[Drabble] My Special Day -EunHae Couple-

Sebenarnya ini bukan FF buatan saya, tapi buatan Dongsaeng saya yang sudah berbaik hati membuatkan FF Special ini buat saya si Eunri Park —-> yang punya alamat Blog di sini http://sjff13.wordpress.com , tapi karena ceritanya tentang “EunHae Couple” jadi saya ijin buat Post di sini juga. Selamat Membaca!!

My Special Day

Aku menatap cerminan tubuhku. Cantik. Aku jadi tidak yakin apakah ini benar-benar diriku. Kutarik nafasku pelan. Menghilangkan gugup yang tak henti menyerangku dari tadi pagi. Kupejamkan mataku. Hari ini.. hari yang sangat penting bagiku. Segalanya terasa fana dan bisa saja aku menghancurkan hari ini bahkan hanya dengan kecerobohan kecil. Bagaimana jika aku terjatuh didepan altar? Bagaimana jika kakiku tersandung mengingat keseimbangan tubuhku yang benar-benar tak stabil? Dan masih banyak resiko lainnya yang memikirkannya saja sudah membuat nyaliku ciut.

Aku bisa mendengar pintu yang terbuka kemudian berdebam pelan pertanda ditutup.

“Hai sayang. Kau gugup?” bisik sebuah suara yang sangat kukenal. Tepat ditelinga kananku. Dengan cepat aku membuka mataku. Menangkap refleksi tubuhnya dicermin besar tepat dihadapanku.

“Hm?” Aku mengangguk singkat, merasakan tangannya yang menggenggam erat tanganku. Memberikan efek hangat dan tenang keseluruh tubuhku.

“Ternyata putri appa cantik. Sangat.” Puji appa dengan nada menggoda. Aku merasakan kedua pipiku memanas dan appa yang terkekeh senang.

“Appa!” rajukku malu.

Appa berhenti tertawa dan seketika hening menyelimuti kami. Beliau berdehem pelan dan menatapku dalam lewat cermin.

“Aku tidak menyangka secepat ini Eunhee-ku beranjak dewasa dan..” Appa menghembuskan nafasnya pelan.“Aku harus melepasnya, memberikan tangannya.. Ah ani. Seluruh hidupnya pada pria yang dicintainya. Memberikannya pada pria yang akan menjaganya lebih baik dariku. Mempercayakannya untuk bahagia dengan pria pilihannya sendiri.”

Dengan cepat aku berdiri dan berhambur memeluknya.

“Kau yang terbaik,” bisikku yakin. “Appa yang terbaik.” Aku menyandarkan kepalaku didadanya. Hangat. Sudut mataku menghangat dan satu tetes air mataku turun.

“Hey..” Appa merengkuh kedua sisi wajahku. Tersenyum hangat hanya untukku.“Jangan hancurkan hari ini.” Ucapnya, menghapus air mataku dengan jemarinya. “Ja.”

Sosok yang sangat kucintai sekaligus kuhormati ini menggandengku, berjalan beriringan dengannya kedepan altar. Bisa kulirik semua mata tertuju padaku. Tapi satu. Tatapanku hanya terkunci pada satu sosok yang sedang membelakangiku tepat didepan altar.

Aku meremas gaun yang melilit tubuhku mengalihkan perasaan gugup yang mendominasi, saat namja itu membalikkan tubuhnya dan menatapku. Hanya kearahku. Ya tuhan.

Aku berdehem gugup. Merasakan gandengan appa yang menguat memberikan sedikit rasa tenang padaku.

Sempurna. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan makhluknya dengan sesempurna ini? Dia terlihat sangat membutakan dengan tuxedo putih yang ia kenakan.

Waktu berjalan sangat cepat sehingga dapat kurasakan appa memberikan lenganku pada Donghae. Mereka saling menatap dan samar-samar aku dapat mendengar appa berbisik.

“Jaga dia,” Donghae mengangguk mantap dan dia menuntunku menuju pendeta beberapa langkah didepan kami. Aku semakin menundukkan kepalaku.

“Bisa dimulai?”

Kami mengangguk berbarengan. Ruangan ini seketika hening dan Donghae berdehem pelan.

“Aku, Lee Donghae. Menerimamu, Lee Eunhee. Sebagai teman berbagi dikala senang maupun susah, dikala sehat maupun sakit, dikala suka dan duka. Sebagai satu-satunya gadis yang akan menemani hari tuaku dan sebagai ibu dari anak-anakku. Aku akan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu. Merawatmu saat kau sakit, membuatmu terseyum saat kau sedih. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.”

Aku terpana. Sepertinya itu adalah kata-kata terindah yang pernah kudengar. Aku menarik nafas untuk menghilangkan kegugupanku.

“Aku, Lee Eunhee. Menerimamu, Lee Donghae. Sebagai teman berbagi dikala senang maupun susah, sehat maupun sakit, dikala suka dan duka. Sebagai satu-satunya pria yang akan menemani hari tuaku dan sebagai bapak dari anak-anakku. Aku akan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu. Merawatmu saat kau sakit, membuatmu tersenyum saat aku sedih. Aku ingin.. menua bersamamu.”

Donghae membalikkan tubuhku menghadap kearahnya, kemudian berlutut dan menyematkan cincin cantik berwarna putih yang sangat pas dijari manisku. Aku melakukan hal yang sama, dengan tanganku yang bergetar.

Bisa kurasakan para tamu undangan yang berterpuk tangan meriah dan pendeta yang mempersilahkan kami untuk berciuman. Donghae menatap mataku, raut wajahnya serius dan merengkuhku dalam satu ciuman hangat. Dalam. Lama. Aku hanya memejamkan mataku dan merasakan lumatan lembut Donghae dibibirku. Menyadari sesuatu yang mengikatku, mulai hari ini dan ribuan hari lainnya. Aku.. miliknya.

END

62 thoughts on “[Drabble] My Special Day -EunHae Couple-

  1. huuaaa bayang’n yg di altar itu bkan hae tp kyu n itu bkan eunhee tp aq
    kkkkk
    keren keren!!:D
    btw appa’a eunhee doyan bgd bisik2 ya,:p
    td bisik2 sma anak’a trus ntr’a sma hae
    hahaha

  2. wedding peach! eh salah = =” wedding eunhae xD
    cpt cpt lempar buket ny.. biar aq yg nangkep terus aq ama kyu gantian yg nikah *digantungsparkyu* (reader yg aneh _ _”)

  3. hallo saeng,,salam kenal…oh ini ternyata awal kisah eunhae,,,aku malah baca yg storm duluan.. ok gitu aja,,sekarang aku mw baca FF yg lainnya… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s