Memories of Youth (SM High School) -Book Four-

-Book Four-

Become Closer

 

 

 

—————————————–

“Jelaskan padaku… apa alasanmu bekerja di klub malam milik Appaku ini?” Donghae membelalak. Namun detik berikutnya, lelaki tampan itu terkekeh pelan. “Hey, apa ada yang lucu dengan syarat yang kuberikan?”

Donghae menggeleng. “Tidak, aku hanya berpikir… kau akan memanfaatkan posisiku,” ungkap Donghae yang jelas kini tampak lebih rileks dari sebelumnya.

“Memangnya kau pikir aku akan mensyaratkan apa?” tantang Eunhee. “Memintamu menjadi asisten pribadiku selama beberapa hari ke depan? Tsk, kalau benar begitu… kau terlalu banyak menonton drama-drama melankolis,” ejek Eunhee mengundang kekehan Donghae semakin keras.

“Kalau melihat bagaimana sikapmu selama ini, kukira itu masuk akal.”

“Apa?”

Donghae tertawa keras mendapati ekspresi tenang gadis itu pecah. “Sudahlah!” tukasnya setelah berhasil menghentikan tawanya. “Jangan diambil hati… sekarang aku tahu kau bukan gadis seperti yang kukira.”

“Hey—“

“Apa kau masih ingin mendengar ceritaku?” potong Donghae cepat ketika melihat ekspresi masam Eunhee.

“Ceritakan!” perintah gadis itu sembari bersandar di sofa kuning yang ditempatinya. Layaknya seorang atasan yang memerintah pada bawahannya.

Donghae mencondongkan tubuhnya ke depan, memilin jari-jarinya menjadi satu. “Aku yatim piatu sejak kecil. Lima belas tahun lamanya aku tinggal di panti asuhan. Tak ada yang tahu di mana orang tuaku berada. Ibu pengurus panti bilang, mereka menemukanku di pintu asrama hanya dengan sepucuk surat peninggalan Ibuku. Sejak hari itu, tak ada lagi yang datang untuk mencari keberadaanku. Hingga aku pun mengubur dalam-dalam harapan untuk dapat bertemu kedua orang tuaku lagi.”

Eunhee terhenyak. Sama sekali tak menyangka bahwa kisah hidup pemuda itu begitu sulit dan menyakitkan. Berbeda dengannya yang hingga kini masih dapat merasakan kasih sayang dan kehangatn keluarganya.

“Semenjak lulus Sekolah Menengah Pertama, aku dan Jihyeon—seseorang yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri—memutuskan untuk keluar dari panti asuhan karena tak ingin merepotkan pengurus panti lagi, dan memilih untuk menghidupi diri sendiri dengan bekerja paruh waktu,” Donghae melanjutkan ceritanya. “Bersyukur aku memiliki kemampuan menjadi DJ setelah beberapa saat lalu, aku aktif di klub music di SM High school. Jadi, untuk menutupi biaya hidupku juga adikku… aku bekerja di tempat ini. Sementara Jihyeon, bekerja paruh waktu di sebuah kedai Mie dekat rumah kontrakan kami.”

Eunhee masih membisu. Ada perasaan haru bercampur pilu di dalam dadanya yang menyeruak menjadi satu. Rasa kagum yang selama ini dirasakannya dan selalu ditutupinya, kini semakin meningkat mengetahui perjuangan pria itu dalam menjalani hidup.

Lee Donghae… bisakah kau berhenti membuatku kagum? Entah apalagi yang aku tak tahu tentang dirimu.

“Jadi, Nona Lee… apa kau masih ingin mengadukanku pada Ayahmu atau pihak sekolah?”

Eunhee tersentak. Kesadarannya kembali terkumpul mendengar pertanyaan Donghae. “Uh.. oh, tidak. Tentu tidak.”

Eunhee memaki dirinya sendiri. Kehilangan kontrol di depan lelaki tak pernah terjadi pada dirinya selama ini. Tapi Lee Donghae, lelaki itu mampu membuat Eunhee kehilangan kemampuan berpikirnya.

————————————————–

“Hey, Lee Eunhee! Kau menyebalkan!” Eunhee terkesiap. Gadis itu seketika mendongak menatap asal suara pemanggilnya.

Wae?” tanyanya cuek lalu pura-pura fokus pada novel roman di tangannya. Walau jelas, pikirannya masih sibuk mengulang kejadian malam itu.

“Kau membaca novel Roman? Tidak biasanya,” sindir Yeonrin sinis.

“Hey, kau masih marah karena aku setuju pada permintaan Hyukjae?” Eunhee berusaha mengalihkan topik.

“Jangan sebut nama lelaki itu!” sungut Yeonrin kesal.

Eunhee menyeringai lebar, “Jangan terlalu membenci seseorang Yeon. Aku khawatir rasa benci itu akan berubah menjadi cinta.”

“Mwo?”

Eunhee terkekeh. “Tidak biasanya kau membenci pengagummu seperti ini. Kalau diingat-ingat, bukan hanya Hyukkie yang pernah mengagumimu. Tapi aku heran, kenapa hanya dia yang kau benci.”

“Dia keterlaluan!” Yeonrin merengut dan memposisikan dirinya di bangku sebelah Eunhee. “Entah sudah berapa kali ia mengganggu acaraku dengan Minho. Merayuku di depan umum seolah-olah aku ini gadis murahan yang mudah saja termakan rayuan.”

“Kalau kau memang bukan gadis murahan, lantas kenapa kau harus marah?”

“Isshh… bisakah kau berhenti bersikap menyebalkan?” sungut Yeonrin kesal.

“Ja—“

“Jangan berteman denganku bila aku menyebalkan,” potong Yeonrin, sebelum Eunhee sempat menjawab. “Oh, tidak… lihatlah! Baru semenit yang lalu kita membicarakannya, dia sudah muncul saja.”

“Sepertinya ia sama sekali tak ingin berpisah denganmu Yeon,” komentar Eunhee geli. “Lagi pula, tak ada yang salah dengannya. Dia juga cukup tampan.”

“Hey! Aku tak minta pendapatmu!” sungut Yeonrin lalu beranjak dari tempatnya duduk ketika sosok Hyukjae sudah semakin dekat. “Choi Minho jauh  lebih tampan darinya,” tambah Yeonrin lirih.

“Hai gadis-gadis…” sapa lelaki itu riang dengan senyum lebar yang memamerkan deretan gusinya. Matanya jelas tertuju pada Yeonrin yang kini sudah berdiri dari bangku taman panjang yang tadi didudukinya.

Yeonrin membuang muka dan bersedekap, membuat Eunhee tak tahan untuk tertawa. “Aku ke tempat Minho dulu!” pamitnya dengan suara yang menekankan pada kata Minho.

“Choi Minho sepertinya sedang sibuk dengan Onew dan Key, kurasa… ia tak akan suka diganggu.”

Yeonrin menghentikan langkahnya lalu menatap Hyukjae masam. “Lalu… apa urusannya denganmu?”

“Daripada kau diabaikan… bagaimana kalau sekarang kita membahas materi praktikum minggu depan?” Yeonrin begidik ketika lelaki itu mengedipkan sebelah mata padanya.

“Tsk, terima kasih Hyukjae-ssi,” balas Yeonrin manis. “Tapi aku tak tertarik melakukannya saat ini!” tambahnya sebal lalu melangkah melewati Hyukjae yang cemberut.

“Jangan tertawa!” sungut lelaki itu ketika mendengar kekehan geli Eunhee.

“Sudah kubilang bukan… berhentilah mengejarnya,” komentar Eunhee masih dengan tertawa.

Hyukjae lalu duduk di sebelah gadis itu. Tepat di mana Yeonrin sebelumnya duduk. “Aku tak akan menyerah,” gumam pria itu pada dirinya sendiri.

—————————————————–

Kyuhyun berhenti memainkan PSP-nya. Tatapannya tertumbuk pada benda kecil silver berbentuk bintang di mejanya. Pagi tadi, Saehyun mengembalikan gantungan ponsel itu. Bukan pada Jiae, tapi padanya. Dan saudara kembarnya itu berkeras meminta dirinya sendiri yang mengembalikan.

Jangan harap aku akan mengembalikannya, batin Kyuhyun.

Kendati berusaha mengabaikan benda itu, terhitung sudah kesekian kalinya pemuda itu menghentikan kegiatannya hanya untuk menatapnya. Sebenarnya ia terkejut dan sempat tak percaya bahwa Jiae masih membawa serta gantungan bintang yang dibelikannya dulu.

Kyuhyun mengerang frustasi. Diraihnya benda itu dan menggenggamnya erat. Tanpa sadar, kenangan masa lalu berputar di benaknya. Kenangan yang selama ini berusaha ia hapus dari otaknya. Namun sama sekali tak pernah behasil.

—————————————–

“Cho Kyuhyun, lihatlah!”

Kyuhyun sontak mengalihkan perhatiannya dari PSP ketika mendengar seruan seorang gadis di sampingnya. “Youngjin—“

“Lihat! Aku memilikimu!” potong gadis itu riang, sembari memamerkan gantungan ponsel berbentuk bintang di depan mata Kyuhyun.

Seketika itu juga ekspresi Kyuhyun menggelap. Ada raut kesal di wajahnya melihat benda itu tergantung di ponsel Han Youngjin, dan bukanlah Shin Jiae. Gadis yang jelas-jelas diberi wewenang untuk menjaga benda itu. “Dari mana kau mendapatkannya?” tanya Kyuhyun datar.

Youngjin tampak sedikit takut, tapi kemudian gadis itu menjawab. “Jiae… dia yang—hey… apa yang kau lakukan?” jerit gadis itu ketika tiba-tiba Kyuhyun menarik kasar benda itu dari ponselnya.

“Jangan mengarang cerita! Jiae tak mungkin memberikannya padamu,” bantah Kyuhyun sinis. Jelas tahu kalau gadis di depannya, sejak awal memang tak berhenti mengharap dapat menjalin kasih dengannya.

“Aku tak mengarang cerita! Shin Jiae memang memberikan gantungan ponsel itu padaku. Katanya, ia sudah bosan. Dan mengatakan bahwa akulah yang lebih pantas menyimpan benda pemberianmu ini.”

Kyuhyun tertawa mengejek, “Kau menyedihkan! Pandai sekali mengarang cerita!” cibir pemuda itu. “Lalu… apalagi yang Jiae katakan tentangku, huh?” tantangnya.

“Dia… dia bilang… benda itu adalah ‘kau’ jadi… aku sebagai seseorang yang mencintaimu. Sangat pantas untuk—“

Kyuhyun mendengus keras. “Cukup! Aku tak ingin mendengar bualanmu lagi,” perintahnya berang lalu beranjak dari tempatnya untuk mencari keberadaan Jiae. Ia ingin mendengar langsung dari sang sahabat. Jujur, Kyuhyun merasa sedikit curiga mengapa Youngjin sampai tahu tentang semua hal yang dinyatakannya pada Jiae hari itu. Tapi sekuat tenaga lelaki itu menghalau rasa itu ke tingkah paling rendah.

Tidak. Aku harus mendengar dari mulut Jiae sendiri.

Namun alih-alih semua pertanyaannya terjawab, Kyuhyun justru dikejutkan ketika mendapati Shin Jiae—gadis yang selama ini diam-diam dicintainya—tengah menyandarkan kepalanya pada pundak Shim Changmin—kakak kelas satu tingkat di atasnya—tepat di bawah pohon maple di taman sekolah. Tanpa sadar Kyuhyun meremas kuat gantungan ponsel di tangannya. Lelaki itu cemburu. Merasa terkhianati secara samar.

Sial! Jadi, kau memang sudah bosan denganku Shin Jiae, desisnya dalam hati.

———————————————————————-

“Oppa, kau sudah mengembalikannya?”

Kyuhyun tersentak dan kesadarannya kembali ke masa kini. Untuk sesaat lelaki itu hanya diam menatap wajah Saehyun di depannya. Namun sejurus kemudian, Kyuhyun membalas dengan nada sinis, “Kurasa dia tak membutuhkannya… jadi untuk apa dikembalikan?”

“Aiishh… kalau begitu kemarikan! Biar aku yang mengembalikannya!” bentak Saehyun sembari menadahkan tangannya di depan Kyuhyun.

“Sudah kubilang, dia tak membutuhkannya. Jadi tak perlu repot-repot kau kembalikan.”

Saehyun mendengus. Merasa tak ada gunanya berdebat dengan sang kakak, gadis itu memilih kembali ke tempat duduknya. “Dasar aneh! Dia bilang benci, tapi masih saja berkeras menyimpan benda itu untuk dirinya sendiri,” omelnya kesal. “Apakah masalah Appa dan Eomma dengan Nyonya Shin waktu itu masih selalu mengganggunya? Aku kasihan pada Jiae Eonnie, sampai sekarang masih—“

“Sudah selesai?” Saehyun terlonjak kaget. Seketika gadis itu menoleh dan mengernyit heran pada Kibum yang tiba-tiba menengadahkan tangan di depannya.

“Apa?” tanya gadis itu bingung. Berusaha sekuat tenaga menahan sakit di dada karena hentakan keras jantungnya. Entah karena kaget, atau karena kehadiran pria di depannya.

“Buku.”

Saehyun mendengus jengkel. “Sebenarnya kau berniat meminjamkannya padaku atau tidak, huh? Baru sehari kau meminjamiku buku itu, tapi sekarang… kau sudah memintanya.”

Kibum tersenyum, membuat Saehyun semakin jengkel. Tapi tak pelak, jantungnya kembali memompa darahnya dengan kuat. Kali ini Saehyun yakin, karena senyum lelaki itulah jantungnya bereaksi seperti ini. “Kupikir sudah,” kata Kibum singkat lalu kembali ke bangkunya sendiri.

Hanya begitu saja? batin Saehyun kesal, Setelah dia membuatku kaget setengah mati, dia hanya berkata begitu saja?

“Hey!” Karena tak tahan, akhirnya Saehyun memberanikan diri bertanya.

“Memanggilku?”

“Tsk, siapa lagi kalau bukan kau!” sungut Saehyun.

“Kibum. Bukan Hey…”

“Tsk, baiklah. Kibum… boleh aku bertanya padamu?” Saehyun hampir saja memakinya lelaki bisu karena untuk kesekian kalinya pria itu membalas pertanyaan Saehyun hanya dengan senyuman. “Kau… kenapa kau meminjamkan buku itu padaku?”

Masih setia dengan senyumnya, Kibum menjawab dengan tenang. “Untuk kau baca.”

“Hey! Anak kecil juga tahu kalau buku itu untuk dibaca, bukannya dirobek lalu dimakan.”

“Kalau sudah tahu, kenapa bertanya?”

“Mwo?”

Kibum sekali lagi tersenyum, membenarkan letak kacamatanya lalu kembali melanjutkan kegiatannya membaca.

“Dasar Bisu!” maki Saehyun kesal, lalu melangkah lebar-lebar keluar kelas. Sementara Kibum diam-diam mengangkat kepalanya dan menatap punggung gadis itu dengan tetap menyunggingkan senyum misteriusnya.

—————————————————

Siwon mencoba memfokuskan diri pada proposal acara yang dibuatnya ketika bayangan Haerin yang tengah mengendap di sisi locker-nya kembali terbayang. Pemuda tampan itu menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.

“Mencari Locker Yeonrin? Salah menghampirinya?” gumam Siwon lirih sembari menahan geli. “Aku bahkan belum bertanya mengapa ia berdiri di depan Locker-ku, dan dia sudah menjawab dengan gugupnya. Kau pikir, aku sebodoh itu Haerin-ssi? Aku tahu, kau lah yang selama ini memberikan Godiva itu padaku. Apalagi saat melihat ekspresi konyolmu saat itu.”

“Siwon-a!”

“Eh?” Siwon buru-buru mengalihkan perhatiannya dari komputer ketika mendengar suara Youngwoon dari ambang pintu. “Apa?”

“Aku tak tahu kalau proposal pengajuan dana itu sangat menarik hingga kau tersenyum sendiri.”

Wajah Siwon seketika memerah. “Ani, hanya sedang memikirkan sesuatu yang menyenangkan,” bantahnya cepat.

Youngwoon menyeringai, lalu melangkah masuk ke ruangan Badan Siswa yang tampak sepi itu. “Apakah calon Presiden siswa kita sedang jatuh cinta?”

“Apa?” Siwon mengernyit. Berlagak bodoh tepatnya. “Ah, tidak. Aku hanya sedang memikirkan tingkah Jiwon, adikku.”

“Ehm… baiklah,” Youngwoon pura-pura mengerti, walau jelas-jelas pria tambun itu masih tersenyum meledek.

“Sebenarnya, apa yang kau ingin bicarakan?” Siwon cepat-cepat mengalihkan topik, setelah menemukan jeda yang tepat.

“Ah, begini.” Youngwoon menarik salah satu kursi dan menempatinya. “Aku dan Sungmin berniat membuka stan coklat saat acara ulang tahun SM nanti—“

“Coklat?” potong Siwon tanpa sadar.

“Ne, wae?”

“Tidak, tidak apa-apa,” Siwon memaki dirinya sendiri dalam hati. Tidak seharusnya ia membiarkan mulutnya bicara seperti itu. “Lanjutkan!” perintahnya tegas.

Youngwoon yang semula heran, memilih melanjutkan ceritanya. “Jadi, bolehkah aku tahu… syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk membuka stan itu saat acara nanti?”

“Oh, itu saja?” Youngwoon mengangguk. “Ambil formulir di meja itu dan isilah…” balas Siwon tenang lalu mencoba memfokuskan diri lagi pada draft Proposal pengajuan dananya di komputer. “Jangan lupa isi juga manfaat yang akan diberikan bila kau membuka stan coklat itu.”

Youngwoon mengacungkan jempolnya. “Siap boss!”

Sepeninggal Youngwoon, Siwon menghela nafasnya berat. “Syukurlah ia tak bertanya macam-ma—“

“Permisi!”

Siwon terhenyak. Sontak kepalanya kembali berputar menghadap pintu keluar. “Han Haerin?” sebutnya kaget.

———————————————————-

Eunhee menendang ban mobilnya frustasi. Gadis itu kesal karena di saat yang tidak tepat, ban itu pecah, hingga jadwal pulang sekolahnya tertunda. Bukan hanya ban mobil yang membuatnya jengah, tapi omelan Yeonrin—dengan suara cemprengnya yang khas—membuat gadis itu semakin kesal.

“Bisakah kau diam?” bentak Eunhee dan saat itu juga Yeonrin berhenti mengomel. “Kalau kau tak sabar ingin segera pulang, ikut saja dengan dia.”

Yeonrin seketika menoleh, dan begidik mendapati Hyukjae dengan senyum lebar telah menanti di atas motor sport kuningnya.

“Aiishh… lebih baik aku menunggumu saja kalau begitu,” balas Yeonrin cepat.

“Tapi kurasa… akan butuh waktu lama untuk mengganti bannya,” Eunhee beralasan. “Apalagi aku tak tahu cara menggantinya. Sepertinya aku akan meninggalkan mobil ini di sekolah dan meminta Appa menjem—“

“Kalau begitu aku ikut Appamu saja,” potong Yeonrin, sekali lagi mencuri pandang pada Hyukjae yang masih setia menanti.

“Tsk, kau tidak kasihan padanya? Dia sudah menunggumu begitu lama.”

“Kau itu temanku atau bukan?” keluh Yeonrin kesal.

“Kalau kau masih menganggapku temanmu.”

“Yak!!!” Yeonrin mendengus. “Kau semakin menyebalkan saja,” sungut gadis itu kesal. “Kalau aku pulang dengannya, dan Minho melihatnya… bisa gawat bukan?”

Eunhee mengalihkan perhatiannya dari ban ke wajah Yeonrin. “Lalu… kenapa kau tak meminta kekasihmu itu mengantarmu?”

“Aiishh… Minho sedang berlatih basket untuk kejuaraan tingkat SMA se-Ibu Kota minggu depan, mana mungkin dia bisa mengantarku pulang?” sungut Yeonrin sedikit keras yang segera disesalinya karena jelas Hyukjae akan mendengar ucapannya.

“Kalau begitu… pulang bersamaku saja!” Sesuai dugaan Yeonrin, Hyukjae seketika itu juga berjalan menghampirinya.

Eunhee terkikik pelan dan segera menghentikannya ketika melihat tatapan sinis Yeonrin. “Ah, Hyukkie… tolong jaga Yeon dengan baik, oke?” Eunhee mengabaikan delikan tajam Yeonrin dengan berlalu meninggalkan mereka berdua setelah sebelumnya gadis itu menepuk bahu Hyukjae pelan.

“Yak! Lee Eunhee… apa kau berkomplot dengan le—“

Kaja!” sela Hyukjae cepat sembari menarik lengan Yeonrin agar mengikutinya.

“Hey, lepaskan tanganku! Aku bisa jalan sendiri,” dengus Yeonrin kesal lalu menepiskan pegangan Hyukjae di lengannya. “Lagipula, apa kau akan mengantarku dengan motor ini? Aku tidak punya helm.”

“Ah, itu.” Hyukjae meringis dengan polosnya. “Sama sekali tidak masalah, pakai saja helm-ku,” katanya lalu menyerahkan helm yang semula dipakainya ke tangan Yeonrin.

“Ishh… tidak ada kumannya kan? Aku takut rambutku—“

“Kalau tidak mau ya sudah!” Yeonrin tersentak ketika tiba-tiba Hyukjae menarik kembali helm di tangannya. Gadis itu kaget karena sama sekali tak menyangka Hyukjae bisa berkata sekasar itu padanya.

“K-kau… marah?” suara Yeonrin memelan.

Hyukjae mendengus keras. “Aku pulang! Selamat berjalan kaki Nona keras—“

“Hey, baiklah! Kemarikan helm-mu!” Hyukjae hampir saja mengacaukan rencananya dengan menyeringai mendapati ekspresi menyerah gadis cantik di depannya. “Kau harus membayar semua ini Lee Eunhee,” gerutu Yeonrin pelan.

“Apa?” Hyukjae sengaja mendekatkan telinganya ke depan wajah Yeonrin.

“Aiishh… bukan untukmu!” bantah gadis itu lalu memakai helm milik Hyukjae.

Hyukjae menoleh ke tempat lain untuk menyembunyikan seringainya. Saran yang diberikan Eunhee jelas berhasil membuat Yeonrin menyerah, dan ia harus berterima kasih pada gadis itu.

“Seorang gadis pada umumnya lebih menyukai pria yang sulit didapatkan… daripada pria yang ke mana pun selalu mengekor di belakangnya. Salah satunya Yeon, bagi gadis itu, lelaki seperti tadi hanya lelaki yang tak punya harga diri.”

Hyukjae tersenyum puas mengingat nasihat yang diberikan Eunhee saat jam istirahat tadi.

“Hey, kau jadi mengantarku?”

Hyukjae cepat-cepat mengangguk. “Ah, tentu!” katanya sembari menaiki motor sport-nya. “Ayo naik!” Lelaki itu menepuk-nepuk jok belakang motornya sembari tersenyum lebar.

Dengan sedikit terpaksa, akhirnya Yeonrin naik juga dan meletakkan tas selempangnya di tengah untuk memberi jarak antara dirinya dan Hyukjae. “Cepat jalan!” perintah gadis itu jengah sembari memperhatikan sekeliling, berharap Minho tak memergokinya.

“Kau yakin tak akan berpegangan?”

Yeonrin menggeleng tegas. “Jangan berani berha—Omo!” Tanpa dapat dicegah, gadis itu seketika melingkarkan lengannya di pinggang Hyukjae. Sama sekali mengabaikan jarak tubuh mereka yang menempel karena tanpa diduga Hyukjae melajukan motor sportnya dengan kencang. “Sialan kau! Mencari kesempatan hah?” rutuk gadis itu walau tangannya tetap berpegangan erat di pinggang Hyukjae.

“Aku sudah mengingatkan Nona,” balas Hyukjae sembari mengulum senyum kemenangan.

 

-Han’s House-

Haerin merutuk kesal. Melemparkan tubuhnya ke sisi ranjang.

Harusnya aku tak pernah menyetujui saran Jiae untuk menyerahkan coklat itu pada Siwon. Beginilah jadinya, batin gadis itu sembari menggulingkan tubuhnya ke sisi kanan ranjang.

“Menyebalkan!” rutuknya kesal.

—————————————-

“Han Haerin?”

Haerin meringis. Mencoba menahan degupan keras di jantungnya. Setelah meminta pendapat teman-temannya tentang apa yang harus ia lakukan setelah kejadian pagi tadi—saat Siwon memintanya memberikan coklat yang sama seperti yang diberikannya pada Sungmin—gadis itu memutuskan menemui Siwon di ruang Badan Siswa untuk memberikan coklat yang dimaksud. Walau jelas-jelas, coklat tadi memang harusnya untuk Siwon.

“Apa… aku mengganggu?” Haerin memberanikan diri bertanya, setelah sekian lama hanya hening menyelimuti pertemuan mereka.

Gadis itu bisa melihat senyum yang tersamar di wajah Siwon. “Tidak. Ada perlu apa?”

Haerin menunduk menatap sepatunya. Mencoba menghilangkan gugup yang selalu melandanya setiap kali berhadapan dengan pria itu. “Emm… aku…”

“Apa kau membenciku?”

“Eh?” Haerin seketika mengangkat wajahnya dan ternganga heran. “Ke-kenapa kau… bertanya se-seperti itu?”

“Selama ini, kau terlihat selalu menjaga jarak denganku. Tapi dengan teman yang lain tidak. Kupikir… kau mem—“

“Sama sekali tidak!” Haerin menyela cepat. Terlalu cepat bahkan untuk menyembunyikan kegugupannya.

“Lalu…” Haerin mundur selangkah ketika melihat Siwon mendekat. “Kenapa kau selalu menghindariku?” Lelaki itu menatap mata Haerin lekat-lekat.

Haerin dengan susah payah menelan ludah, mengepalkan tangannya menahan gugup. Bibir gadis itu bergetar seiring dengan meningkatnya hentakan kuat di dadanya. “I-itu… a-aku…”

Sial! Makinya dalam hati. Siwon pasti membenciku karena bertingkah seperti ini.

“Sudahlah!” Siwon mengial pelan. Tak ingin gadis di depannya semakin terpojok. “Katakan padaku, apa keperluanmu?”

Dengan tangan bergetar, Haerin mengangsurkan sebungkus coklat Godiva ke hadapan Siwon. “I-ini…” katanya lalu bergegas pergi begitu memastikan Siwon menerima coklat itu tanpa repot-repot mendengar ucapan terima kasihnya.

———————————————-

“Han Haerin bodoh! Ia pasti sangat membenciku sekarang!” jerit Haerin frustasi. “Bila saja aku memiliki keberanian seperti gadis-gadis lain… aku akan mengatakan bahwa aku menyukaimu Choi Siwon.”

“Siwon tak akan mendengar kalau kau hanya mengatakannya di sini.”

Haerin terlonjak kaget. “Eunhee?!” jeritnya saat itu juga. “Bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk?”

Eunhee menyeringai. “Aku sudah mengetuk berkali-kali, tapi karena kau terlalu sibuk memikirkan pangeranmu itu. Maka kau tak mendengarku.”

Haerin mendengus keras. “Tumben sekali kau ke mari, ada perlu apa?”

Mengabaikan protesan Haerin, Eunhee merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu dengan santai. “Apakah tidak boleh temanmu datang berkunjung?” balas gadis itu tenang.

-SM High School-

Pagi hari yang cerah. Beberapa siswa berseragam putih berliris hitam mulai memadati halaman sekolah berstandar internasional itu. Shin Jiae melangkah perlahan sembari mengamati bunga-bunga yang bermekaran di pertengahan musim semi ini. Gadis itu tersenyum ketika sehelai bunga sakura jatuh mengenai tangannya.

“Eonnie!”

Jiae seketika berhenti berjalan ketika merasakan tepukan pelan di bahunya. “Ah, Saehyunnie. Wae?” tanya gadis itu sambil tersenyum.

“Kau… tak merasa kehilangan sesuatu?”

Jiae mengernyit, “Kehilangan sesuatu?” ulangnya pelan. “Maksudmu?”

Saehyun memutar bola matanya. “Semacam gantungan ponsel mungkin.”

“Eh? Kau… apa kau melihatnya?” seketika ekspresi Jiae menjadi cerah. “Katakan padaku dimana kau menemukannya?” desak gadis itu cepat.

Saehyun terkekeh. “Sudah kuduga,” katanya membuat Jiae heran. “Hari itu.. terjatuh di jok mobil.”

“Omo! Jinja?” Saehyun mengangguk. “Lalu.. di mana benda itu sekarang? Kau membawanya?” kali ini Saehyun menggeleng. “Wae?”

“Kyuhyun Oppa yang membawanya.”

Jiae menegang. Kyuhyun? Batinnya bingung, untuk apa dia menyimpannya?

“Kau minta saja padanya Eonnie!” Jiae melihat Saehyun mengedipkan sebelah matanya.

Memintanya? Apa mungkin dia memberikannya? “Tapi—“

“Saehyun-ssi!” suara lelaki menyela ucapan Jiae. Gadis itu melihat Kim Kibum berjalan mendekat ke arah mereka dengan membawa sebuah buku tebal di tangan. Tidak heran memang bila melihat prestasi lelaki itu. “Aku perlu bicara denganmu!” Kibum menambahkan sembari memamerkan senyumnya yang terkenal menawan.

“Kalau begitu, aku ke kelas dulu Saehyunnie,” tukas Jiae sembari melirik Saehyun yang kini menegang tak nyaman di tempatnya berdiri.

Sepeninggal Jiae, Saehyun yang sejak tadi hanya diam, berusaha untuk bicara. “Ada perlu apa?”

Kibum sekali lagi tersenyum, membuat Saehyun mengumpat dalam hati. Bagaimana mungkin ada senyum semenawan ini?

“Ini!”

Saehyun membelalak lebar. Di tangannya kini memegang sebuah buku setebal 500 halaman yang tadi dibawa Kibum. “Untuk apa kau memberiku ini? Buku yang satu lagi saja belum kubaca? Lantas kenapa—“

“Kita akan mengikuti olympiade sience bersama-sama.”

Saehyun membuka tutup mulutnya tanpa suara. Terlalu kaget untuk merespon informasi yang baru saja diterimanya. “M-maksudmu… dalam satu tim?”

——————————————————–

“Kyuhyun Oppa yang membawanya.”

Jiae masih tak percaya. Gantungan ponselnya berada di tangan Kyuhyun. Gadis itu nyaris geram memikirkan berbagai macam kemungkinan Kyuhyun menyimpan benda itu bersamanya. Sedangkan pada kenyataannya, gantungan bintang itu juga salah satu penyebab retaknya hubungan mereka, ditambah penyebab-penyebab lain yang semakin memperparah hingga terjadi perang dingin seperti saat ini.

Jiae menghentikan langkahnya mendengar lantunan merdu harmonika dari ruang musik. Gadis itu terdiam dengan jantung berdebar ketika mengenali simfoni yang mengalun dari harmonika tersebut. Lagu itu… lagu yang begitu familiar di telinganya.

Andante…

Cho Kyuhyun!

Tanpa sadar Jiae melangkah ke ruang musik. Membuka sedikit pintu biru pekat di depannya, dan tertegun mendapati lelaki yang selama ini berusaha kuat dilupakannya, berada di tengah-tengah panggung. Meniup harmonika dengan mata terpejam. Tampak sangat menikmati permainan harmonika yang dulu hampir selalu dipamerkannya di depan Jiae.

Kukira… kau tak lagi memainkannya,batin Jiae.

——————————————————

Jiae tersenyum sembari menatap Kyuhyun yang tengah memainkan Harmonica dengan begitu hikmat. Tatapan matanya sama sekali tak beralih dari sosok Kyuhyun. Sesekali gadis itu mengacungkan jempolnya dengan bangga pada sang sahabat.

“Lagu apa itu?” tanya Jiae ketika Kyuhyun menghentikan permainannya.

“Andante,” balas Kyuhyun singkat.

“Apa artinya?”

“Kau tak perlu tahu!”

“Hey dasar pelit!” Jiae merengut. Gadis itu melempar bola-bola salju ke muka Kyuhyun membuat lelaki itu cepat-cepat berdiri dan membalas perbuatannya.

“Jangan lari kau gadis nakal!”

Jiae menjulurkan lidahnya, sekali lagi berhasil melempar bola-bola salju yang sejak tadi dibuatnya hingga Kyuhyun mendesis frustasi. “Kejar kalau bisa!”

“Hey! Kau pikir aku tak bisa mendapatkanmu gadis bodoh?” Kyuhyun menyeringai sembari mengumpulkan dan menggulung salju putih di tangannya membentuk bola salju yang jauh lebih besar dari milik Jiae tadi. “Bersiaplah!” ancamnya tegas.

—————————————————

Tanpa sadar, Jiae tersenyum kecil mengenang masa-masa indah itu. Masa indah yang hingga kini terus melekat di kepalanya. Walau dirinya terus berusaha melupakan dan membuang kenangan itu jauh-jauh.

“Dasar penguntit!”

Jiae terhenyak. Lantunan harmonika itu kini sudah berhenti, berganti dengan keheningan mencekam yang menyelimuti suasana ruang musik tersebut.

———————————————-

Eunhee meletakkan tas sekolahnya di meja. Menghela nafas lelah sembari mendudukkan diri di bangkunya. Beberapa hari terakhir gadis itu tak bisa berhenti memikirkan Donghae. Bahkan ia nyaris merepotkan teman-temannya dengan tiba-tiba datang ke tempat mereka hanya untuk mengalihkan perhatiannya dari lelaki itu.

Eunhee mengerang frustasi. Menyurukkan kepala di atas lipatan tangannya. Ia tak pernah merasa kacau seperti ini sebelumnya. Hidup yang sempurna dengan keluarga lengkap dan kasih sayang yang tak pernah henti tercurah membuatnya terlena pada kehidupan yang nyaman.

Hingga gadis itu dihadapkan pada kenyataan hidup sulit yang dihadapi Donghae dan adiknya Jihyeon. Gadis itu tak memerlukan waktu lama untuk menaruh kekaguman mendalam pada pemuda tampan dan pekerja keras itu. Apalagi saat mengingat perjuangan keras pemuda itu demi mewujudkan cita-citanya sebagai musisi terkenal.

“Kagum adalah awal dari cinta.”

Eunhee mendengus. Mengingat perkataan Eric saat itu.

Mana mungkin lelaki seperti Eric mengenal apa yang namanya cinta, sementara dari yang kutahu… ia tak pernah berhubungan dengan gadis manapun sebelumnya, bantah Eunhee frustasi.

“Hee…”

Eunhee tersentak dan cepat-cepat mengangkat kepalanya mendengar gumaman seseorang di sampingnya. Keningnya berkerut mendapati wajah tampan yang sejak beberapa hari terakhir selalu dirindukannya walau hanya semenit berpisah.

“Lee Donghae?” sebut gadis itu cepat.

Donghae terkekeh pelan. “Tak perlu selengkap itu menyebut namaku Hee,” katanya geli.

Eunhee bisa merasakan pipinya memanas. Entah sudah berapa kali gadis itu menyumpah dalam hati pada perubahan sikapnya dalam beberapa hari terakhir. Seolah baru menyadari sesuatu, mata bulat lebarnya membelalak kaget. “A-apa? kau memanggilku apa?”

Donghae menyeringai. “Hee… otte? Bagus bukan?”

Eunhee terdiam. Jantungnya seolah akan melompat dari tempatnya. Sebelum ini tak ada yang berani memanggilnya begitu. Kecuali orang terdekatnya saja, dan gadis itu selalu memprotes setiap kali mereka menyebut namanya hanya dengan ‘Hee’ saja. Menurutnya nama itu aneh dan sama sekali tak berkesan. Ia juga beralasan, orang tuanya sudah repot-repot memberinya nama Eunhee… dan akan sangat menyedihkan bila namanya disingkat seperti itu. Tapi entah mengapa, mendengar Lee Donghae yang memanggilnya begitu, tak urung membuat sesuatu dalam diri Eunhee terasa begitu hangat.

Inikah yang dinamakan cinta? Mendengarnya menyebut namaku dengan cara yang kubenci saja terasa sangat istimewa...

“Hee… kau tak suka?”

Eunhee tersadar dan menggeleng cepat. “Oh… tidak. Aku… terserah padamu saja.”

Kacau, maki gadis itu kesal.

Donghae terkekeh pelan sembari menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Bila begini, Eunhee ragu lelaki yang kini berdiri di depannya adalah seorang DJ hebat yang mampu membuat suasana klub malam menjadi menyenangkan. Dengan seragam sekolahnya, pemuda itu tampak begitu lugu dan nyaris terkesan bodoh.

“Ada perlu apa?” tanya Eunhee sembari berusaha keras menekan rasa senangnya.

“Sebelumnya… aku ingin berterima kasih padamu, karena kau bersedia merahasiakan semuanya.”

Eunhee tersenyum. “Sudah selayaknya begitu.”

“Yeah, tapi tetap saja. Aku harus berterima kasih padamu bukan?”

“Hmm… yeah, sebenarnya tak perlu repot,” balas Eunhee akhirnya, ketika kembali menemukan kepercayaan dirinya yang sempat hilang. “Semangkuk Jjajangmyun saja sudah cukup.”

“Ne?” Donghae terkejut. Ekspresi bodohnya membuat Eunhee tak tahan untuk tersenyum.

 “Lupakan! Aku hanya bercanda,” gumamnya geli. “Katakan ada perlu apa?”

“Ah, baiklah!” Donghae melipat tangannya di depan dada. “Nanti sepulang sekolah di kedai Jjajangmyun depan SM,” katanya lalu bergegas meninggalkan Eunhee yang hanya bisa melongo.

Boomerang! Batin gadis itu gusar.

 

TBC

Oeeeyyy…. Hello Mates? Gimana lanjutannya? Masih terlalu pendek kah? Ini udah lebih panjang dari sebelumnya lohh haha… xD
Maafkan klo ceritanya makin aneh! Aku udah puyeng mikirin konflik 5 couple sekaligus kkk
ini pun pengen cepet2 beres dan lunas utangku ke para cast ^^
Oiyaa… klo banyak Typo mohon dimaklumi yah… aku gak sempet ngedit lagi. Takut laptopnya keburu mati #Curcol
So, need your comment EunHae’s Mates *kissu satu2*

34 thoughts on “Memories of Youth (SM High School) -Book Four-

  1. Lanjutt!!! Lanjut!!

    Nggak sabar ama lanjutannya!!
    Terutama pas bagian Kyuhyun dan Jiae… Bagaimana ya mereka bisa berbaikan nantinya??
    Donghae dan Eunhee juga udah ada peningkatan hubungan.. Wkwkwkwkwk…
    Yang paling meningkat adalah pasangan Kibum-Saehyun dan Siwon-Haerin…😀
    Dan untuk Eunhyuk oppa…. Fighting!!! Pasti nanti Yeonrin bakalan takluk !!😀
    Jalan ceritanya juga makin keren,eonn…😀
    Fighting!! Next partnya jangan kelamaan ya??? Jebal!!!😉

  2. eonni .. cepet lanjutin yah. biar aku lupa sama ff yg satu itu .. hehehe😄
    konfliknya bagus eonn.. apalagi EunHae persis kayak drama ku eonn *lha so*
    aku juga suka kutipan kutipan nya keren ^^
    pokoknya DAEBAKK

  3. aahhh…akhrny kluar jg^^
    part ne bnr2 bkin q snyum2 gaje trz eon,mulai dr wonnie yg jg snyum2 mkrin haerin,hyukkie yg pntng mnyrh dptin yeonrin,dn untgny da kmjuan brkat eunhee..hahaha
    skrg q jg dh tw knp skap kyu jd brubh ma jiae,mg kdpanny slh pham(?)mrka bs d lurusin dh,kshn jiae..T.T
    dan trkhr yg pling q sk krn part eunhee ma donghae akhry bnyk jg,hehehe
    kmrn2 q ngrsa part mrka trlalu dkit eon,mgkn krn blm da ktrtrikan y..tp krn skrg dh dpt dpstkn hee jth cnt ma hae.,tinggl nugu prsaany hae ja neh,.hehe
    lo udh jth cnt emg bs ngrubh sft se2orng y,g trkcuali hee,lucu bngt liat exprsi2 na…hohoho
    Ok eon,stia nugu part slnjty,FIGHTING!!!

    • hahaha… udah banyak yah? syukur dee klo menurut saeng gitu… aku takutnya belom puas (?) juga hahahaha
      sipphh… ditunggu aja say… pasti dikasii tau klo udah dilanjut lagi ^^

  4. hemmmm apa yaa..
    kyanya part ini ngejawab pertanyaan gw dipart yg lalu..
    puassss sekali, semuanyaaa bnr2 kejawab, flashback kyu, masa lalu donghae ah semuanya deh.
    semua couple bnr2 ada peningkatan.. asyikk bntr lgi ‘meledak’ nih ya ceritanya.. :p
    oia cara penulisan dipart ini rada beda sama yg kmrn, g tau knpa dipart ini baca enak bangettt.. dr alur smpe penyampaian kata2nya semua pas.. wkwkkw
    tp itu menurut sayah ya..😀
    udah itu aja.. thankyu ya udah diksh tau kmrn.
    part 5nya jgn lama2 yaa…
    1lgi deh part ini pendeeeeeeeeeekkkk bgt taum kurang pnjng.. kl udah pada ketauan semua kya gni yg kata kamu pnjg bagi pembaca pendeeeeeeekkk bgt… wkwkwkwk
    *kaburrrrrrr*…

    • haha… PUASSSS??? PUAASSSS??? *ala2 Tukul*
      Syukur dee… ada yg berhasil dipuasin (?) juga.
      Eh… tapi kenapa diakhir masii bilang kurang panjang?? -,-

      Iyakaahhh?? Alhamdulillah klo begitu… berarti cara nulisku ada peningkatan ^^

  5. Okay, disni sudah mulai jelas masalah Kyuhyun dan Jiae…. gantungan kunci itu penyebab awalnya, lalu merembet ke yang lain-lain….. kyknya Jiae sengaja dulu mau jd mak comblang Kyuhyun sama temennya tu, lupa namanya…..

    Oalah… Eunhee cuit cuit!!! rasa kagumnya sudah memuncak… Donghae yang tegar dan mandiri, dikenal malas, suka tertidur di kelas, ternyata menanggung beban hidup yang sulit. Hee pasti mendukungnya dan gak akan jadi pengadu…. benih-benih cinta mulai bersemi diantara keduanya…. berakhir dengan makan jjajjangmyun di seberang sekolah…. hehehehe

    Ya~ Haerin! sumpah dah! ni orang paling galau….. pdhl cuma ditanyain biasa aja, udah gugup setengha hidup… kamu mau gimanapun, Siwon itu tau kok bagaimana perasaanmu yg sebenarnya. ayo, lebih percaya diri lagi!

    Hyuk mulai sok jual mahal. walaupun masih ngintilin Yeon…. udah deh.. ntr jg Yeon kesengsem kok.. tenang aja…..

    Kibum-ah!! hentikan senyummu itu atau Saehyun akan meleleh seperti lilin. baru saling liat aja udah deg-deg, bagaimana kalo mereka jadi satu tim? itu berarti bakal ketemu terus untuk belajar bareng dong? Oh No!! harus seneng atau kesel? Joha Joha…….!!!

    Ayo lanjutkan lagi!! Sangat ditunggu lanjutannya… bagaimana kisah selanjutnya diantara lima couple ini?

    • hahaha… aduh yg seneng bisa bareng2 Kibum mulu!!
      lihatlah nanti gimana perkembangan hubunganmu dengannya *kedip2*

      Asyeeekkk… Jjajangmyunnya enak lho?? gak mau nyobain bareng Bum2?? kkk
      ditunggu Next Part yg aku gak tau kapan bisa bikinnya *dibakar*
      Makasiii saehyunnie udah komeng panjang dan sepanjang kereta api (?) ini kkk *hugss*
      Maaf klo hasilnya tak menarik ^^

      • eonni emnk tau ja yg kumau… selalu bersama bumie…. hahaha… ntr aku ajak Bumie deh makan jjanjjangmyunnya…. hehehehe

        kapanpun next partnya, aku pasti menunggu… *ceileh*

        *hug balik* tu komentar udh di edit loh,,, biar gk panjang bgt… hehehe… ntr malah kesaing isi cerita ma komentarnya….

        tenang ja,, hasilnya sangat menarik kok….

      • hehe… klo itu semua orang juga tau saeng :p
        okeyy… bersabarlah!! mudah2an gak sampe lebaran tahun depan aja baru lanjut *diinjek

        iyakahh?? waahh… gak usah diedit jg gpp hahaha
        syukur dee klo begitu ^^

  6. whoaa akhir’a d publish jga……
    Jdi itu yg bkin jikyu musuhan…cuma msalh slah fham aja….kyu sih trllu emosional….
    Hae hee udah ada bnyak kmjuan….miris jga liat khidupan hae ma jihyeon…..tpi salut ma kmndirian mreka….
    Yoenrin smpe kpan kw mngcuhkan enhyuk….
    Haerin siwon msih stuck…..blom ada yg mo b’tindak…
    Lnjutttt……

  7. Unn, saya tak telat2 amat kan? wkwk..
    Wah Unn, tak seperti perkiraanku, ku kira eunhae ad kmjuan pesat, tp trnyt kmjuany dkiit-menurutku..hehe, keburu TBC seh. kecewa dkit yg part eunhae, tp ckup trhbur sma pasngan yg lain..kkk~XD
    tp aku tetep nungguin dg sbar kok Unn, jd tetep smgat ye? mian, komen kali ini pnjg beut, bkin hee unn mls bc..wkwk

  8. eonni,, mungkin aku comment nya bakal jadi beberapa ..
    ngga satu, soalnya takut kepotong TT
    kemaren koment di eon jiae juga kepotong padahal on di pc TT
    tapii aku coba comment semua dulu dehh,, kepotong tak ??

    pertama eunhae duluuu yaaa~~
    astagaaa,, eunhee sumpah yaa hanya dengan pesona hae dia berubah banget!! dari seorang yeoja cuek plus gualaak jadi yeoja gituu di depan hae XDDD hahahah
    hmm,, ngga nyangka ya hae ternyata gituu banget kehidupannya TT
    tapii salut eon, dia beneran tegar..:’)
    wkwkkw eunhee.. bener2 udah ada tanda tanda kalo naksir ama Hae XDDD
    ngakak eon kalo eunhee lagi tegang gituu.. hahahah..
    eon pinter ngerangkai kata katanyaa..
    ehh~~
    donghae bikin penasaran..
    gimana perasaannya ama hee~~
    ini belum bisa ditebak eon XOOOO

    kkkk~~ lol sumpah ngakak tiap kali liat Yeon ama Eunhee eoon,, mereka ituu best friend tapii yaa ributnyaa masyaallahhh~~ hahahha..
    oiyaa eunhyuuuuuuuukkkkkk XDDDDDD
    aaaaaaaaaaaaaaa eonni makasih udah bikin aku melayang layang XDDD
    hahhahah
    sumpahh rasanya dikejar kejar eunhyuk tu yaaa XDD awww~~~
    hahaha ya ampun eonni ada ajaa ya kalimatnya..
    pas eunhyuk nyapa “hai gadis gadis.” kkkk ituu karakter eunhyuk banget pokoknyaa.. hihihi senangnyaaa..

    aa baru tau soal masalalu nyaa jikyu..
    ohh jadi gituu yaa..
    kesalahpahaman doang..
    tapi yaa ituu cewe yg ngaku ngaku dikasii gantungan ituu siapaa eon??
    astagaa,, jiae deket ama changmin??
    pantesan kyu marah, dia liat pas kebetulan mereka lagi mesraaa *,*
    ini serius eon, masalah harus cepet diselesaiin biar ga geregetan.. kkkkk
    gemes soalnya ama kyu nyaaa..

    hahahahaha eonnieeeeeeeeee
    ada ada ajaaa ya idenyaa XDDD
    pake acara ban kempess.. hahahha
    ngakak lahi ini yeon ama hyuk disinii..kkkk
    ohh,, jadi gituu,, einhee beneran komplotan ama hyuk XDDDD
    awas ajaa ya eon eunhee kalo ampe aku ama hyuk ga jadian ahahahaha
    oyaaa awww hyuk ngebut kkkk sumpah saran yg bagus tadi eon CDDD

    awww~~ hyunbum..
    gilaaa ini pasangan paling rusuhh ya eonn..
    pemalu tapi gimaanaaa gituu XDD ahahaha
    sebenernyaa masiii penasaran banget eonn ama buku yg dipinjemin kibum..
    sebenernya apa maksudnyaa minjemin cobaa??
    mereka kan saingan..
    humm,, beneran bikin pensaran akut XOOO
    ahhh~~ apaa?? merka mau lomba bareng??
    howaaaaa sii saehyun bakalan gabisa tidur itu,, pasti mikirin terus.. hahahhaha

    awww~~ ini diaaa couple paling pemaluu..
    hahhahahha haerin ini ngga di sal, ngga disini sama sama pemalu yaa eon..
    kkkkkk
    astagaaa,, siwon beneran udah tau siapa yg ngasih coklat diaa.
    aku ikutan deg deg an lho ;3333 kkkk
    hyaaaa,, sumpah tapii ya siwon kenapa sih gituu sikapnya ama haerin..
    bfff~~
    sebel jugaaa bikin gemes sikap siwooon eon..
    ahhh~~ berharapp mereka cepet cepet jadian yaa eon..
    oiayaaa..
    ya ampuun,, eon pasti pusing banget yaaa nerusiin ff ini..
    mikirin tiap couple nyaa.. huhuhu..
    maaf yaa eon TT
    hmm.. eonni lanjutan ttp ditunggu kok..
    keep writing yaaa.. love u eon <3333333333

  9. eonniieeeee,……
    hosh hosh,..
    haduh, mian bgd paling telat coment,.. U.U

    golaaaaa,…
    ne part bikin rahasia sedikit terkuak,..ehm

    -JiKYu
    Owh! no no,..
    Kyu hanya karena gantungan kunci kau marah padaku,.. T.T
    Changmin,…. >< oh selingkuhanku,..#digantung kyu
    tu cewk siapa sih, ngambil" gantungan nae yeobo,..#diinjek
    tpi yg bikin penasaran lgi masalah keluarga tu,..hua masalah kami rebert bgd,..
    -EUnHae
    hua,.. U.U
    hae oppa kau punya masalah keuangan, kasian bgd smpe harus kerja,..#hug #digeret hee
    ayolah hee akui saja kau sudah jatuh pada pesona hae,…
    -YeonHyuk
    cihuy, oke ne pasangan selalu buat aq ketawa,..
    akhirnya dengan sedikit ceramah hee kau bisa jg membuat yeon ikut dgnmu hyuk,..hihii
    -WonRin
    hayo,…
    Haerin bner tu kata Jiae,.ehm
    Siwon jg dh tahu jd jangan sembunyi" lagi dh,..#geregetan
    -HyunBum
    hihihi,..
    blom selese satu disuruh bca yg lain, bumie niat bgd,..

    Oke dh sekian terima kasih,..#dijitak onnie,..
    oy, cover.a dh jd on,…hihii

    • hihiih… lengkap dah komennya!!
      gpp kok… aku ngerti kenapa baru sempet RCL sekarang🙂
      kamu suka ama yg ribet2 kan?? kkk *evilSmirk
      ditunggu aja deh yaa.. makasii dah dibikinin Cover juga *hugss*

  10. eonni , mian komennya telat .
    ahhh LEE HYUKJAE AKU PADAMU :* HWAITING oppa !! kekekekeke
    ciiyee hee udh ada dag dig dug sma abang aku😀 haha
    akhirnya agak sdkit kebongkaran antara jikyu, ayo eon bkin scane jikyu dong msa disitu jarang ada jikyunya -.-
    wuuaahh , haerin dirimu sama kaya aku gemeter klo dket2 orang yg dicintai, aku jga sering gemeter dket2 oppadeul (?) hahaha .
    ah , eon pinjem abang hae napa . mau diajrin nge DJ😀 haha
    KIBOMI aku padamu juga bebeh , trus eon buat sifatnya kaya gitu biar si saehyun kewalahan . haha dasar bisu😛 makanya ngomong bang -__-“

    • eh? Ini Novita Via Sari bukan??
      Hahaha… kau ditag di FB tapi komeng di sini. But Its Okayy…
      Tengkyuu udah repot2 maen ke rumahku ama Hae *suguhin teh*
      sering2 maen yah neng! ^^
      Ntar aku usahain perbanyak deh porsi tiap2 couple. Tapi gak janji juga ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s