae. Kamar calon anaknya. Ya, kamar bernuansa laut yang sengaja dibuatnya untuk menyambut sang calon buah hati.

Dalam dua langkah lebar, Donghae menghampiri kamar berpintu biru itu lalu membukanya. Kelegaan menyergap Donghae mendapati Eunhee sedang tertidur di sofa biru kamar itu. Ya, wanita itu tak mendengarnya karena sedang menggunakan headset.

Donghae mendesah lega. Teringat pada buket mawar yang entah ditinggalnya di mana, Donghae keluar sebentar untuk mencarinya dan kembali beberapa menit kemudian dengan senyum lebar.

Pelan-pelan, Donghae melangkah. Pria tampan itu berjongkok di sisi sofa. Membelai lembut kening Eunhee lalu mengecupnya perlahan. “Kupikir kau melahirkan tanpa mengabariku,” bisik Donghae lirih.

Merasakan kehadiran seseorang di sisinya, Eunhee refleks membuka mata. “Oh, kau!”

Seketika Donghae merengut. “Hanya itukah sambutanmu padaku?”

“Maaf, aku mengantuk!” balas Eunhee sembari membenarkan posisi duduknya. “Seperti kata Dokter, aku sedang memperdengarkan musik klasik pada calon anak kita. Tapi karena lelah, aku tertidur,” jelas Eunhee tanpa diminta.

“Kupikir terjadi sesuatu padamu! Aku sampai membatalkan keberangkatanku ke Taiwan karena khawatir kau akan melahirkan dalam waktu dekat ini,” gerutu Donghae kesal. “Dan kau tahu, setelah menerima pesanmu tadi… aku langsung melajukan mobilku dengan kecepatan penuh ke mari!”

“Oh, jadi kau menyesal karena tak bisa menghadiri acara pembukaan cafѐ-mu itu?” tanya Eunhee datar. “Ya, sudah! Pergi saja kalau begitu. Kurasa belum terlambat!”

Donghae mendecak lalu menghela napas lelah. Lelaki itu kemudian beranjak dan melemparkan pantatnya tepat di sofa sebelah Eunhee. “Aku sama sekali tidak menyesal! Ini, aku membawakan ‘teman’ lagi untukmu!” Donghae meletakkan mawar itu di pangkuan Eunhee.

“Hae, kau tak perlu terus-terusan memberiku bunga ini!”

“Tidak. Aku sudah berjanji, jadi harus ditepati!” bantah Donghae lalu meraih dan merebahkan kepala Eunhee dalam dekapannya. “Aku merindukanmu!” bisik Donghae sembari menghirup dalam-dalam aroma vanila dari rambut hitam Eunhee. Aroma favoritnya! Aroma yang selalu dapat membuatnya tenang.

“Ya, memang tak ada gunanya melarang suamiku yang keras kepala ini,” balas Eunhee yang kini kembali memejamkan matanya dalam dekapan hangat Donghae. Merasakan degup jantung yang selalu membuat Eunhee tenang. Degup jantung yang diharap Eunhee akan terus berdetak hingga ajalnya menjelang.

“Hee.”

“Ya?”

“Apa kau sudah melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak kita? Sejak dua bulan lalu—”

“Ah!” Seperti baru teringat sesuatu, Eunhee langsung beranjak dan berbalik menatap Donghae. “Kau menyinggung hal ini, aku jadi ingat harus membicarakan masalah nama denganmu.”

“Bagaimana kita bisa memberi nama bila aku belum tahu jenis kelaminnya apa?” sungut Donghae.

“Bersabarlah Hae, kau hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi. Kau tahu kan aku hanya ingin ini menjadi surprise. Aku tak peduli anak kita lelaki atau perempuan. Yang penting dia sehat dan tak kurang apapun.”

Donghae menghela napas berat. Yeah, ia memang harus menghargai keputusan Eunhee untuk membiarkan semua itu tetap menjadi rahasia Tuhan hingga waktunya tiba. “Baiklah! Lalu apa yang kau ingin bicarakan?”

Eunhee tersenyum, lalu kembali merebahkan dirinya di dada Donghae. Menikmati lebih lama kehangatan yang membuainya. “Aku bingung mencari nama untuk calon anak kita.”

“Bukankah dulu aku sudah mencarikan nama?”

“Yang mana?”

“Eunhae atau Donghee?”

Eunhee mendengus. “Tidak. Aku ingin anak-anak kita kelak memiliki nama yang mirip. Seperti kau dan Donghwa Oppa. Dong-dongie bersaudara!”

Donghae tergelak. “Mwo? Dong-dongie? Lalu kau dan adik-adikmu apa? Hee bersaudara?”

“Yeah, begitulah!”

“Hmm… baiklah!” Donghae mendesah sementara tangannya terus membelai sayang bahu Eunhee, dan tangan satunya menggenggam erat tangan Eunhee. “Bagaimana kalau Haejun dan Heejun?”

“Eh? Haejun dan Heejun?” ulang Eunhee dengan seringai lebar.

“Yeah, kalau laki-laki Haejun kalau perempuan Heejun. Haejun kepanjangan dari Donghae Junior sedangkan Heejun kepanjangan dari Eunhee junior.”

Seketika Eunhee terbahak. “Hae Junior dan Hee Junior?”

Donghae tak menjawab dan hanya mengangguk. Lama dalam posisi seperti itu membuat Donghae mengantuk. Aroma vanilla yang terus menusuk-nusuk hidungnya membuatnya rileks.

“Tidak-tidak… gagasanmu memang bagus! Tapi menurutku, nama Heejun terdengar aneh untuk anak gadis.”

“Hmm… lalu, kau ada ide lain?” tanya Donghae lambat-lambat sambil memain-mainkan ujung rambut Eunhee sedang dekapannya semakin mengetat di tubuh istrinya itu.

Lama, hanya hening. Donghae nyaris saja tertidur saat tiba-tiba Eunhee mengusulkan. “Bagaimana kalau Haejin dan Heejin?!”

Donghae seketika membuka mata dan menguap lebar-lebar. “Baiklah! Jin bermakna kebenaran, tak terlalu buruk kurasa,” setuju Donghae dan Eunhee mengangguk puas. “Lalu, bagaimana bila kau melahirkannya sekarang saja?”

“Eh?” Eunhee tersentak saat tiba-tiba Donghae beranjak dan hendak membopongnya pergi. “Yak! Lee Donghae! Apa yang kau lakukan?”

“Aku sudah tak sabar menunggunya. Lagi pula, ini tanggal bagus. Tanggal 12 bulan 12 tahun 2012. Tak ada tanggal bagus lain setelah ini!”

“Yakk!! Yak!! Kalau kau nekat melakukannya, aku tak akan pernah memaafkanmu!”

Mendengar nada serius dari suara Eunhee, Donghae langsung mengurungkan niatnya dan bertanya. “Kenapa? Bukankah jaman sekarang mudah saja mengatur kelahiran sesuai tanggal yang kita inginkan?”

“Iya, aku tahu. Tapi aku ingin segalanya berjalan alami. Betapa pun hebatnya teknologi saat ini, akan terasa lebih berarti bila kita tetap mengikuti kehendak alam. Biarkan Tuhan yang menentukan kapan manusia akan lahir ke dunia ini!”

Senyum lebar seketika itu juga menghiasi wajah tampan Donghae. Yeah, bagaimana ia bisa segegabah itu? Mungkinkah ia bertingkah aneh karena kesal tidurnya terganggu? Entah, yang jelas saat ini, Donghae merasa beruntung memiliki Eunhee sebagai Ibu dari calon anak-anaknya. Wanita sederhana yang memberinya banyak cinta.

Saranghae, bisik Donghae dalam hati.

-Tra Palace Apartment-

 

Dinginnya cuaca di luar tak membuat Donghae mengurungkan niatnya membeli Samgyetang. Setelah menuangkan sup ayam ginseng itu ke sebuah mangkuk besar, Donghae dengan hati-hati membawanya ke hadapan Eunhee. Malam ini, Donghae sudah berjanji akan memperlakukan istrinya itu bak seorang ratu. Ia akan melakukan apa saja yang diminta Eunhee.

“Makanlah!” pinta Donghae setelah meletakkan nampan di meja kaca rendah dekat sofa.

Cepat, Donghae beralih membantu Eunhee duduk. “Aku masih kuat, Hae. Kau tak perlu memperlakukanku seperti barang pecah belah begitu. Aku lelah harus berbaring terus seperti ini,” gerutu Eunhee.

“Tapi aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk denganmu!” bantah Donghae keras kepala.

Eunhee menggeleng-gelengkan kepalanya heran. Keposesifan suaminya memang sudah kelewat batas. “Tak akan terjadi sesuatu. Kandunganku sudah kuat!”

“Tapi bagaimana bila kau tiba-tiba kesakitan? Bagaimana bila tiba-tiba air ketubannya pecah dan tak ada seorang pun disampingmu? Bagaimana bila—“

Eunhee mengecup bibir Donghae singkat, cukup untuk menghentikan omelan panjangnya. “Aku tak tahu kau bisa lebih cerewet dari Ibuku!”

Donghae berdeham canggung. Beberapa detik setelahnya, lelaki itu kembali menghadap meja dan mengangsurkan nampan berisi samgyetang ke hadapan Eunhee. “Makanlah! Sup ini baik untuk menghalau cuaca dingin.”

Setelah menghabiskan setengah mangkuk sup ayam gingseng itu, Eunhee kembali melanjutkan kegiatannya menonton TV sembari memperdengarkan musik klasik untuk sang janin. Sementara Donghae, dengan rajin mencuci dan membersihkan sisa-sisa makanan.

“Hae, kemarilah! Jarang-jarang kau mendapat libur. Letakkan saja piring-piring itu!” Eunhee bergumam saat mendengar kucuran air dari wastafel.

“Aku tahu kau merindukanku Nyonya Lee! Tenanglah, sebentar lagi selesai,” balas Donghae dengan sangat percaya diri membuat Eunhee mendengus geli.

“Kalau dalam tiga detik kau tak kembali ke mari, aku akan membatalkannya. Dan malam ini, kau tidur saja di kamar anakmu!”

Mendengar ancaman Eunhee itu, Donghae langsung melesat ke hadapan Eunhee hingga melupakan apron biru yang masih melekat di tubuhnya. “Yak! Kau sengaja melakukan ini, hah?” protes Donghae dengan bibir mengerucut.

Kontan Eunhee terkikik pelan. “Hae, kau cocok juga memakainya. Kenapa tak kau pakai tiap hari saja?”

“Ah, aku memang cocok memakai apapun!” sombong Donghae.

“Cih… kutarik kembali sajalah!”

“Mana bisa begitu?” Setelah melepas apron biru dan menyampirkannya di sandaran sofa, Donghae melemparkan dirinya di sisi Eunhee. “Sudahlah, lupakan! Aku sekarang sudah di sini. Apa lagi yang kau inginkan Nyonya, hmm?”

Masih setia dengan tawanya, Eunhee menjawab. “Karena malam ini langit mendung, aku ingin kau membawakanku bintang!” gurau Eunhee dan Donghae sukses terbelalak.

Tapi anehnya, tak berapa lama Donghae kembali memamerkan senyum penakluk andalannya. “Bagaimana bisa aku membawakanmu bintang? Bila kau sendiri sudah memilikinya di kedua matamu!”

“Tsk, dasar perayu ulung!”

Donghae terkekeh pelan sembari menepuk-nepuk dadanya bangga. “Kau tak bisa melawanku untuk hal ini, sayang!”

“Ck, aku salah memilih suami!” dengus Eunhee.

“Mwo?” Donghae melotot, tapi detik berikutnya lelaki itu menarik tubuh Eunhee dalam dekapannya. “Sayangnya, kau tak akan bisa lari dariku, Lee Eunhee!”

Eunhee tersenyum lebar dalam dekapan Donghae. Dipeluknya lengan kokoh lelaki itu erat. “Aku tak akan bisa lari bila kau terus mendekapku seperti ini.”

Donghae menghirup dalam-dalam aroma favoritnya lagi. “Hee!”

“Hmm?”

“Sebenarnya, aku ingin anak kita perempuan!” aku Donghae lambat-lambat.

“Wae?”

“Entah, kurasa mereka lucu. Dan aku jatuh cinta pada Lauren Lunde di acara Hello Baby Mblaq waktu itu.”

“Jatuh cinta?”

“Maksudku, aku ingin kelak anakku seperti dia,” koreksi Donghae buru-buru.

“Harusnya kau menikahi gadis Eropa atau Amerika agar memiliki anak sepertinya. Lantas mengapa kau memilihku?”

“Yah… mau bagaimana lagi? Sudah terlanjur!” desah Donghae pura-pura sedih.

Eunhee seketika itu juga memukul lengan Donghae. “Pergi sana kalau kau menyesal menikah denganku!”

Donghae terbahak dan bukannya melepaskan dekapannya di tubuh Eunhee, member Super Junior yang terkenal cengeng itu malah mendekap tubuh Eunhee semakin erat. “Aku hanya bercanda, sayang! Kau yang terbaik untukku.”

Mengabaikan komentar Donghae sebelumnya, Eunhee justru bertanya. “Itukah sebabnya kau sering memajang fotonya di kakaotalk?”

Donghae tak menjawab dan hanya mengangguk pelan. “Kau tidak marah, kan?”

“Untuk apa aku marah? Aku bukan kau yang bersikap kekanakan dengan cemburu pada anak kecil.”

Donghae seketika melepaskan dekapannya. “Yak!! Maksudmu Jonghee?”

“Siapa lagi?” balas Eunhee acuh.

“Aiiisshh… sekarang sudah tidak lagi. Aku kan sudah janji padamu!” protes Donghae tak terima. Bibirnya kembali mengerucut persis anak kecil yang sedang merajuk karena permintaannya tidak dipenuhi.

“Lihat! Siapa yang marah sekarang?”

“Yakkk!!!”

Eunhee terbahak hingga matanya nyaris berair. “Sudahlah, Hae. Aku bisa melahirkan lebih awal kalau tertawa terus begini.”

“Bagus kalau begitu!” Donghae tertawa puas melihat ekspresi terkejut Eunhee. “Apa perlu kubantu kau tertawa?”

“Yaaaakk!! Apa yang kau lakukan?” Eunhee menjerit panik saat Donghae sudah bersiap menggelitikinya. “Andwae!! Lee Donghae, Andwae!!!”

—————————————————————————-

Donghae panik. Sejak setengah jam lalu Eunhee mengeluh kesakitan. Namun saat Donghae menawarkan diri untuk membawanya ke rumah sakit, Eunhee menolak. Belum saatnya, itu yang dikatakan Eunhee padanya sejak tadi. Sekarang Donghae bingung harus melakukan apa? Ini pengalaman pertamanya menghadapi wanita hamil. Tak mungkin ia hanya duduk diam sementara sang istri mengaduh kesakitan, kan?

“Hee, kau yakin—“

“Aaahh!!!” Eunhee mencengkeram kuat lengan Donghae. Wajah Eunhee pucat pasi sementara keringat sebesar biji jagung terus mengalir di kening dan lehernya.

“Hee, jangan membuatku takut!” bisik Donghae sembari menyeka keringat Eunhee dengan punggung tangannya. “Kau yakin…” Donghae tak melanjutkan pertanyaannya ketika Eunhee menggeleng.

“Belum, Hae… diamlah! Aku sedang menghitung… ah!” Eunhee sekali lagi meringis kesakitan sembari memegangi perut, membuat Donghae mengurungkan niatnya bertanya lebih lanjut. Walau jelas, Donghae bingung dengan apa yang dikatakan Eunhee.

Tiga puluh menit berikutnya berlalu dalam ketegangan. Donghae berusaha meringankan sakit Eunhee dengan memijat pelan pergelangan kaki dan tangannya, sementara Eunhee terus meringis dan menjerit setiap kali kontraksi menyerang. “Hae, aku tidak kuat lagi. Ah, kurasa… kurasa…”

Eunhee tak perlu lagi melanjutkan kalimatnya, karena saat itu juga Donghae langsung beranjak. Membopong Eunhee, setelah sebelumnya mengambil kunci mobil di nakas.

 “Tenanglah! Kau dan anak kita akan baik-baik saja,” bisik Donghae menenangkan, walau sejatinya Donghae nyaris tercekik ketakutannya sendiri.

-Seoul, Hospital, 13 Desember 2012-

Jam menunjukkan pukul 01.20 dini hari ketika Donghae tiba di rumah sakit dan membiarkan Eunhee dibawa ke ruang bersalin. Donghae nyaris lemas, kedua kakinya serasa tak bertenaga lagi. Tapi demi Eunhee dan calon anaknya, ia harus kuat. Bukankah beberapa jam lagi ia akan menjadi seorang ayah? Hal yang sangat diimpikannya sejak dulu.

Setelah mengambil napas dalam-dalam beberapa kali, Donghae buru-buru meraih Samsung Galaxy SIII-nya, lalu mulai menarikan jemarinya di sana. Ia harus menghubungi beberapa orang!

Duduk, berdiri lagi, tak berapa lama duduk lagi. Masuk, keluar lagi, menit berikutnya, Donghae kembali masuk lagi. Seperti orang bingung, Donghae berjalan mendekat, berdiri di sisi Eunhee yang kini berjuang menahan sakit. Sudah dua jam berlalu, tapi proses persalinan itu belum juga usai.

“Ayo dorong lagi, Nyonya! Lebih kuat!” Instruksi Dokter Yoon yang sejak tadi terus di dengar Donghae.

“Aaaaahhh!” Hati Donghae bagai diremas saat untuk kesekian kalinya mendengar jeritan Eunhee. Untuk menguatkan, Donghae membiarkan tangannya digenggam Eunhee erat. Bahkan kini, Eunhee bukan hanya menggenggam tangannya tapi juga mencakarnya untuk menyalurkan rasa sakit yang dia rasakan.

“Hae… Oh, sakiiiiiiiitt!!!” jerit Eunhee lagi.

“Bertahanlah Hee, kau pasti bisa!” Donghae menyemangati saat merasa menemukan suaranya kembali.

“Dorong lagi, sedikit lagi Nyonya, sedikit lagi! Ya, terus… tahan napas, hembuskan! Dorong lagi!”

Sesuai instruksi, Eunhee terus “mendorong” dan “mendorong” lebih kuat, keringat bahkan sudah bercucuran membasahi kening dan lehernya. Tapi dengan tololnya, Donghae justru menyeka keringatnya sendiri dengan handuk kecil yang sebelumnya disiapkan untuk Eunhee.

“Hae, apa yang kau lakukan? Eeeeemmmphh…”

Sadar akan kesalahannya, Donghae buru-buru beralih menyeka keringat Eunhee. “Oh, Mianhae!” katanya panik. Donghae benar-benar bingung dan kelewat panik hingga bertingkah seperti orang bodoh.

Maafkan aku Hee, sebagai suami aku tak banyak membantu, batin Donghae muram.

“Lebih kuat lagi, Nyonya! Ayo! Kepalanya sudah mulai terlihat!”

“Eeeeeemmhhh…” Eunhee meremas kuat-kuat tangan Donghae tak peduli kulit mulus lelaki itu akan lecet. Rasa sakitnya benar-benar tak terkira!

“Lagi, ayo Nyonya!”

“Ayo, Hee! Bertahan—“

“Eeeeeemmphhh…”

“Lagi, lagi… bagus!”

“Eeeeeemmmphh…”

“Oaaaa… oaaaa…!!!”

Gelombang kebahagiaan saat itu juga mengaliri relung hati Donghae. “Selamat, seorang putri yang cantik!”

Donghae terlonjak girang. Kebahagiaannya lengkap sudah. Tuhan mengabulkan keinginannya memiliki anak perempuan. “Gomawo, Hee!” bisik Donghae lalu mengecup kening Eunhee lembut.

Detik berikutnya, bagai orang kesurupan Donghae langsung berteriak girang. “Anakku perempuaaan!!! Aaah, aku jadi Ayaaah!!!”

“Tuan, bisakah kau pelankan suaramu?”

“Tidak bisa!” dengan tenangnya Donghae membantah sementara senyum lebar terus mengembang di bibirnya. Donghae menghampiri suster yang kini menggendong putrinya yang masih bersimbah darah. Dibelainya lembut kulit rapuh bayi mungil itu dengan senyum terkembang. Setelah mengecup pipi lembut putrinya, Donghae langsung keluar ruangan dengan berjingkrak-jingkrak girang. Persis bocah 5 tahun yang baru saja mendapat mainan baru.

Kegembiraan Donghae bertambah mendapati ketujuh member super junior yang lain berada di luar ruangan. “Hyeooooooongg!!! Anakku perempuaaan, dia akan secantik Lauren… ya, dia akan secantik Lauren!!!” teriak Donghae girang sambil terus memeluk ketujuh member Super Junior satu per satu, mengabaikan ekspresi bingung ke tujuh saudaranya itu.

“Kurasa mulai saat ini Eunhee Noona akan bingung membedakan yang mana anak dan yang mana ayah,” komentar Kyuhyun.

Bila dalam kondisi biasa, mungkin Donghae akan marah dan menjitak kepala maknae setannya itu. Tapi kini suasana hati Lee Donghae sedang luar biasa senang, hingga apapun kata kasar yang dilontarkan padanya sama sekali tak berpengaruh.

“Hae, boleh aku melihatnya?” tanya Sungmin penasaran.

“Ayo, ayo! Masuk dia sedang di—oh, ada apa lagi ini?” Donghae seketika itu juga menghentikan langkah mendapati Eunhee kembali menjerit kesakitan. Sementara Dokter Yoon kembali memandu istrinya itu seperti beberapa saat lalu.

“Tuan, sepertinya anak anda kembar!” Suster yang mendampingi Dokter Yoon memberitahu.

M-mwo? Kembar?!” Untuk sesaat, Donghae diam di ambang pintu ruang bersalin seperti orang dungu. Entah kenapa otaknya menjadi lebih lambat berputar.

“Oaaaa… oaaaa…”

Tangis bayi yang baru saja keluar mengembalikan Donghae ke masa kini. “Ah, selamat! Anda mendapat putra-putri yang lengkap.”

“P-putra-putri?” gumam Donghae dengan tatapan bingung. “Ja-jadi anakku bukan satu, tapi… dua—Awww!” Donghae langsung menoleh dan mendapati Eunhyuk baru saja menjitak kepalanya.

“Kau itu bodoh atau tolol, Hae? anakmu kembar… kembar!!!” teriak lelaki yang selama bertahun-tahun ini menjadi sahabatnya itu.

“Eh? K-kembar?” Donghae kembali menghadap sang Dokter yang kini menggendong bayi lelaki dalam dekapannya. “KEMBAR?!” jerit Donghae terlambat bereaksi.

“Ya, anak anda kembar tak identik, dengan dua telur. Selamat!”

“Oh, Tuhaaaan!!! Eommaaaaa… aku punya anak kembaar!!!” jerit Donghae girang lalu berlari menghampiri putranya yang baru saja lahir ke dunia dan membelai kulitnya lembut. Dengan penuh syukur, Donghae menatap wajah lelah Eunhee. “Terima kasih, sayang! Aku mencintaimu!” bisik Donghae riang dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Persetan orang-orang akan menganggapnya cengeng, semua yang terjadi hari ini kelewat membahagiakan untuk dilewatkan tanpa air mata haru.

——————————————————-

The twins

The twins

“Hyeong, bisakah kau menggendongku? Aku ingin melihat Haejin dan Heejin!” Suara bening Jonghee mengagetkan Donghae yang tengah mengamati kedua anaknya dari jendela kaca besar di ruang bayi.

Tanpa menjawab, Donghae mengangkat tubuh kecil Jonghee hingga adik bungsu Eunhee itu berada dalam gendongannya. “Haejin dan Heejin berada di urutan kedua dari kanan,” Donghae memberitahu. Sejak semalam senyum Donghae tak pernah pudar dari wajahnya. “Bagaimana? Mereka lucu, kan?”

Donghae bisa mendengar Jonghee mendesah berat. Sontak, Donghae menurunkan Jonghee dari gendongannya. Kening Donghae berkerut bingung mendapati wajah muram Jonghee.

“Ya! kenapa? Kau tak senang?”

Sekali lagi, Jonghee terlihat menghela napasnya cepat. “Aku tak menyangka, di usia semuda ini… aku sudah memiliki keponakan? Apa kata teman-temanku nanti?” gerutu Jonghee pelan.

Kontan Donghae terbahak. “Kau sudah pantas menjadi paman kecil!”

“Bukan paman kecil, tapi dia memang sudah pantas menjadi paman. Wajahnya memang sudah tua!” Suara Kyuhyun tiba-tiba terdengar. Maknae Super Junior itu tampak tersenyum puas mendapati ekspresi kesal Jonghee. Berhasil, jerit Kyuhyun dalam hati. Akhirnya, Kyuhyun bisa membalaskan dendamnya pada Jonghee setelah kejadian beberapa bulan lalu.

Tawa Kyuhyun semakin keras, ketika dilihatnya Jonghee pergi dengan mulut mengerucut marah. “Lihat Hyeong, anak itu bisa kesal juga!” ledek Kyuhyun geli. Tapi tawa Kyuhyun terhenti ketika menyadari Donghae sama sekali tak memperhatikannya. Donghae justru sibuk memperhatikan kedua bayi kembarnya di dalam.

“Hyeong!” Kyuhyun menepuk pundak Donghae.

“Hmm.”

“Tidakkah kau merasa bahwa tanggal kelahiran putra-putrimu berkaitan erat dengan Super Junior?”

Donghae seketika berbalik dan menatap Kyuhyun bingung. “Apa maksudmu?”

Senyum Kyuhyun mengembang. “Kedua anakmu lahir, di tanggal 13. Kalau diartikan, tanggal 13 bertambah 2.”

“Eh?” Mata Donghae melebar. Semua itu tak pernah terpikirkan olehnya. “Benar juga! Kadang-kadang kau memang pintar, Kyu,” sambut Donghae riang.

Kyuhyun menepuk dadanya bangga. “Jangan ragukan kepandaian ahli matematika ini, Hyeong! Aku memang sangat pandai untuk urusan angka…”

Donghae tak lagi mendengarkan Kyuhyun yang sibuk memuji dirinya sendiri ketika teringat pada kata-kata Eunhee kemarin. Saat ia meminta pada Eunhee untuk mengambil tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 sebagai tanggal cantik kelahiran putra-putrinya. Tapi saat itu, dengan tegas Eunhee menolak dengan alasan membiarkan Tuhan yang mengaturnya. Dan kini, setelah mendengar penjelasan Kyuhyun hati Donghae menghangat. Ia semakin merasa kecil di tengah kuasa Tuhan. Dan jelas, Tuhan tahu yang mana yang terbaik untuknya.

Di tanggal 13 ini, Donghae mendapatkan tambahan 2 keluarga baru yang cantik dan tampan. “Lee Eunhee, aku mencintaimu!” gumam Donghae lirih. “Lee Haejin, Lee Heejin, let’s rock the world! Appa menyayangimu!”

Now, after 2 weeks lets check the babies🙂

Haejin

Haejin

Heejin

Heejin

FIN

76 thoughts on “BOY or GIRL?! –EunHae Moment-

  1. Akhirnya muncul jg eunhae momentnya kkkkk…Kyaaaaa baby nya lucu2 *cipok baby haejin&heejin*

    Itu donghae knp jd kaya anak kecil gtu yaa hahhahahahhahhaha saeng knp singkat banget sih kkkkkk..dibikin sequelnya yaa saeng ^^

  2. hoshh..hosshh..hoshhh
    ikutan ngos2an..
    hahahahahahha
    selamat datang keponakanku sayang..!!!
    #lempar petasan
    wowww kembar….!!!
    #pura2 kaget
    pantesan aj ngidamnya ngerepotin..gmn gedenya ntar??
    semoga g kek si Marcus yah itu si Haejin..
    hhhhahahahhhhaha
    selamat yah EunHae couple buat kebrojolan anak kembarnya #akhirny tu anak punya keberanian buat keluar dr rahim emaknya
    ^_^

    • hoakakakak…. Hip hip Horraaaaayyyyy!!!! *lempar bom molotov*

      SYOMPREEETTTTT!!! anaknya udah kepengen donk cepet keluar. Yah, ditunggu aja ntar si Haejin bakal kek gimana gedenya :p

    • hoakakakkkkkkkkkkk seMARCUUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSS ma mey!!! salut ama Haejin dan Heejin! kudu dikasii penghargaan karena udh bersedia liat bentuk emaknya!! hoakakkk…

      unyu2 gitu si hae~ aku suka pas dy panik, palagi yg salah ngelap keringet!! hoakakkkkkkk… berasa alami bgt pas bagian itu!

      oia, aku baru tau eunhee punya adek cowok?? satu2nya?? trus kok donge pake acara jeles ma adek ipar ndiri?? ckckck~

      ohhh fotonya masii pas baby yakkk.. kirain langsung gede gara2 kelamaan dlm perut?? hoakakkkkkkk

      • SYOMPREEEETTTT!!! dengan senang hati lah mereka ketemu Mommynya yg superdupercanteekkk ini #ngoookk

        hihihi… HAE emang unyu-unyu >_<

        eh?? iya juga sik… kamu pan belom pernah ngikutin FF EunHae Moment yak… jadi wajar gak tau gimana sejarahnya heheh🙂
        bukan satu2nya sik… Eunhee masii punya adek cewek juga ^_^

        hadeeeuhh… emang anakmu SONG yg baru lahir langsung gede?? wkwkwkwk

  3. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh keponakanku kembar…
    itu tadi nama JIN di sebut2… hakakaka

    donge kok dong-dongnya kelewatan gitu.. tapi..tapi aku sukaaaaaaaaaaaaaaa peke banget…!!! YEEEAAAHHH *cium pipi Jong

    ini kok lagi pada bikin kembaran yah… moga aja gedhenya g kyk MAR berodara itu.. -_-

    aaahhh pokoknya aku seneng bangt!!! ayo kita pestaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  4. Uyee.. Eunhee eonnie back!😀
    Keren banget eon critanya..
    Aku ketawa” ngebayangin tingkah donghae dpet anak kmbar.. Hahaha..
    Itu foto anak bayinya lucu banget! Hha
    Dpet ank kmbar, cowok cwek lgi.. Hhi
    Congras eunhee couple. Hha
    Ditunggu ff lainnya eon
    Hhe
    Hwaiting😉

  5. wua….lahir juga anaknya EunHae , karena penasaran samapi ngerjain tugas sambil baca ni ff , selamat selamat ya tuan dan nyonya Lee , semoga anknya nggak cengeng kayak ayahnya , ditunggu EunHae moment berikutnya🙂

  6. huaaaa…..DAEBAK eon!!!!
    akhrny eunhae pny baby,kembar lg,imut2^^
    lngkp dh kbhgiaan mrka,tp hae msh bs ngegombal ma hee y eon,lucu bngt si ikan.. -_-
    q jg sk kt2 pdas nya kyu,jd tmbh gemes tp jg pngn ktwa,hehehe
    q tngu moment2 slnjtny y eon,fighting!!! :’)

  7. Wkwkwk..
    Lucu ngebayangin Donghae kegirangan pnya anak…
    Dan td pas Hee lahiran aku iktan tegang dan pas baby Heejin keluar ikt lega jg…hahaha

    POKOKnya KEREN, eon…

    JONGHEE I LOVE YOU *eh?

  8. kyaa,,,,unyu unyu bgt babynya🙂
    akhirnya oen bisa baca juga,setelah sibuk seharian*curcol*
    tapi ini jadi cerita yg manis di penghujung tahun ini,,,,

    eunhae moment tuh,selalu simple dan sweet bgt,,,
    tapi agak ngos”an juga bacanya pas eunhee lahiran,jadi ikut panik,hehe,,,
    akhirnya,,,,bayi mereka lahir juga,kembar pula🙂
    semoga dgn lahirnya si baby jadi lahir lagi ff kamu yg lain yg masih oen nantikan,,,,,
    hwaiting😉

  9. HeeJin & Haejin Chukkae… welcome to the world .^(oo)^♥
    buat donghae and eunhee chukkae udah punya baby yg kyeopta bgt deh. apa lgi pict nya haejin… *^O^*

    oh yaaa poor buang Jonghee… sabar ne.. *^O^*
    Overall FF nya bagus… di tunggu seri Eunhae moment yang lain dengan 2 aegy yg unyu”… ~@^_^@~♥

  10. Akhirnya EunHae moment muncul jg.. wah, udah punya anak nih mereka? mana kembar! kyeopta unn..^^
    Oke Unn, ditunggu moment2 yg lainnya.. fighting!!😄

  11. co cuteeeeeeeeee,unyu2 bgt…..
    Bener kata kyu kelakuan donghae jd ky balita wkwkwkkkkkkk
    akhir’y kluar jg,dh kangen sm eunhae moment.nie bkn ending story kn?jangan doooooong….

  12. HAEJIN HEEJIN tante datang sayaaaaaang :*
    *kecup bibir bapaknya anak2* :p

    yampooooon tuh bebi kembar unyu banget masakk >._<
    sukaaaak banget sama endingnya.aku ampe haru merinding anget gitu*PLAK!!!!
    sukak banget sama angka dibalik kelahiran si kembar :')

    awas ajjah kalo bapaknua anak2 berulah yang konyol dan makin babo!!!!aku jambak nyampe cepak hahahaha
    jonghee!!mati kau!!!*tos ama kyu*😄

    lets rock the worl twins :**********

    • hoakakakak… dateng2 langsung maen cipok2 aja nih >_<
      Yaaah… mereka emang istimewa, jadinya tanggal lahirnya bisa pass gitu #ngoook
      Jangan cuma dijambak, diinjek rame2 aja biar kempess (?) #ehh

  13. Akhirnyaaaa……..*hela napas* muncul jga….
    Baby Haejin ma Baby Heejin ngegemesiiiin*cubit pi2 tembemny* kabuurrrr sebelum d lempar Cauple Eunhae*…..

  14. lama banget comeback-nya,,, aku nunggu dari hujan turun sampe hujan reda (lebai… :D)
    kkkkk twin baby… imuuuutttt banget, kaya haeppa yang imutnya abadi huahahaha
    ssaeng ditunggu eunhae momment selanjutnya low,, sekarang kan uda tambah dua personil tu, jadi nggak kebayang cerita keluarga kecil ini selanjutnya.. ngarep mode on -.-

  15. annyeong eonni, readers baru nih🙂
    suka banget sama ceritanya, pas liat judulnya ‘eunhae’ ? aku kira eunhyuk-donghae, sempet ga mau baca, because I’m not shipper🙂
    tapi pas diliat, ternyata eunhee-donghae couple, hehe
    pokonya suka deh eon.. ditunggu next ff nya yaa😀

  16. Hmmm… Lama ga berkunjung kesini…
    Insomnia meLanda ehh ditemani ma epep yg super daebakk.. serasa dunia nyata tao…

    Hee…you‘re the best ^_^

  17. kyaaaaaa….dapet ponakan baruuuuuu…dua lagiiii…hahahahahahhahahhaha
    chukhaeyo eonni….hohohoho*popohaejin&heejin

    yak! ntar itu eunhee eonni dapet bayyinya bukn 2 tapi 3…heheheh tambah donghae…wkwkwkwk
    anaknya yg perempuan dulu pan yak???aigoooo itu lucu banget…..

  18. kyaaaaaa….dapet ponakan
    baruuuuuu…dua lagiiii…
    hahahahahahhahahhaha
    chukhaeyo
    eonni….hohohoho*popohaejin&heejin
    yak! ntar itu eunhee eonni dapet
    bayyinya bukn 2 tapi 3…heheheh
    tambah donghae…wkwkwkwk
    anaknya yg perempuan dulu pan
    yak???aigoooo itu lucu banget…..
    ditunggu eunhee plus heehaejin selanjutnya…kkkk
    welcome to the world aegideul…..

  19. Onnnieeeeee,….😄
    Chukkae, cie yg punya ank kembar heejin sma haejin, siap” dh tu pusing” ngurusin dua bocah..

    saeng lucu dh lyt hae yg bingung” g jelas kyk gtu, astga hae tenang..hee aj yg nglahirin g segitunya dh.. kekekekeke

    ngomong” tu kyu masih aj ya punya niat bls dendam sma si bocah setan itu jg..ehm #tatapan maut

    Onnieeeee, boleh minta satu khan anknya..#bwa haejin

    • gomawoo saeng ^^
      bukan dua bocah, tapi tiga ama bapaknya -_-

      hihihi… Hae emang lebbeh tingkat dewa!! #digaplok
      yah, masii dendem dia :p

      Yaaakk!!! Andwaeeee!!! *kejar Jiae*

  20. huaa~~ feelnya dapet bgt.. ikut mangap2 juga pas eunhee ngelahirin..jeongmal jeongmal joha.. degdegan. baby twin welcome to the world !!

  21. Eon suka bgt sama perkataan kyuhyun, eunhee akan binggung membedakan anaknya dan ayahnya…hae lola bgt hhehe. Pic baby cakep, pengen bgt istrinya donghae n punya baby,,,*ngarepdotcom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s