Hot Scandal -Page 1- [EunHae]

Mengelak bukanlah cara yang tepat bila pada kenyataannya hal itu akan memperbesar ‘rasa’ yang dimiliki. Menghancurkan setiap pertahanan diri tentang definisi ‘kesempurnaan’ yang selama ini kuanut.

Menyedihkan!

Tak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah kebohongan. Memaksa diri melupakan, namun segala tentangnya bagai candu yang merasuk begitu ‘liar’ dalam benakku.

Lelaki polos dengan senyumnya yang mempesona! Tsk, sungguh jauh dari sempurna. Namun anehnya mampu menyentuh kedalaman hatiku. Ini gila!

Ke mana semua perginya akal sehatku?

Hanya dengan senyuman ‘dia’ mampu menghancurkan ‘rasa’ yang tersimpan untuk ‘pria sempurnaku’. Kepolosannya membuatku ‘gila’ dengan definisi yang berbeda. Berharap, akal sehatku kembali segera setelah kebersamaan singkat ini berakhir.

 

Page 1

-MBC Building-

“Seja*, pimpin negeri ini dengan benar. Aku yakin, kelak kau akan menjadi raja yang hebat.”

“ANDWAEEE! Jangan bawa dia pergi… jangan… Pengawal! Aku bilang, jangan bawa dia pergi… ini perintah putera mahkota! Dengarkan aku! Pengawal!!! Sekali lagi kutegaskan, aku putera mahkota kalian! Dengarkan aku!”

“Cheoseonghamnida, Seja… Cheoseonghamnida!”

“Andwae! Geumyeong-aaa!!!”

Nice!” Seketika riuh tepuk tangan memenuhi ruang pertemuan berluas 36 meter persegi itu. Beberapa yang hadir bahkan menunjukkan antusiasme berlebihan pada apa yang baru saja dilihatnya. Kegiatan pembacaan naskah yang merupakan awal dari proses produksi suatu drama, baru saja usai diselenggarakan.

“Bagus! Semoga saja drama ini sukses!” komentar Jang Mobin, sutradara terkenal dari drama Saeguk The Palace yang baru saja memulai proses produksi awal bulan ini. Lelaki berusia akhir tiga puluhan itu menyalami Lee Donghae—sang pemeran putera mahkota—yang sejak tadi terus menunduk memberi hormat pada aktor lain yang terlibat. “Kau hebat! Tidak salah aku memilihmu. Dari dialog yang kau tunjukkan tadi, kurasa kau sudah mulai menemukan sosok Pangeran Haejong.”

Donghae tersenyum lebar ketika Jung Mobin menepuk-nepuk lengan atasnya ringan. “Gamsahamnida, kamdoknim!” balas Donghae penuh semangat dengan ekspresi riang yang tak dapat disembunyikannya.

Lee Eunhee—atau yang akrab disapa “HEE” oleh penggemarnya—mendengus sembari menatap aneh pada lelaki yang terpaut usia 4 tahun di atasnya itu. “Dasar norak!” cibirnya pelan. Jelas memperlihatkan ekspresi tidak sukanya pada aktor yang baru saja naik daun itu. Beberapa saat lalu, Eunhee bahkan sempat memprotes saat producer yang menawarinya drama ini menyatakan bahwa Lee Donghae yang akan menjadi lawan mainnya. Bukan karena lelaki itu tidak tampan. Tapi Eunhee meragukan kemampuan aktor yang baru kali ini diberi kepercayaan menjadi pemeran utama dalam sebuah drama itu.

“Hee, kau juga hebat! Aku tak perlu meragukan kemampuanmu lagi. Semoga kerja sama kita berbuah sukses,” ungkap Mobin yang kali ini menyalami aktris dan juga penyanyi muda itu.

Eunhee hanya tersenyum tipis dan membalas jabatan tangan Mobin. Seolah-olah pujian lelaki itu adalah hal yang biasa diterimanya. “Semoga saja,” balasnya angkuh sembari melirik sosok Donghae yang kini sibuk menyalami beberapa aktor dan aktris lainnya. Bila saja kau tak memilihnya, aku tak akan ragu drama ini meraih sukses luar biasa, batin Eunhee meremehkan.

“Hai, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik selama 6 bulan ke depan.”

Eunhee hanya diam. Menatap sinis uluran tangan pria itu yang kini ditujukan padanya. Semoga saja aku tak muak bekerja denganmu, batin Eunhee.

“Ah, Nona Hee. Aku suka sekali lagu—“

“Hee, 30 menit lagi kau harus tampil di SBS.”

Eunhee tersenyum sinis. Merasa terbebas dari kewajiban melayani obrolan lelaki yang 6 bulan ke depan akan menjadi lawan mainnya itu. “Maaf Tuan Lee, aku harus pergi.”

Donghae cepat-cepat mengangguk ramah. “Ah, Ne! Semoga suk… ses!” Suara lelaki itu melemah pada suku kata terakhirnya, karena jelas gadis itu terlihat tak sudi mendengarkan ucapannya.

“Kurasa dia bukan gadis yang baik Hae,” komentar Park Jungsoo—manajer Donghae—yang entah sejak kapan berdiri di sampingnya.

Mengabaikan komentar Jungsoo, Donghae menarik salah satu sudut bibirnya sembari menatap punggung Eunhee yang menjauh hingga menghilang di balik pintu abu-abu pekat di sisi kanan ruang pertemuan. “Dia gadis yang menarik Hyeong!”

-SBS Building-

“Lain kali, aku tak menerima kesalahan berupa apapun,” gertak Eunhee tegas membuat sosok gadis muda di depannya menunduk takut-takut.

“M-mianhae… Hee!”

“Pergilah! Mood-ku memburuk hanya karena melihat wajahmu,” bentak gadis itu dengan sebelah tangan memijit pelipisnya. Biasanya Eunhee tak pernah menolerir kesalahan apapun yang diperbuat asistennya itu bila menyangkut dengan pekerjaannya. Tapi kali ini, gadis itu memilih untuk menahan diri karena tak ingin merusak mood-nya sebelum pertemuannya dengan lelaki sempurna yang begitu dicintainya, malam nanti.

“Hee, jangan terlalu keras pada Miyoung dia hanya—”

Eunhee mendengus. “Kurasa kau tahu cara kerjaku Oppa.”

“Oh, yeah… tak ada yang lebih tahu tentangmu selain aku, manajermu.” komentar Youngwoon bangga. Gadis yang terobsesi pada kesempurnaan, tambah Youngwoon dalam hati.

“Kalau begitu, laksanakan saja tugasmu,” cibir Eunhee jengah lalu meraih tablet PC miliknya dan mulai berselancar di dunia maya. “Kenapa diam saja?”

“Oh?” Youngwoon menatap Eunhee kaget. “Ada apa?”

Alih-alih menjawab pertanyaan Youngwoon, Eunhee justru menggerutu. “Kalau bukan karena Sungmin Oppa memutuskan meneruskan pendidikannya di luar negeri, aku takkan sudi pekerjaannya digantikan olehmu.”

“Jangan membahasnya Hee, katakan saja apa yang kau ingin aku lakukan?”

“Beritahu jadwalku setelah ini Racoon!” perintahnya sebal melihat Youngwoon yang tak juga mengerti.

“Ah… itu! benar…” katanya sembari meringis lalu meraih tablet PCnya sendiri. Lelaki bertubuh besar itu memang belum lama menggantikan tugas Sungmin sebagai manajer Eunhee. Awalnya, ia sempat menyerah karena Eunhee yang perfeksionis hampir setiap hari menekankan bahwa dirinya tak ingin setengah-setengah dalam setia pekerjaannya. Tapi seiring berjalannya waktu, Youngwoon mulai terbiasa dengan ritme kerjanya bersama Eunhee. Walau sekali waktu, Eunhee harus berteriak agar dirinya mengerti apa maksud artisnya itu. “Setelah ini kita ada janji temu dengan Produser Jung yang mengurus pembuatan Music Video-mu, lalu mulai jam 7 malam nanti, kau bebas.”

“Kalau begitu… ayo kita pergi!”

-BlueSea Entertainment-

“Hyeong, menurutmu… apa yang harus kulakukan untuk meluluhkan gadis itu?”

Jungsoo yang sedang sibuk menyuap sepotong kimbab sebagai makan siangnya nyaris tersedak mendengar pertanyaan Donghae. “Ga-gadis itu? siapa?” tanyanya setelah meminum segelas air putih yang tadi dipesannya.

“Hee.”

Aigoo… kau tertarik padanya? Bukankah sudah ku—“

“Bukan Hyeong,” sergah Donghae cepat. “Aku hanya tak ingin waktu 6 bulan ke depan menjadi waktu yang kurang mengenakkan bila aku tak bisa akrab dengan lawan mainku sendiri.”

“Ah, syukurlah kalau begitu,” komentar Jungsoo lalu kembali menyuapkan potongan kimbab lain ke dalam mulutnya. “Gadis itu sama sekali tak cocok denganmu.”

Donghae menatap Jungsoo penuh minat. “Kau sepertinya senang sekali aku tak tertarik padanya. Apa jangan-jangan… kau sendiri yang tertarik pada gadis itu?”

Jungsoo terbatuk dan kali ini benar-benar tersedak makanannya. “Mwo? Pada gadis kecil angkuh itu?” protesnya. “Ya! Aku belum bosan hidup Donghae-a,” tambah Jungsoo lagi yang membuat tawa Donghae meledak saat itu juga.

“Kalau tidak suka, tak perlu semarah itu Hyeong,” balas Donghae lalu mengangsurkan air putih miliknya pada sang manajer.

“Aku bukannya marah. Tapi kau terlalu mengada-ada,” komentar Jungsoo membela diri setelah meneguk banyak-banyak air putih milik Donghae tadi. “Bukankah sudah kubilang bahwa aku tak suka gadis itu. Kupikir juga akan sangat sulit untuk meluluhkan hatinya seperti katamu tadi.”

Donghae menyeringai. “Jangan terlampau membencinya, aku takut nanti kau justru jatuh cinta padanya.”

“Oh, sudahlah! Jangan bicarakan gadis itu lagi.”

“Hahaha… baiklah!” Donghae mengial pelan. “Ah, Hyeong! Malam ini, apa jadwalku?”

Jungsoo tampak sibuk menghidupkan tablet PC keluaran terbarunya lalu menggeleng setelah menemukan yang dicarinya. “Tidak ada… kau bebas.”

“Ah, syukurlah kalau begitu.” Donghae terlihat merapikan barang-barangnya hendak pergi.

“Kau mau ke mana?”

“Si ‘setan’ tak akan memaafkanku kalau aku sampai menolak ajakannya bertemu,” balas Donghae. “Sampai jumpa besok Hyeong!”

“Jangan pulang terlalu malam Hae! Besok pagi-pagi sekali kau harus berangkat ke lokasi pemotretan The Palace.”

Donghae hanya memutar kepalanya lalu memposisikan tangannya di sisi kening. “Siap boss!”

-The Hyatt, Cafѐ & Resto-

Restoran megah yang terletak di lantai 13 hotel berbintang 5 itu tampak cukup ramai oleh pengunjung yang rata-rata berasal dari kalangan atas. Beberapa pelayan tampak sibuk melayani permintaan dari pengunjung yang baru datang.

Lee Eunhee. Gadis itu duduk seorang diri di sebuah meja yang terletak tepat di samping jendela besar yang menampilkan suasana malam kota Seoul di bawahnya. Terlarut dalam lamunannya sembari memperhatikan indahnya kerlap-kerlip lampu yang berasal dari mobil-mobil di jalan raya, Eunhee tak menyadari sosok tampan yang kini berdiri di sisi mejanya.

“Aku cemburu pada pemandangan itu.”

Eunhee terkesiap. Sontak kepalanya menoleh pada asal suara berat itu dan sejurus kemudian senyum gadis itu terkembang mendapati sang kekasih kini muncul di hadapannya. “Kau terlambat 5 menit Tuan Choi.”

“Hmmm… apakah aku harus dihukum karenanya?”

Eunhee tampak sedang menimbang sesuatu. “Yeah, kau tahu aku tak suka segala bentuk kesalahan.”

“Oh, kurasa inilah resikoku memiliki kau sebagai kekasihku.”

Eunhee tergelak dengan cara yang anggun lalu memberikan isyarat menggunakan tangannya agar pria itu duduk. “Jangan membuat kaki panjangmu pegal dengan terus berdiri seperti itu.”

Siwon terkekeh pelan. “Kupikir kau akan memaafkanku setelah aku berusaha menghukum diriku sendiri.”

Eunhee mendengus, namun senyum lebar tetap bertahan di bibirnya. “Aku bukan seorang guru yang menghukum murid-muridnya dengan menyuruhnya berdiri di depan kelas,” balas gadis itu santai.

“Lalu?”

“Nantikan saja hukuman dariku Tuan Choi!”

“Oh, kurasa aku mulai was-was,” gurau Siwon lalu mengial pelan untuk memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua.

-Helios Night Club, Itaewon-

“Kupikir kau tak ikut bergabung,” komentar Eunhyuk menyambut kedatangan Donghae dengan senyum 5 jari khas miliknya.

“Sebenarnya aku tak terlalu suka tempat ribut seperti ini. Tapi apa boleh buat, kalian berdua yang memintaku untuk datang.”

“Tsk, kalau tidak sudi. Tak perlu memaksakan diri Hyeong,” komentar Kyuhyun sinis lalu kembali meneguk soju langsung dari botolnya.

“Apa yang kau lakukan? Hentikan bodoh, kau sudah mabuk,” cegah Donghae ketika penyanyi muda berusia 24 tahun itu akan kembali meneguk soju di tangannya. Sementara kepala lelaki itu sudah terhuyung-huyung karena pengaruh alkohol.

“Tidak Donghae Hyeong, ini masih belum seberapa. Benar begitu Hyuk?” Kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk yang hanya bisa mendesah pasrah melihat kelakuan artisnya itu.

“Sudahlah Hae, kau tidak bisa mencegahnya,” gumam Eunhyuk sembari memundurkan tubuhnya.

“Ada apa lagi? Kurasa kau hanya punya masalah dengan ayahmu dan itu sudah cukup lama.” Donghae tersentak ketika tanpa diduga lelaki yang hanya terpaut usia dua tahun di bawahnya itu melempar botol soju ke lantai hingga menimbulkan keributan kecil di antara pengunjung yang hadir.

“Pria tua itu berhasil membuatku menandatanganinya.” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. “Kenapa aku baru tahu sekarang.”

“Ya! kau kenapa? Apa maksudmu, aku tidak mengerti.” Donghae mengerutkan kening bingung. Sama sekali tak mengerti dengan arah pembicaraan sahabat baiknya itu. Bahkan melihat bagaimana cara sang manajer memandangnya, lelaki itu tahu Eunhyuk juga sama tak mengertinya dengan dirinya.

“Aku kalah Hyeong, pria tua itu menang dan aku tidak ingin terlihat lebih buruk lagi… Aku akan mencoba menuruti kemauannya,” racau Kyuhyun lagi sebelum akhirnya lelaki itu tersungkur tak sadarkan diri.

Donghae beadu pandang dengan Eunhyuk, lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Sepertinya masalah kali ini lebih berat.”

“Hmm… entahlah!” balas Eunhyuk yang kini berusaha memapah tubuh lemas Kyuhyun.

“Kau yakin aku tak perlu membantumu Hyuk?” tanya Donghae cemas.

Eunhyuk menggeleng. “Tidak apa-apa, kau pulanglah. Aku akan mengantarnya pulang.”

“Baiklah! Kalau begitu, aku akan ke toilet dulu. Sampai jumpa lagi,” Donghae menepuk bahu Eunhyuk pelan. “Semoga masalahnya cepat selesai,” tambahnya lagi dan Eunhyuk mengangguk penuh harap.

“Sampaikan salamku untuk Jungsoo Hyeong.”

“Ne!” Donghae tersenyum lalu melangkah melewati beberapa pengunjung yang sibuk berdansa diiringi musik keras menghentak di ruangan itu. Kilatan laser biru, merah dan hijau memenuhi hampir setiap penjuru ruangan, mengiringi hentakan musik yang melatarinya. Donghae sesekali mengernyit tak suka merasakan bau alkohol dari sekelilingnya. Walaupun sahabatnya gemar minum-minuman beralkohol semacam itu, Donghae tak pernah suka mengikutinya. Karena menurutnya, alkohol hanya akan memberikan ketenangan sesaat tanpa menyelesaikan masalah yang dihadapi. Bahkan mungkin, akan menimbulkan masalah baru karena di bawah pengaruh alkohol, seseorang tak akan mampu mengontrol dirinya sendiri.

“Sialan! Dua tahun? Kau berniat meninggalkanku begitu saja?”

Donghae terkesiap. Merasa mengenali suara lembut seorang gadis di sisi kanannya. Refleks, kepalanya menoleh dan terkejut mendapati punggung seorang gadis dengan gaun satin merah maroon berbentuk halter neck yang bagian belakangnya terbuka hingga pinggang. Gadis itu tampak sedang sibuk memukuli meja bar dengan kepala ditopangkan pada kedua tangan yang terlipat di atas meja.

“Hee?!” sebutnya begitu menghampiri gadis yang kini sudah mengangkat kepalanya. Lee Eunhee. Gadis itu memicingkan mata memperhatikan Donghae yang kini berdiri di hadapannya seolah-olah ia sama sekali tak mengenali aktor tampan itu. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Siapa kau?”

Donghae mengernyit merasakan desah nafas Eunhee yang beraroma alkohol. “Nona Hee, kau tak mengenaliku?”

“Haruskah aku mengenalmu?” Eunhee membentak lalu hendak meminum sisa Tequila dalam gelasnya ketika Donghae menahan lengan gadis itu.

“Jangan! Kau sudah mabuk!”

“Oh, kalau kau menginginkan tanda tangan. Jangan menghalangiku melakukan apa yang kuinginkan,” balas Eunhee sengit. “Kemarikan pakaianmu!” katanya lantas dengan seenaknya menarik jaket coklat Donghae agar mendekat hingga lelaki itu menegang merasakan desah hangat nafas Eunhee yang beraroma alkohol menyapu otot-otot lengannya. Tanpa berkata apapun aktor tampan itu membiarkan Eunhee membubuhkan tanda tangannya pada T-shirt V-neck putih yang ia gunakan. “Selesai! Pergilah!” usir Eunhee sembari mendorong Donghae menjauh lalu detik berikutnya memutar kursinya menghadap meja bar.

Donghae menggeleng sembari mendesah pelan ketika dilihatnya Eunhee kini sibuk meminta bartender mengisi gelasnya lagi dengan cairan kuning keemasan itu. “Sudah kubilang hentikan!” perintahnya tegas dan cepat-cepat merebut gelas di tangan Eunhee ketika gadis itu hendak meminumnya.

“Kembalikan minumanku bodoh!” bentak Eunhee geram lalu berusaha menjangkau gelas berisi tequila dengan campuran jeruk nipis dan beberapa balok es itu dari tangan Donghae.

“Nona Hee, sebaiknya kau pulang. Apapun masalahmu, jangan melampiaskannya dengan cara seperti ini,” larang Donghae tegas. “Di mana manajer atau asistenmu?” tanyanya kemudian ketika tak melihat siapa pun yang menemani Eunhee di sana.

“Jangan ikut campur urusanku bodoh!” Kini Eunhee berdiri dari kursinya. Mensejajarkan diri dengan tubuh Donghae yang terus berusaha menjauhkan gelas tequila dari jangkauan gadis itu.

“Kau sudah mabuk Nona!” Donghae meletakkan gelas itu di meja, namun belum sempat Eunhee meraihnya lelaki itu menahan tubuh Eunhee dengan mencengkram kedua bahu atasnya. “Sebaiknya kita pulang!”

“Lepaskan!” Eunhee berusaha berontak. Menatap sengit pada lelaki itu. “Kau mengajakku pulang bersamamu? Apa kau ingin memanfaatkanku? Hah?”

“A-apa maksudmu?”

“Kau masih bertanya apa maksudku?” teriak Eunhee gusar.

“Nona Hee, kau salah paham—“

“Hey kalian semua!” Eunhee bergumam lantang pada semua pengunjung klub malam yang entah sejak kapan mulai bergerombol di sekitarnya. Berbisik-bisik tentang sosok terkenal yang kini terlibat perdebatan kecil itu. “Lelaki ini mengajakku pulang bersamanya. Lalu berpura-pura memasang tampang bodoh untuk mengelabui kalian semua?”

“Nona… apa yang kau lakukan?” Donghae mulai was-was dan menoleh ke sana kemari untuk memastikan tak ada stalker yang mengenali mereka. “Maaf, dia sedang mabuk,” Donghae menundukkan kepalanya pada orang-orang itu lalu berusaha menyeret Eunhee dari tempat itu.

“Lepaskan!” jerit Eunhee sekali lagi yang kali ini berhasil lepas dari cengkraman Donghae. “Lelaki semuanya sama saja! Sama-sama brengsek!” umpat gadis itu lalu meneguk hingga habis tequila yang tadi ditinggalkan Donghae di meja.

“Sudah kubilang berhenti meminumnya!” larang Donghae dan dengan satu gerakan tegas gadis itu melayangkan tamparannya telak mengenai wajah Donghae.

Donghae meringis menahan sakit, namun satu tangannya masih mencengkeram kuat lengan Eunhee. “Itu hukuman untuk perayu busuk sepertimu!” gertak Eunhee sinis.

“Perayu busuk?”

“Ya, perayu busuk yang hanya mengandalkan ketampanan untuk memanfaatkan wanita-wanita tak berdaya.”

Donghae mengerjap heran. Wanita tak berdaya? Kau jelas-jelas singa betina lapar yang tengah bersiap-siap menerkam mangsanya. Dan masih pantaskah kau menyebut dirimu wanita tak berdaya? Batin Donghae gusar. Gadis di depannya benar-benar telah lepas kontrol karena pengaruh alkohol yang diminumnya. Kemungkinan besar pula karena himpitan masalah yang dihadapi gadis itu, hingga membuatnya bertingkah seenaknya.

“Terserah padamu mau menyebutku apa. Sekarang, kau harus pulang!”

Donghae terhenyak dan menegang di saat bersamaan ketika tanpa diduga Eunhee menangkupkan dua tangan lembutnya di pipi dan menarik lebih dekat wajah pria itu untuk kemudian menempelkan bibirnya di bibir Donghae dengan kecepatan dan desakan frustasi yang dirasakannya. Sesuatu yang hangat dan asing menjalar ke sekujur tubuh Donghae ketika ciuman kasar Eunhee berubah menjadi lebih menggairahkan. Bibir mungil wanita itu terasa begitu lembut di bibirnya. Lidahnya yang beraroma alkohol, memberikan rasa manis dan agak asam yang memabukkan. Untuk sesaat lelaki itu terlena merasakan lumatan-lumatan kecil bibir Eunhee di bibirnya, hingga sama sekali tak menyadari kilatan blitz mengabadikan peristiwa langka itu di sudut ruangan.

“Hey, apa yang kau lakukan?”

Donghae tersungkur tepat saat Youngwoon, meninju wajahnya setelah berhasil menjauhkan Eunhee. “Kenapa memukulku?” umpat Donghae kesal begitu kesadarannya kembali terkumpul. “Dia yang mabuk, dan menciumku lebih dulu—oh, sial! Wartawan!”

Youngwoon terkesiap dan refleks berlari mengejar sosok berjaket kulit hitam dengan topi baseball dan kamera di tangan itu hingga ke luar klub.

Donghae meringis dan mengumpat pelan sembari memegangi pipi kanannya yang ia yakini bengkak saat ini. Lelaki itu mendesah berat sembari menatap Eunhee yang kini sudah tak sadarkan diri di kursi depan meja bar. Walau marah karena gadis itu telah membuat malamnya berantakan. Donghae sama sekali tak tega meninggalkan aktris dan penyanyi yang akan menjadi lawan mainnya selama 6 bulan ke depan itu sendirian di sana.

Sembari berharap Kim Youngwoon—manajer Eunhee—berhasil menangkap wartawan yang tadi sempat mengabadikan ciuman panasnya dengan Eunhee. Donghae menggendong gadis cantik itu dan membawanya ke mobil.

-Banpo Remian Apartment, Gangnam-gu-

Kamar tidur bergaya minimalis modern itu terlihat sangat bersih dengan perabotan yang tertata rapi. Warna putih dan hitam yang menjadi warna favorit pemiliknya menghiasi hampir seluruh  sudut ruangan berluas 20 meter persegi itu.

Eunhee mengerjap tepat ketika sinar matahari menelusup masuk melalui jendela besar di sisi kanan ruangan. Gadis itu membuka matanya perlahan. Memijat pelipisnya ketika merasakan nyeri hebat karena pengaruh alkohol yang diminumnya semalam. Sebenarnya Eunhee sedikit heran, bagaimana bisa dirinya berada di tempat tidurnya sekarang, bila mengingat bagaimana frustasinya ia semalam.

“Sial!” umpatnya tertahan. “Semua karena kau!” jerit Eunhee frustasi mendapati wajah kekasihnya Choi Siwon yang terpampang dalam pigura cantik di nakas samping tempat tidurnya. Dengan cepat, Eunhee menelungkupkan pigura itu hingga wajah tampan Siwon tak lagi tampak. Kelebatan kejadian semalam, terbayang jelas di otaknya.

“Maafkan aku Hee, dalam dua hari ke depan. Aku harus berangkat ke New York,” gumam Siwon dengan wajah tertunduk.

“N-new York?” ulang Eunhee bingung.

“Ya, aku akan meneruskan master-ku di sana. Untuk menunjang pekerjaan baruku di perusahaan Appa.”

“Jadi… kau akan meninggalkanku?”

“Tidak akan lama Sayang.” Siwon menggenggam tangan Eunhee lembut. “Hanya dua tahun. Dan aku akan kembali untuk melamarmu.”

“Dua tahun? Tak bisakah kau melanjutkan master-mu di sini saja?”

Siwon menggeleng pelan. “Tidak bisa Hee… aku butuh ilmu yang lebih.”

Eunhee mendengus. “Baiklah! Kalau itu sudah keputusan akhirmu.”

“Apakah kekasihku sedang marah karena tak ingin kehilanganku?” pancing Siwon.

“Sama sekali tidak.”

“Errghh!” Eunhee melempar bantal kucing pemberian Siwon ke sisi tempat tidur. Gadis itu kesal. Kekasih sempurnanya akan pergi. Dan itu artinya, ia akan kehilangan seseorang yang selama ini selalu menemani di saat dirinya membutuhkan perhatian lebih. Perhatian yang tak pernah didapatnya dari keluarganya sendiri. “Dua tahun? Dan kau bilang itu tidak lama Tuan Choi?” gerutu Eunhee kesal. “Apakah kau sudah tak mencintaiku lagi?”

Eunhee terkesiap dan sontak menoleh ketika mendengar pintu kamarnya terbuka. Sosok Youngwoon muncul kemudian dengan wajah kusut yang tak bisa disembunyikan.

“Hey! Siapa yang mengijinkanmu masuk?” protes Eunhee cepat.

“Tidak ada waktu untuk marah-marah!” ungkap Youngwoon serius lalu melemparkan beberapa tabloid yang tadi dibawanya ke tempat tidur.

Eunhee mengernyit heran, ditatapnya Youngwoon sengit tanpa sedikit pun memperhatikan berita yang disampaikan tabloid-tabloid itu. “Kau mendatangiku pagi-pagi di sini. Masuk tanpa ijin ke kamarku, hanya karena sebuah gosip murahan?”

“Gosip murahan katamu?” Youngwoon mengangkat salah satu tabloid dan membukanya tepat di depan mata Eunhee. “Ini, kau bilang gosip murahan?”

HOT NEWS:  SCANDAL CINTA SEGITIGA PENYANYI TERKENAL ‘HEE’!!!  CHOI SIWON ATAU LEE DONGHAE?!

Mwo? Ci-cinta segitiga—ah!” Eunhee memijat pelipisnya yang menegang. “Jelaskan padaku Racoon! Kenapa aktor menyedihkan itu bisa menjadi saingan kekasih sempurnaku? Apakah tidak ada gosip yang lebih berbobot dari ini?”

Youngwoon mendecak frustasi, “Kau masih bisa bilang ini gosip setelah apa yang terjadi semalam Hee?”

Eunhee mengernyit heran. Jelas tidak mengerti dengan arah pembicaraan sang manajer. “Semalam? Apa yang terjadi semalam? Jelaskan padaku Kim Youngwoon!”

Untuk sejenak Youngwoon menatap Eunhee tajam. “Kau… mencium aktor itu. Lee Donghae.”

“Apa?! Tidak mungkin!”

TBC

 

 

Keterangan:

*: Putera mahkota

Nah, Otte?? Aduh… maaf klo hasilnya aneh! hehe ^^

45 thoughts on “Hot Scandal -Page 1- [EunHae]

  1. annyeong eonn..
    seru ff nya eonn
    hae kasian diabaikan sama hee..
    susah banget yang kerja bareng hee.. orangnya perfeksionis..
    nah nah apa tu.. si hee mencium hae.. tapi mala hae yang dipukul.. poor hae, tapi tetap enak kan dicium hee… kkkkk
    beritanya udah tersebar… apa yang bakalan mereka lakukan ya??
    ditunggu lanjutannya eonn🙂

  2. dsni karakter eunhee sombong bda sm karakter dy d ff lain, tp wlo sombong hae tetep suka tuh,.
    apa gr2 kasus itu ntr mereka jd couple? siwon y gmn nasib y ntr?

    • Ne, aku sengaja bikin karakter Eunhee yang berbeda dari FF laen.Biar yg baca gak pada nyampur dan ceritanya gak ngebosenin kkkk
      Buat semua pertanyaanmu, nanti akan terjawab di part2 selanjutnya *senyum anggun*

  3. .scandaL x yg mna ych ? MsLah cinta segitiga ato msLah obsesi Eunhee dgn kta “sempurna” ..
    .kta sutradara Haeppa sdah bsa menjadi sosok Pangeran . Q rsa Haeppa memang sdah menjdi Pangeran untuk ELF ..
    .kekkkekk ..
    .d sni Eunhee gya x sengak abis , angkuh , sok perfeksionis ..
    .bkin keseL ..
    .singa betina ? Errrr ..
    .Eunhee pcran am Siwon . Bner” cinta ? Ato cma terobsesi am kta “sempurna” ..
    .tpi , dia ngamuk mau d tinggaL Siwon ..
    .mungkin cinta . Dikit ..
    .kekkkekk ..
    .Haeppa kya x tenang org x .. Senyum bertebarannnnn ..
    .Part 1 udch ternodai bibir Haeppa . Bgaimna Part sLanjut x ? Ap Lgi yg ternodai ? ..
    .gkgkgk_
    .Teukppa ajaib ! Bsa nongoL tanpa d sadari Haeppa .. Gkgkgk_
    .d tunggu part sLanjut x !
    .annyeong !!

  4. .scandaL x yg mna ych ? MsLah cinta segitiga ato msLah obsesi Eunhee dgn kta “sempurna” ..
    .kta sutradara Haeppa sdah bsa menjadi sosok Pangeran . Q rsa Haeppa memang sdah menjdi Pangeran untuk ELF ..
    .kekkkekk ..
    .d sni Eunhee gya x sengak abis , angkuh , sok perfeksionis ..
    .bkin keseL ..
    .singa betina ? Errrr ..
    .Eunhee pcran am Siwon . Bner” cinta ? Ato cma terobsesi am kta “sempurna” ..
    .tpi , dia ngamuk mau d tinggaL Siwon ..
    .mungkin cinta . Dikit ..
    .kekkkekk ..
    .Haeppa kya x tenang org x .. Senyum bertebarannnnn ..
    .Part 1 udch ternodai bibir Haeppa . Bgaimna Part sLanjut x ? Ap Lgi yg ternodai ? ..
    .gkgkgk_
    .Teukppa ajaib ! Bsa nongoL tanpa d sadari Haeppa .. Gkgkgk_
    .d tunggu part sLanjut x !
    .annyeong !!!!

  5. hua… ><
    onnie, ne keren bgd,..hehehe dpt fell.a,..
    agiu sifatmu hee sangat keras seperti ff onnie yg dulu..

    Onnie, pas bgd tuh pke ad adegan si ikan sma kyu saeng kira onnie g pke ternyata, oke kyk.a seru nih saeng cba langsung terusin dh,.. ^^

    dan itu, sumpah dh hee demi apapun apa yg kau lakukan di depan umum,..
    gmna g langsung jd makanan paparazi lo kyk gtu hanya krn wonnie pergi,..

    lelaki sempurna g hanya ada dia kow,..kekekeke
    oke saeng mau buat hot news berita,a,…

  6. waahhh…..jinjja daebak eon!!!!!
    Crtny lain dr bysnya..bnr2 mnggmbrkan dunia arts yg mnarik,bkin pnsaran..
    hee dsni jd angkuh,prfect bngt y eon,bda ma hae yg sopan jg baik bngt..~_~
    g sbr pngn liat gmna hae mnaklukkan htiny hee,hahaha
    dtngu y eon,Fighting!!!^^

  7. ini mah luar biasa keren unn,,:D
    suka sama imej baru eunhee yg beda…
    tapi dia galak bgt ya? sampd Donghae dijutekin jg..wkwk~
    ok unn, saeng mw loncat di blognya Ji Ae unnie dlu, blm bc yg hot news..hehe

  8. yeyyyyyy,,,,akhirnya,kelar juga oen bacanya🙂

    cerita baru,karakter baru,,,,bener” fresh deh ni ffnya,,,,
    pokoknya klo saeng yg bikin,pasti menarik deh😉

    suka deh ma karakter hee yg kaya gini,tipe cewe sombong yg bakal luluh sama pesona bang ikan,,,,
    tapi,,,,,,,,,,,tumben deh saeng,tuh tbc cepet amat dah muncul*dirajamhee*wkwkwk

    baru awal aja udah ada hot kiss’y,,,,berarti nih ff harus bener” HOT ya saeng*plak*kkkkk

    ditunggu lanjutannya ya,,,,

    • hehe… pasti sibuk yah Eon!
      Makasii dah nyempetin baca FFku ^^

      Cepet?? emang pendek kali yah? *diinjek*
      Ntar next Part kuusahain lebih panjang deh. Heran nih.. readers pada suka ama yg panjang2 #Ehhh

      Haasiihhh… si eonnie mah!! #Blushing
      klo mau HOT berdiri deket kompor aja Eon :p

  9. Ahh, ikut komen ya eon😀
    Mau napas dlu ah. Hah ! Eonni, oh ternyata hee klo udh beringas (?) kaya gtu ya -_- asal cium aja . Untung yg dicium namja tampan lah klo ajushi2 tua jelek gmana😀 haha nggak lucu dong abang siwon ditandingin sma ajushi2 peyot(?) wkwkwk
    Dan ternyata antara hs vers jikyu sma haehee itu nyambung toh. Paham skrng .
    Hah ! Karakter hae dsini polos ya eon :* bagus deh😀

    • Ne~
      Silakan!
      hahaha… pilih2 donk Eunhee klo mau nyium. Masa iya mau nyium ahjusshi?? tapi klo ahjusshinya setampan Teukie gpp juga ding *digorok Hae*

      beda say… dan pastinya Nyambung ceritanya. nantikan ajah deh HS selanjutnya yaww ^^

  10. hahaha, kasian bget si hae, uda enak” dpet ciuman dr hee tp akhirx dpt “ciuman” dr youngwoon ^^ ↵ffx seru eonn, next partx jgn lma” ya. . hehe ^^😀

  11. baru baca nih, kemaren2 udah buka tp ga sempet bacanya u,u
    cerita baru ya, lebih fresh gitu
    sempet bingung kenapa Hee kesannya jutek banget eh ga taunya emang karakternya hoho
    Hee dikelilingi 2 pria tampan nan mempesona uwoo beruntungnya😄
    tp Hee nakal ya main cium2 Hae kkk

    oya HS yg versi JiKyu itu harus dibaca juga ya biar nyambung? soalnya aku belum baca yg versi itu hehe

  12. Eonni, koment aku potong jd dua ya?
    Takut nya kepotong, ol d hp soalnya..
    Astagaaa, lupa blm bacaaa epep ini xD wkwkwkw

    huwaaaa seru seru seru banget eon!
    Seperti biasa, eunhee sifatnya keras bgd dan sombong, sama seperti authornya! /slapped/
    wkwkwk
    ahh tapi ini seru eon, kalo jikyu kan yg keras si kyuhyun, nah disini malah si donge jadi anak malang(?) eh maksudnya jadi polos gitu eon, hehe
    dia kasian bgd eon digalakin mulu ama eunhee-.-

    astagaaa, eunhee gitu bgd ya eon ama donge, partner kerja tp ya gitu cuek sombongnya astagaa u,u
    eh tp itu malah bakal bikin donge penasaran ya ama eunhee, buktinya pas donge bilang ke manajernya XDDD wkwkw
    dia udah mulai tertarik..
    Hihi

    oiyaaa, gila! Eunhee bener2 cinta kesempurnaan bgd ya eon, buktinya jadian nya ama siwon..
    Huwaaah, ga bisa bayangin gmana mereka kalo pacaran! ><
    eh tp kaya nya siwon juga takluk ya ama eunhee..
    Wahh eon hebat! Bisa naklukin siwon ampe kaya gitu 0-0

    kyaaaaaaa hot scandal ini beneran nyambung ya eon, antara jikyu ama eunhee..

  13. Hwaaaaaa seru ini pasti seru eon!!
    Sumpah!
    Apalagi donghae ama kyuhyun saling kenal..
    Ahh..
    Penasaran juga tar gmana kalo eunhee ama jikyu ketemu ><
    huwaaaaa..
    Eonni gmana nasib mereka selanjutnya!
    Wowww!

    Eonni ini part pendek banget, baru baca bentar udah tbc!
    Ahh!
    Penasaran bgd next part! Jgn! Lama! Lama! Ya! Eon! Wkwkwkw

  14. Astaga! Yang kedua kepotong! Sial!

    Hwaaaaaa seru ini pasti seru eon!!
    Sumpah!
    Apalagi donghae ama kyuhyun saling kenal..
    Ahh..
    Penasaran juga tar gmana kalo eunhee ama jikyu ketemu ><
    huwaaaaa..
    Eonni gmana nasib mereka selanjutnya!
    Wowww!

    Eonni ini part pendek banget, baru baca bentar udah tbc!
    Ahh!
    Penasaran bgd next part! Jgn! Lama! Lama! Ya! Eon! Wkwkwkw

  15. Hwaaaaaa seru ini pasti seru eon!!
    Sumpah!
    Apalagi donghae ama kyuhyun saling kenal..
    Ahh..
    Penasaran juga tar gmana kalo eunhee ama jikyu ketemu ><
    ahh pasti jikyu ditindas eunhee wkwkwk😄

    aigoo, eunhee knapa minum ampe mabuk gitu eon? 0:
    wahh wahh gilaaa!
    Ternyata siwon mau pergi?
    Astagaaa, kenapa tiba2 gt eon..
    Hah! Ga salah jg kalo eunhee ampe stres gitu!
    Susah lho nyari namja sempurna =0

  16. pas donge liat eunhee itu eon, aku mulai deg deg an banget tau!
    Ganyangka bgd bisa liat eunhee lagi mabuk ya..
    Si donge nya lg, udah tau eunhee galak masi aja mau nolongin, sumpah geregetan bgd aku eon!

    huwaaaaaaaaaaaa, demi apa eunhee berani nyium donge di depan umum!!!
    Aaaaaaa aku deg deg an bgd eon!
    Mana donghaenya nikmatin lagi!
    Gila, ga sadar apa kalo ada wartawan ><
    huwaaaaa..
    Eonni gmana nasib mereka selanjutnya!
    Wowww!

    Eonni ini part pendek banget, baru baca bentar udah tbc!
    Ahh!
    Penasaran bgd next part! Jgn! Lama! Lama! Ya! Eon! Wkwkwkw

  17. woahhhh aku ketinggalan ff iniiiiiiii >.<
    huaaaaa lee donghae kasiannnn skali dirimu bang ikan ckckck dihiraukan oleh wanita hahaha /evillaugh/😀
    idk what i've to comment,,aku suka alur cerita yg kyk gni, cwe.y dingin cwo.y romantis gtuuuu kyaa /loncat"sndiri/ eunhee tampil beda,,cool d____b i like that image eonn😀
    eonni, aku capcus bca yg jikyu scandal jga yah…byebye😀

  18. cieee, pertama ketemu udah benci-membenci hati2 hee nanti fallin in love loh :p
    masa ngakak hee d bilang singa betina HAHAHA
    apa itu? pangeran tampan choi siwon? kekasih sempurna‘a hee, sip aku dukung hee sm siwon *ehh
    uhm~ mungkin ini br part awal jd pendek :3 nanti d tambah y un?😉

  19. 🙂 annyeong aku reader baru dan baru baca ff ini
    bagus donghae dkk bukan jd member suju jd lucu
    baca part 2 dulu soalnya part ini uda bagus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s