HAEndsome Pattisier –EunHae Moment-

 

 

-Lokasi Syuting-

Donghae menghentikan mobil lalu melirik sosok Eunhee di sampingnya. Wanita yang kini tengah mengandung calon anaknya itu terlihat sangat takjub menatap keramaian lokasi syuting di balik kaca mobil. Pagi tadi, Donghae menuruti permintaan Eunhee yang memutuskan untuk menemaninya syuting drama terbarunya yang berlokasi di sebuah toko roti kecil di kawasan Jung-gu, walau syarat yang diberikan wanita itu tidak main-main. Donghae tidak boleh mengakui Eunhee sebagai istrinya. Yeah, selama ini memang tak ada yang tau kalau Donghae sudah menikah. Untuk merahasiakannya, Eunhee meminta Donghae mengakuinya sebagai asisten sementaranya—menggantikan Yogeum. “Hmm… kau sudah siap?”

Eunhee mengalihkan perhatiannya dari hiruk-pikuk kru syuting pada sosok Donghae di sampingnya. Wanita cantik itu tersenyum hangat, “Tentu saja!” sambutnya senang, “Ah, kau ingat skenario yang kuberikan bukan? Kau—“

“Iya, iya aku ingat,” potong Donghae cepat-cepat. “Asal kau tak menyusahkanku saja Nyonya Lee.”

Mwo?” Eunhee melotot dan Donghae terkikik geli melihatnya. “Ya sudah! Aku tak jadi ikut. Aku tau, kau takut aku mengganggu acara kencanmu dengan artis wanita itu. Kalau begitu, antar aku ke dorm Super Junior saja. Aku ingin mengobrol dengan Oppadeul!”

Shireo!” Donghae menggeleng, “Aiishh… aku hanya bercanda Hee-a,” bujuk Donghae sembari menatap Eunhee cemas.

“Bercandamu tidak lucu!” Eunhee melipat tangan di depan dada, sementara bibirnya meruncing kesal.

“Nyonya Lee, kau yang tidak lucu kalau sedang marah begini,” Donghae menyentuh pundak Eunhee dan melayangkan tatapan memohon andalannya. “Kaja! Sutradara sudah menungguku. Kau mau suamimu yang tampan ini dibilang sebagai seorang aktor yang tak bertanggung jawab karena datang terlambat?” Eunhee menghela nafas frustasi, lalu memilih menuruti permintaan Donghae.

Setibanya di dalam, Donghae memberi salam pada semua kru yang tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Eunhee yang kini berdiri di samping Donghae dengan membawa tas dan peralatan yang dibutuhkan pria itu—layaknya seorang asisten pribadi—ikut membungkuk memberi hormat. “Hey Dochi, akhirnya kau sampai juga!” Eunhee menoleh pada sumber suara seorang gadis. Yoon Seungah—lawan main Donghae di drama itu—sedang melambaikan tangannya pada sang suami.

“Ah, Panda-ya!” Eunhee bisa melihat senyum Donghae terkembang lantas pria itu menghampiri sang aktris cantik yang kini sedang duduk di salah satu sofa di ruangan itu. “Mianhae, aku agak terlambat. Yogeum tidak masuk hari ini, jadi aku masih harus mencari pengganti Yogeum untuk mengurus semua keperluanku selama syuting berlangsung,” jelas Donghae sembari menunjuk Eunhee yang berdiri di belakangnya. Walau ada rasa tak nyaman di batin Eunhee melihat keakraban keduanya yang bahkan memiliki julukan masing-masing, wanita itu memilih tersenyum dan menunduk memberi salam pada Seungah.

Gwaenchana! Syuting memang belum dimulai kok,” balas Seungah lalu mengangguk sopan pada Eunhee untuk membalas salamnya.

“Kalau begitu, aku ganti baju dulu,” Donghae melangkah ke sebuah ruang ganti khusus yang disediakan kru untuknya. “Ya! Eunhee-a, kaja!” Pria tampan itu menarik lengan Eunhee ketika mendapati wanita itu masih diam tak mengikutinya di belakang. “Kau tidak menyesal ikut ke mari bukan?” tanya Donghae setibanya mereka berdua di sebuah ruangan kecil yang luasnya tak lebih dari 2 x 3 meter dan dilengkapi dengan rak-rak berisi kostum para pemain, juga sebuah cermin rias di sisi sebelah kiri.

“Panda, Dochi… tch…” gumam Eunhee tanpa menjawab lalu merebahkan dirinya di sebuah sofa kecil yang berada di sudut ruangan.

“Ya!” Donghae berjongkok di depan Eunhee dan menyentuh tangan wanita itu lembut. “Kami hanya berteman, masa’ begitu saja kau cemburu?” protes Donghae.

Ani, aku tidak cemburu,” balas Eunhee datar lalu mengalihkan tatapannya pada pakaian-pakaian yang tergantung di rak. “Aku hanya asisten pribadimu. Untuk apa aku cem—“

“Yak! Lee Eunhee, kau is—“

“Pakaian mana yang akan kau pakai?” Eunhee tiba-tiba berdiri dari sofa dan melangkah ke rak-rak pakaian di sampingnya.

Donghae menghela nafas, hampir saja ia akan memeluk wanita di depannya namun urung karena sebuah ketukan di pintu dan salah seorang kru masuk. Pria tampan itu pun memutuskan memilih pakaian  chef berwarna putih yang tergantung di rak dan buru-buru mengganti pakaiannya. Sementara Eunhee menyiapkan sepatu dan keperluan lainnya. “Eunhee-a, bisakah kau pakaikan ini?” Eunhee menghentikan kegiatannya ketika mendengar Donghae bergumam. Suaminya itu sudah siap dengan seragam putih ala chef di restoran-restoran berbintang yang biasa dilihatnya. “Ini,” Donghae menyerahkan sebuah kain merah yang berfungsi sebagai acsessoris pelengkap seragam koki itu pada Eunhee.

 

Eunhee berdiri dan sedikit berjinjit saat melilitkan kain merah itu di leher Donghae, mengikatnya menjadi bentuk simpul lalu merapikannya. Ketika wanita di hadapannya tengah sibuk dengan simpul yang dibuatnya, Donghae yang melihat tak ada siapa-siapa di ruangan itu buru-buru mengecup pipi Eunhee lembut hingga sang istri terkejut lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang Eunhee. “Jangan marah lagi, ‘kucing nakal’! Aku sangat sedih setiap kali melihatmu cemberut seperti ini.”

Eunhee bisa merasakan jantungnya berpacu cepat, perlahan kedua pipinya merona menandakan rasa gugup yang dirasakannya. “Mwo? Kucing nakal?” protes Eunhee sembari melepaskan diri dari dekapan Donghae dan bergerak menjauh. Menghalau debaran keras di dadanya yang membuatnya merasa tak nyaman.

Tak ingin melepaskan Eunhee, Donghae memeluk wanita itu dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Eunhee. “Kau bilang, kau ingin mendapat julukan dariku.”

Eunhee mendesis untuk menyembunyikan kegugupannya. “Singkirkan tanganmu Hae, kalau ada yang melihat. Akan terjadi skandal besar,” sergah Eunhee cepat-cepat.

“Skandal besar?” Donghae memutar tubuh Eunhee dan menatapnya dalam. “Hey, secara hukum dan agama kita sudah sah sebagai suami istri. Kenapa musti takut terjadi skandal besar? Kalau kau mau, aku akan mengumumkan pada seluruh dunia bahwa kau milikku.”

Senyum Eunhee terkembang, wanita itu hampir saja menitikkan air mata karena rasa haru kini menguasai dirinya. “Sudahlah! Aku tak menginginkannya. Sekarang karirmu lebih penting. Lagi pula, kau sudah menandatangani kontrak dengan pihak agency agar dikenal sebagai pria lajang. Jadi biarkan saja semuanya berjalan seperti ini.”

Donghae membelai lembut rambut hitam panjang Eunhee dan mengecup bibir mungil wanita itu sekilas. “Aku beruntung memiliki istri pengertian sepertimu,” bisik Donghae di telinga Eunhee hingga wanita itu begidik merasakan desah hangat nafas Donghae yang beraroma mint dari sabun  kumur yang digunakannya. “Sekarang… kau tidak marah lagi kan?” Eunhee menggeleng pelan dan menatap mata bening Donghae lurus-lurus.

“Sebaiknya kau cepat keluar, pasti kru sudah menantimu,” Donghae mengangguk senang dengan perasaan lega yang tak dapat ditutupinya. Langkah Donghae terhenti saat ia merasakan tangan Eunhee menahan lengannya. “Ngomong-ngomong, kau tampan dengan pakaian chef seperti itu.”

Senyum Donghae semakin lebar mendengar pujian Eunhee. “Kau baru menyadari ketampanan suamimu ini?”

“Hmm… yeah,” Eunhee mengangguk seraya memperhatikan penampilan Donghae dari atas hingga bawah, “tapi kurasa… akan lebih tampan lagi kalau kau benar-benar bisa menunjukkan kemampuanmu membuat kue.”

“Yak! Aku sudah jago membuat kue,” protes Donghae tak terima.

Jinja?” Eunhee sengaja memperlihatkan ekspresi tak percayanya.

“Akan kubuktikan!” janji Donghae dengan seringai lebar di bibirnya.

——————————————

Eunhee duduk di kursi lipat yang terletak di sudut ruangan. Tatapannya tertuju pada Donghae yang kini tengah menunjukkan kemampuan aktingnya di depan kamera. Sekali waktu, wanita cantik itu tersenyum melihat tingkah Donghae yang terkadang bercanda dengan rekan-rekannya.

“Hai, asisten baru Donghae?” Eunhee refleks menoleh ketika mendengar sapaan seorang pria di sampingnya.

“Ah, kau—“

“Jinhyuk, Choi Jinhyuk,” Pria tampan bertubuh atletis itu memperkenalkan diri.

Eunhee bukannya tak tau pada aktor tampan yang dulu juga pernah menjadi lawan main Donghae di drama sebelumnya, tapi pria itu tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan. “Yeah, aku tau,” balas Eunhee sopan.

Jinhyuk tersenyum lebar, “Kurasa kau tidak pantas menjadi seorang asisten pribadi.”

“Maaf? Maksud anda?” Eunhee menatap Jinhyuk bingung.

Pria itu terkekeh melihat ekspresi heran di wajah cantik Eunhee. “Yeah, kau terlalu cantik untuk ukuran seorang asisten artis.” Eunhee bisa merasakan pipinya memanas, baru kali ini ia mendapat pujian dari lekaki lain selain suaminya—Lee Donghae.

“Kau terlalu memuji Jinhyuk-sshi,” balas Eunhee kikuk.

“Itu kenyataan,” Pria itu menambahkan, “Hmm… mungkinkah kau memang ada hubungan khusus dengan Donghae?” Eunhee tersedak air yang diminumnya ketika mendengar Jinhyuk bertanya. “Ah, berhati-hatilah Nona!” Aktor tampan itu lantas mengangsurkan sapu tangannya ke hadapan Eunhee.

Gwaencha—“

Gwaenchana?” Eunhee dan Jinhyuk sama-sama terkejut saat tiba-tiba Donghae—yang entah sejak kapan berada di sana—menyela perkataannya. Pria itu tampak khawatir, rahangnya mengeras menandakan kalau dia kesal melihat Eunhee mengobrol akrab dengan lelaki lain. Donghae menatap Eunhee dan Jinhyuk bergantian, meminta penjelasan.

Eunhee yang mengerti suaminya marah dan tak ingin orang-orang di sana—termasuk Choi Jinhyuk—curiga terhadap hubungan mereka, sengaja bergumam. “Ah, Donghae-sshi… kau terlalu berlebihan mengkhawatirkanku. Aku memang sedang hamil, tapi seperti kata Seunghwan Oppa tadi… aku masih bisa meng-handle-nya.” Eunhee bisa merasakan tatapan Jinhyuk beralih pada perutnya yang memang agak buncit, tapi sedikit tersamarkan dengan gaun coklat muda berpotongan A yang dipakainya.

“Kau sedang hamil Eunhee-sshi?” Eunhee mengangguk ketika Jinhyuk bertanya. “Sebaiknya kau—“

“Kuantar kau pulang saja!” Donghae menyela gumaman Jinhyuk dengan ekspresi keras seperti sebelumnya lantas menarik lengan wanita itu ke tempat lain.

“Ya! Hae, lepaskan aku!” sergah Eunhee ketika mereka berdua sampai di samping mobil Audi A5 putih milik Donghae. “Ada apa denganmu? Aku baik-baik saja, hanya tersedak—“ Eunhee berhenti bicara saat tiba-tiba Donghae memeluknya erat dan seperti biasa, Eunhee bisa merasakan irama jantungnya meningkat pesat.

“Ternyata memang menyakitkan melihat seseorang yang kau cintai mengobrol akrab dengan orang lain.” Eunhee mendengar Donghae bergumam lirih. “Mianhae Hee-a, selama ini aku sudah membuatmu sakit karena profesiku yang mengharuskan aku melakukannya.”

“Hae, sudahlah! Lepaskan aku!” Eunhee mendorong tubuh Donghae dan menatap lelaki itu lekat-lekat. “Aku dan Jinhyuk-sshi hanya sedang mengobrol, tidak lebih dari itu,” bantah Eunhee.

“Yeah, aku tau.”

“Kau jangan khawatir,” Eunhee melanjutkan, “Bukankah sekarang ia sudah tau kalau aku memiliki suami, bahkan sedang mengandung. Kurasa… ia tak akan berani merayuku…” lagi, batin Eunhee melanjutkan.

Donghae menghela nafas lega, ketika pria itu kembali akan memeluknya, Eunhee sengaja menghindar. “Ga! Sutradara pasti marah kalau kau menghilang terlalu lama pemalas!”

Mwo?” Donghae membelalakkan matanya. “Kau bilang aku apa?”

Tak peduli dengan protesan Donghae, Eunhee sengaja bergumam untuk mengganti suasana tegang yang kini dirasakannya, “Ah, Hae… kurasa, Choi Jinhyuk sangat tampan. Lebih baik aku membencinya agar nanti—“

“YAKK!!!”

-Tra Palace Apartment-

Eunhee membuka matanya perlahan, mengerjap-ngerjapkannya berulang kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Wanita itu menguap lebar-lebar lalu tangannya menyentuh tempat di sampingnya yang sudah kosong. “Yah, dia sudah pergi,” gumam Eunhee kecewa lalu kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.

Hampir saja Eunhee kembali terlelap saat tiba-tiba dirinya mendengar suara lembut seseorang yang sangat dicintainya. “Permisi Nyonya Lee, maafkan saya sudah lancang masuk ke kamar anda tanpa ijin. Saya sudah menunggu Anda sejak tadi, tapi Anda tak juga keluar dari kamar…”

Eunhee terkikik geli mendapati sosok Donghae—yang dikiranya sudah pergi—tengah berdiri di hadapannya, berseragam lengkap ala chef pattisier seperti saat di lokasi syuting kemarin dengan membawa nampan berisi kue buatannya.

“Apakah ada yang lucu Nyonya Lee? Kenapa Anda tertawa begitu?”

Eunhee menggigit bibir bawahnya untuk menahan geli yang menggelitik perutnya. “Ah, maaf. Seharusnya Anda tidak masuk ke kamarku seenaknya Chef…” Eunhee sengaja menggantung kalimatnya.

“Go Seungji,” Donghae menunjuk papan nama yang tertempel di dada kirinya sembari tersenyum.

“Ah, Ne. Go Seungji-sshi. Untunglah suamiku sudah pergi, kalau tidak… dia pasti akan membunuhmu dan mencincang-cincangmu menjadi beberapa bagian.”

“Hmm… begitu?” Donghae mendekat ke tempat tidur Eunhee dan meletakkan nampan yang dibawanya di nakas. “Jadi… karena sekarang suami Anda sedang pergi. Apakah tidak apa-apa aku di sini bersama Anda?”

Eunhee kembali menahan tawanya melihat ekspresi merana Donghae yang tersembunyi dibalik topeng tenang sang Chef Go Seungji. “Yeah tentu saja, karena Anda sangat tampan dan baik, saya maafkan,” balas Eunhee mantap.

Donghae sempat mengerutkan keningnya sejenak, namun memilih meneruskan permainanya, “Baiklah, kalau begitu… Anda bisa mulai mencicipi kue yang saya buat khusus untuk wanita secantik Anda.” Donghae mengangsurkan potongan cheesecake yang tadi dibawanya pada Eunhee.

Eunhee menatap cheesecake dengan sebuah cherry merah di atasnya dan wajah Donghae bergantian. “Saya amat sangat tersanjung Go Seungji-sshi. Walaupun saya lihat… tidak ada yang special dengan cheesecake buatan Anda ini,” balas Eunhee lalu mulai mengangsurkan tangannya untuk meraih cheesecake di tangan Donghae. Wanita itu mengerutkan kening heran ketika Donghae justru menjauhkan cheesecake itu dari jangkauan tangannya. “Wenniriya? Kau bilang—“

“Walaupun Cheesecake ini tampak biasa, tapi ada cara special untuk menikmatinya Nyonya Lee,” Donghae menyeringai lebar ketika melihat kerutan di kening Eunhee semakin dalam.

“Maksud Anda…”

“Aku sengaja tak menyediakan sendok ataupun garpu di sini, karena kau harus menggunakan bibirku sebagai sendoknya.” Refleks bibir Eunhee membuka ketika dilihatnya Donghae meraih cherry yang menjadi satu-satunya topping kue itu lalu menggigit tangkainya. Dengan tatapan seduktif, Donghae mendekatkan kepalanya pada Eunhee yang masih tampak kaget dengan tingkahnya.

 

“Tch… Ya! Lee Donghae Neo…”

“Silakan Nyonya Lee… mumpung suamimu sedang pergi,” Donghae bergumam tak jelas karena tangkai cherry yang kini ada di mulutnya.

Eunhee yang kini berhasil menghalau debaran keras di dadanya akhirnya bergumam, “Gurae… mumpung suamiku tidak di sini.” Wanita itu lantas menggigit Cherry di mulut Donghae hingga terlepas dari tangkainya dan sengaja melemparkan tatapan menggoda pada Donghae. Detik berikutnya Eunhee bisa merasakan lidah Donghae masuk ke dalam mulutnya yang membuka dan membelai rongga mulut Eunhee tanpa melewatkannya sedikit pun. Sensasi menggelikan sekaligus menyenangkan menjalar ke sekujur tubuh Eunhee ketika merasakan lidahnya dan lidah Donghae bertemu dan saling bertaut. Membangkitkan gairah yang selama ini tertahan di dalam dirinya.

“Suamimu sangat beruntung memiliki istri sepertimu… Nyonya Lee,” Eunhee tersentak dan membuka matanya lebar-lebar ketika tiba-tiba Donghae menjauh dan sengaja bergumam. Nafas Donghae yang hangat dan memburu menyentuh pori-pori kulit Eunhee hingga wanita itu begidik.

“Yeah, kurasa juga begitu,” balas Eunhee berusaha terdengar sesantai mungkin walau kini jantungnya berdebar sangat keras. Pipi Eunhee mendadak memanas mendapati Donghae menggigit cheesecake yang ada di tangannya dan melayangkan tatapan seduktif padanya.

“Itu baru permulaan, apakah sekarang kau sudah siap untuk memakannya Nyonya Lee?”

FIN

Aigoooo… lagi-lagi FF dadakan yang kubuat!!! Jadi maaf banget klo hasilnya jelek dan gak sesuai harapan Readers semuanya. Maklum, lagi korsleting inih gara2 liat picku Donghae yang tampan sangat itu—-aaaa!!! Sekali lagi, MianHAEEE!!! *bungkuk bareng Pattisier ganteng*

62 thoughts on “HAEndsome Pattisier –EunHae Moment-

  1. KYAAAAAAAAAAAA sangat menghibur eon!
    Aigoo niatnya mau tidur ini malah jadi ga bisa tidur gegara baca ff ini. Hahaha
    wakakakaka
    donghae itu emang ya pinter banget sandiwara aigoo-.-
    hahaha kocak eon!
    Pas hae ama si panda akrab gitu eon eunhee ngelipet muka gitu bikin ngakak😀

    omo~
    pas d ruang rias ituh, si hae gitu suka nya godain eunhee, bikin jantung mo copot ajee-.-
    untung eon eunhee cepet2 melepaskan diri dari hae, kalo ngga bisa khilaf(?)

    eh itu namja yg godain hee tadi yg main d drama ini jg ya eon?
    Dia yg jadi siapa ya?
    Kaya pernah liat tapi lupa gt mukanya .-.
    Wkwkwkw
    aigoo, hae emang pencemburu berat!
    Paling ngobrol biasa udah kaya gt mukanya-.-

    tapi berkat namja td hae sadar akan kelakuan nya saat ini yg bikin hee cemburu!
    Nice idea eon!😉

    kyaaaaaaaa
    eonni, itu ngapa mereka di kamar pagi pagi udah kaya gituuu?-.-
    nanggung eon maksudnya, aigoo..
    Kirain mau ada nc nya eh ternyata gantung kek gt..
    Bikin penasaran taw eon~
    tp ya pasti tar ga bakal juga, hae inget bayi..wkwkw

    ahh, eon emang keren!
    Bikin ff keren ini cuma sejam!
    Ditambah sumber ide dr sebuah photo.
    Haha, salut!

    • Iyaaa saeng, kamu the first commentator di sini hahaha😄
      Yang laennya pada komen di FB :p
      Choi Jinhyuk itu yg main di It’s Okay Daddy’s Daughter yang jadi kakaknya Hae. Cakep juga… tapi wajahnya dewasa kkkk
      Aiiishhh… maunya yadong mulu nih bininya Hyuk kkk
      Eh?? gak sejam kok saeng… kira2 3-jaman lah hahaha

  2. Wahaa, jadi gregetan sendiri bcanya. Ish, Hae kenapa bisa manis bgini yak? Keren unn, cuma dg liat gambar bisa ngasilin ff, hahh, awesome!😀.

  3. eehh??? ada eunhee moment lagi yg baru???
    arrgghh,,,koq oen g dksh tau sih saeng???
    jadi telat kan bacanya,,,,,

    orang hamil emang paling sensitif ya,,cemburuan terus,kkkk*lirik si kucing nakal* #plak
    hae ngerasain juga kan gimana rasanya cemburu,haha,,,
    omo,,,saeng,,,apa yg kalian lakukan d pagi hari begitu????*pasang tampang polos*
    dan kenapa juga g dilanjutin kegiatannya????*plak*

    so sweet bgt deh eunhee moment kali ini,dari sebuah foto bisa kamu kembangin jadi cerita dan itu bner” daebak,,,
    hae emg ganteng bgt d foto itu,,,
    buat oen aja y saeng hae nya????*puppy eyes*

    • Udah malem Eon jadinya, takut ngeganggu entar. Lagian Eon gak telat2 amat kok ^^
      YAKKK!!! kenapa ikutan manggil gitu? ><
      Hee lagi hamil muda Eon, gak boleh dilanjutin kata Dokter Hwa #Ehhh

      ANDWAEEEE!!!! *tarik pattisier ganteng ke kamar* :p

  4. yeyeye nice eunhae moment again ^^ eeerrrrr mau banget jd eunhee nyicipin dr bibir ongek. sering sering aja ya makan ga pe sendok -_____- un kalo dilanjutin jd yadong kan ya yak hahaha. choi jinhyuk, nugu ??? kalo di post di fb aku minta di tag dong yayaya

  5. Hahahaha ide nya onnie dapet dri mana aja ya. Keren.
    Makin hari makin mesra ya ini pasutri.
    Gara2 baca ff ini jd ga sabar pengen nonton filmnya.

  6. Wahhhhh EunHae moment’nya keren+romantis. Daebak!
    Ckckckck Hae..Hae.. Eunhee ngobrol sma Jinhyuk ja cemburu
    Kyaaaaa foto’nya Donghae ganteng buangeeettt~ #meleleh
    Hae-ya aku jga mau d suapin Aaaa~ #d jitak Eunhee

  7. hhwwaaa……q jd snyum2 gaje bca FF ni eon,,sk bngt wkt hae lg cmbru,,so sweeeetttttt bngt eon,,hahahaha……….neomu kyeopta ^_^

  8. DAEBAK eon,,,,!!!!!g brenti q snyum2 gaje bca FF ni,,,hehehe
    sk bngt liat hae lg cmbru,,neomu kyeopta…^^
    salut jg ma eonni yg lgsg dpt ide hnya liat ftonya,hehehe
    FIGHTING eon!!!

  9. kyaaaa seorang ibu menemukan anaknya senyum senyum gak jelas di depan ponselnya…

    dongsaeng.. kau membuatku senyam senyum, ketawa ketiwi sendiri (nyaris gila kkk)
    eunhae moment sweeetttt bgt

    HAEndsome baker chef.. gak nahannn (heboh lagi o_O)
    mau lagi dong momentnya
    ya..ya..ya…. (ahjumma mode on)

    kutunggu crita2mu selanjutnya, key!!!!
    pamit dulu,,,babay!!!!🙂

  10. hi author, aku reader baru. salam kenal ^^
    he he, aku ngobrak-abrik semua ceritanya *mian*
    bagus-bagus tuh, asyik dibacanya thor…
    bikin lagi ya… aku akan menunggu dengan setia ^^
    oh ya, aku boleh gak minta passwordnya Strawberry Cheesecake?

  11. 1st read and 1st comment in this blog xD
    bagus thor FFny ..johaHAE kkk
    athor~ah tolong buatin library ..biar gampang buat new reader membca ff ny drmn .jebaaal. *bow*

  12. baru baca -.-
    ya ampun eunhee pura2 jdi asistennya hae
    cemburu deh tu liat keakrabannya si ikan n si panda hahaha
    ya ampun hae demen bgt ngegodain eunhee ya
    ujungnya hae yg cemburu jg tu gegara ngeliat eunhee lg ngobrol sama jihyuk

    ya ampun ini org dua pinter bgt akting ya
    kyaaaa~ hae romantis bgt ah
    dibikinin kue trs disuapin pake bibir #mupeng
    ah onnie nanggung tau, kirain bakal kaya cheescake yg waktu itu hahaha #yadong

  13. wahh….. mau juga punya suami kyk haeppa…
    benar2 so sweet.. Choi Jinhyuk itu yg main di It’s Okay Daddy’s Daughter yang jadi kakaknya haeppa ya??? aku juga suka ma dy *dimarah haeppa n ditarik ke kamar*(?)
    suka bgt ma critanya eon.. jd gak sabar baca story EunHae yg laen, tp gak skarang soalnya lg sibuk #ga nanya
    hehehhe… Daebak eon.. keep writing ya.. 🙂

  14. Yaaa ampyun sweet bgd!!
    Donge emang bner2 tampan pke sragam chef, uuhhh jd gemes liat’a >_<
    ending'a agak2 nyerempet yeee?! Knpa kga nabrak aja s'kalian…hahaha
    jd pngen nyoba morning kiss pke cheesecake, pasti enak tuh…*sarap*

  15. hae sweet banget!!! *mupeng* duh nangung banget eonni ngapa nda di lanjutin adegannya -___-v *tularan unyuk* setuju!!! parah si hae cakepnya >//<

  16. Hae oppa emang jago merayu aigo…aku senyum2 baca ini hehe…hae oppa cemburuan bgt untung z ga ketahuan klw ketahuan kan bahaya.ihk..pagi2 udah yadongan tapi gantung nih

  17. Baca ff ini bikin aku ketawa sendiri ..😀 habisnya mereka berdua itu lucu” gimana gitu … Donghae oppa so sweetnya minta ampun hehehehe …😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s