Sweet as Honey [EunHae Moment] By Ridygta Cho

Hallo EunHae’s Mates…
Malem ini aku mau post FF buatan salah satu Dongsaeng-ku yang ‘MENGAKU’ klo dia juga salah satu MATES *diinjek Rika*

Ini FF Special Ultah Abang Donghae buatan dia. Karena ceritanya EunHae Couple jadi aku post di sini.
Berikut nama Authornya dan juga link FB dia:
Rika Ridygta Setyaningsih
Nah, klo mau Add dia silakan tinggal klik ajah linknya kkkk *promosi ceritanya*

Oiya, klo diantara Mates ada yg bisa bikin FF dan mau juga ngebikinin FF dengan couple EunHae, sok atuh… ntar FFnya kupost juga di sini *Ngarep tingkat dewa*
udah segitu ajah cicit cuitnya udah kebanyakan. Ini FFnya… silakaaan dibacaa!! ^^

Tittle     : Sweet as Honey

Author  : Ridygta Cho

Cast       : Lee Donghae ; Lee Eunhee

Rating   : General

Disclaimer : Coteran ini milik rika, spesial untuk Donghae oppa dan Eunhee eonni.. jeongmal mianhae untuk MATES karena telah merusak EunHae moment. Typo dan miss sudah pasti ada. ^^

HAEppy Reading

======================

Donghae mengantarkan member lain sampai ke gerbang rumah orangtuanya karena malam ini juga mereka harus segera kembali ke Seoul, sedangkan dirinya akan kembali besok bersama Eunhee.

“Sekali lagi saengil chukaehamnida uri Donghae,” ucap member Super Junior serempak. Dan sudah bisa dipastikan akan ada yang menangis disana. Bukan menangis sebenarnya, hanya beberapa butir air mata yang merembes keluar dari mata mereka. Siapa lagi jika bukan Donghae, Eunhyuk, dan Leeteuk.

“Ehem… Hyung.” Deheman kecil dari Kyuhyun mengembalikan ketiga orang itu kedalam keadaan sadar. Secara bersamaan mereka mengusap mata masing-masing dan menggantinya dengan senyum kebahagiaan.

“Hae-ya, kami pulang dulu. Besok kau harus sudah kembali ke Seoul.” Leeteuk memperingatkan.

Donghae hanya mengangguk kecil, kemudian melambaikan tangannya saat rombongan ‘Keluarga’nya itu kembali ke Seoul. Ia kemudian berbalik menuju rumahnya, ia ingat bahwa ia belum mendapatkan ‘kado’ dari sang istri.

“Hey kenapa sepi sakali? Tak biasanya seperti ini.” guman Donghae seorang diri ketika mendapati ruang keluarganya dalam keadaan kosong. Donghae memutar kepalanya, menyapu setiap sudut ruangan karena merasa ada yang janggal. Dan ia benar.

Mwo? apa itu?” Donghae berjalan menadekat kearah tivi plasma ketika melihat sesuatu menempel disana.

Pria jelek ini bernama Lee Donghae. He is my husband’

Sebuah Foto yang disertai sebuah memo menempel di tivi plasma yang ada di rumah Donghae. Senyum bahagia mengembang di bibir mungil Dongahe, pria yang bergolongan darah A tersebut mengambil foto dirinya yang sedang berpose imut lengkap dengan jas dan kemeja putihnya. “Hee, aku tau ini ulahmu.”

Pria tampan yang memiliki julukan Fishy itu kemudian berjalan-jalan dan menyisir semua sudut ruangan untuk menemukan memo kedua. Dan dapat! Memo tersebut terselip di foto keluarga.

Dan ini kakaknya, namanya Lee Donghwa. Sejujurnya ia lebih tampan dari pada Donghae ^.^

“Err tapi yang jadi suamimu itu aku Hee..” geram Dongahae kesal, tangan putihnya menggapai foto tersebut dan menumpuknya dengan foto sebelumnya. Selanjutnya ia mengitari seluruh ruangan keluarga untuk menemukan memo ketiga, namun tak semudah dugaan Dongahe, note itu tak di temukannya di ruangan keluarga.

Dengan sedikit mengedikan bahunya, Donghae memutar badan dan berjalan menuju kamar. Namun belum sempurna tubuhnya memutar, tak sengaja kakinya menendang sebuah benda. Memo ketiga.

Dia besar di Mokpo dan datang ke Seoul dengan usia yang sangat muda. Dia pergi meninggalkan orang tuanya selama lima tahun untuk mengikuti training. He often lost sleep worrying about them.’

Rasa sesak menelusup di hati Donghae mengingat masa-masa sulitnya dulu. Ia kemudian mengamati beberapa foto dirinya yang di ambil secara tidak sengaja, terlihat di foto itu bahwa dia sedang kelelahan.

“Oh.. darimana kau dapatkan ini Hee?”

Belum selesai dangan keharuannya, Dongahe kembali menemukan foto dirinya, kali ini dengan pose sedang bernyanyi.

Dia menjalani masa training dengan waktu yang sangat lama, tapi sekarang ia sukses menjadi seorang penyanyi, dia masih kuat hingga sekarang.’

Tak bisa ditahan lagi, air mata Donghae keluar entah untuk keberapa kalinya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Donghae sama sekali tak menyangka istrinya yang melakukan semua ini. Tangan kanannya ia angkat untuk menghabus bulir-bulir bening yang mengintip dari balik matanya. Mata Dongahe memejam, entah angin apa yang membawanya menuju ruang kerja sang ayah. Dan memo keempat tersapat di ruangan itu. Menempel di sebuah meja milik sang ayah.

‘ ”Ayah, aku harap kau selalu sehat.” Itulah kata yang ia ucapkan ketika menerima penghargaan pertamanya. Dia sangat menyayangi sang ayah.’

 

Kali ini Donghae tersenyum, ia ingat betul masa-masa itu. Masa yang paling sulit untuk ia hadapi, dan kepergian sang ayah benar-benar memukul dirinya. Donghae mengambil foto dan memo tersebut. Foto ketika Super Junior menerima penghargaan pertama mereka.

“Hee tak kusangka ku sehabat ini.” Donghae melirik foto ayahnya yang miliki wajah tampan sperti dirinya. “Appa, aku tak salah pilih kan?”

Donghae keluar dari ruangan itu kemudian melangkah dengan mantap menuju kamarnya, menemui wanita yang paling dicintainya. Wanita yang telah melakukan banyak hal untuknya. Wanita yang telah menjaga buah hatinya. Lee Eunhee.

Tepat saat ia sampai di tangga, secara berurutan ia menemukan dua buah foto dan memo.

‘Dia sangat menyukai anjing. Tapi aku lebih menyukai kucing, Hae-ya belikan aku kucing! Ini permintaan anakmu.’

 

Mengabaikan memo tersebut, Donghae mempercepat langkahnya menuju memo selanjutnya. Ia semakin tak sabar untuk bertemu dengan Eunhee.

‘Ahh hampir terlupa. Satu lagi yang tak bisa dipisahkan darinya adalah Lee Hyukjae.’

Donghae sudah tak peduli lagi, ia melangkah cepat hingga menuju kamarnya. Tapi masih ada yang menghalangi langkahnya. Memo terakhir.

‘He looks cold-hearted, but is actually a warm-heated, nice person. He is a person who everyone around him likes. He is cute when you see his silly side. He sometimes tells nonsense stories to make people happy. He is Lee Donghae. Sweat as Honey’

 

Memo tanpa foto itu sukses membuat sekujur tubuh Donghae menghanget. Sungguh ia tak menyangka bahwa akan menjapatkan kejutan sedemikan rupa dari sang istri. Ini bahkan lebih manis dari apapun.

 

Donghae memutar knop pintu dan membuka pintu tersebut perhalan. Sosok pertama yang tertangkap oleh mata teduhnya adalah sosok sang istri yang sedang merentangkan kedua tangannya.

“Saranghae Hae.”

=========================

Aneh. Buruk. Gagal. Flat. Ahhh mianhae eonni, aku tau ini sangat buruk. #bow

8 thoughts on “Sweet as Honey [EunHae Moment] By Ridygta Cho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s